Gerhana Bulan: Proses Terjadinya, Jenis-Jenisnya, serta Fakta dan Dampaknya

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:55 WIB
Gerhana Bulan (Ruswanti)
Gerhana Bulan (Ruswanti)

 

Salah satu fenomena alam yang istimewa adalah gerhana bulan. Apa itu gerhana bulan? Gerhana bulan adalah sebuah fenomena ketika posisi matahari, bumi, dan bulan berada di garis lurus. Posisi bumi berada di antara matahari dan bulan sehingga sinar matahari terhalang oleh bumi.

Bahkan, fenomena gerhana bulan dapat dilihat tanpa bantuan peralatan khusus. Karenanya, banyak orang yang menanti untuk mengabadikan momen gerhana bulan ini. Berikut adalah penjelasan tentang gerhana bulan, terkait proses terjadinya, jenis-jenis, fakta, dan dampaknya, yang telah dirangkum dari beberapa sumber. Yuk, simak!

 

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Proses Terjadinya Gerhana Bulan (Ruswanti)

Bulan akan secara bertahap tertutup oleh bayangan bumi. Lalu, lama-lama bulan hanya akan terlihat sebagian saja atau seperti bulan sabit. Selanjutnya, bulan akan makin tertutup oleh bayangan bumi.

Setelah bayangan bumi menutupi seluruh bulan, bulan seperti menghilang dan akan muncul dari pertama kali bulan menghilang. Lalu, bulan akan kembali berbentuk sabit dan perlahan kembali utuh seperti awal.

 

Jenis-Jenis Gerhana Bulan

Secara umum, gerhana bulan dibagi menjadi tiga jenis, yakni sebagai berikut.

  1. Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total, atau blood moon, terjadi ketika seluruh bayangan umbra bumi menutupi bulan dengan matahari, bumi, dan bulan tepat berada dalam satu garis. Ketika bumi berada di antara matahari dan bulan, bumi akan menghalangi sinar matahari yang memantul dari bulan.

Dalam kondisi itu, sebagian sinar matahari tetap dapat menyentuh permukaan bulan. Sinar matahari yang melewati atmosfer bumi mengakibatkan atmosfer menyaring sebagian besar cahaya biru. Hal itu menyebabkan bulan terlihat berwarna merah jika dilihat dari bumi ketika terjadi gerhana bulan total.

  1. Gerhana Bulan Sebagian

Gerhana Bulan Sebagian (Ruswanti)

Gerhana bulan sebagian biasa disebut sebagai gerhana bulan parsial. Gerhana bulan ini terjadi ketika bumi menghalangi bulan dari sinar matahari secara tidak utuh. Hal itu menyebabkan sebagian permukaan bulan masih berada di daerah penumbra. Karenanya, sebagian sinar matahari bisa sampai ke permukaan bulan.

Gerhana bulan sebagian terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan tidak sejajar dengan sempurna. Karena itu, sebagian dari permukaan bulan ditutupi oleh bagian tengah paling gelap dari bayangan bumi, yaitu umbra. Sementara itu, sisa bagian bulan ditutupi oleh bagian luar bayangan bumi, yaitu penumbra.

  1. Gerhana Bulan Penumbra

Gerhana Bulan Penumbra (Ruswanti)

Gerhana bulan penumbra terjadi ketika bagian bulan berada di bagian penumbra seluruhnya. Berbeda dengan gerhana lainnya, gerhana bulan penumbra kecil kemungkinan untuk bisa dilihat. Gerhana ini sangat halus dan samar, bahkan kadang-kadang tidak diketahui, tergantung pada seberapa dalam bulan masuk ke penumbra.

Gerhana bulan penumbra terjadi karena bumi menghalangi sebagian cahaya matahari untuk langsung mencapai permukaan bulan. Bumi menutupi seluruh atau sebagian bulan dengan bagian luar bayangannya, yakni penumbra.

 

Fakta dan Dampak Gerhana Bulan

Baca Juga: Fenomena Gerhana Matahari: Proses Terjadi, Jenis, dan Tips Melihatnya

Sebagai fenomena yang dinantikan oleh masyarakat, gerhana bulan memiliki beberapa fakta dan dampak, yakni sebagai berikut.

  1. Gerhana Bulan Tidak Berdampak pada Kesehatan Manusia

Hingga kini, belum ada bukti ilmiah terkait pengaruh gerhana bulan terhadap kesehatan manusia dan hewan. Masyarakat diperbolehkan melihat gerhana bulan tanpa alat bantu optik karena tidak merusak mata. Hanya saja, perlu hati-hati dalam melangkah karena peristiwa gerhana bulan mengubah cahaya di alam terbuka menjadi gelap.

  1. Warna Gerhana Bulan Tidak Selalu Merah

Saat gerhana bulan, cahaya matahari akan menghambur ke arah spektrum merah, yang disebut  dengan blood moon. Karenanya, bayangan utama bumi tampak kemerahan. Namun, gerhana bulan total tidak selalu terlihat berwarna merah karena bergantung pada kualitas udara di tempat pengamat.

Jika gerhana bulan terjadi ketika kondisi udara bersih atau langit bebas polusi, bayangan bumi yang dimasuki bulan akan tampak merah darah. Namun, jika polusi udara cukup pekat dan terdapat polusi cahaya, bayangan bumi yang dimasuki bulan akan berwarna jingga. Di sisi lain, bintang-bintang yang redup sebagai imbas interferensi cahaya bulan akan terlihat lebih terang.

  1. Gerhana Bulan Menyebabkan Pasang Surut Air Laut

Pasang surut air laut yang terjadi lebih besar daripada biasanya saat gerhana bulan. Selain itu, gerhana bulan tidak berdampak pada perubahan iklim, seperti udara dingin.

  1. Jumlah Nyamuk Bertambah Banyak ketika Gerhana Bulan

Penelitian di rawa pesisir Chambers County menunjukkan bahwa nyamuk-nyamuk berspesies Aedes, Anopheles, Culex, dan Psorophora tampak meningkat selama gerhana bulan, lalu menurun saat bulan purnama.

 

Nah, itulah penjelasan tentang gerhana bulan. Semoga bermanfaat!

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelestarian Ex Situ

Selasa, 30 November 2021 | 22:46 WIB

Pelestarian In Situ

Selasa, 30 November 2021 | 22:23 WIB

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Selasa, 30 November 2021 | 22:16 WIB

Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis atau Spesies

Selasa, 30 November 2021 | 22:12 WIB

Faktor-Faktor Pembentuk Keanekaragaman Hayati

Selasa, 30 November 2021 | 22:08 WIB

Manfaat Keanekaragaman Hayati untuk Kehidupan Manusia

Selasa, 30 November 2021 | 11:46 WIB

Manfaat dan Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Selasa, 30 November 2021 | 09:07 WIB

Pengertian dan Contoh Keanekaragaman Tingkat Genetik

Selasa, 30 November 2021 | 09:03 WIB

Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Senin, 29 November 2021 | 21:07 WIB

15 Bacaan Doa Seputar Ibadah bagi Umat Islam

Jumat, 26 November 2021 | 17:41 WIB
X