Fenomena Alam: Mengenal Fenomena Bediding dan Akibatnya

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:44 WIB
fenomena alam bediding
fenomena alam bediding

Pengertian Bediding

Bediding berasal dari kata dalam bahasa Jawa, yaitu bedhidhing dan dalam bahasa Indonesia disebut embun upas atau bun pas. Embun inilah yang menyelimuti tanaman kentang. Dinamai "upas" karena memang efeknya membuat kentang mati tersiakan.

Fenomena alam ini merupakan kejadian alam yang berupa perubahan suhu yang mencolok dan terjadi di awal musim kemarau. Suhu udara berubah menjadi sangat dingin menjelang malam hingga pagi, sementara di siang hari suhu melonjak hingga panas menyengat. Perbedaan suhu yang drastis di siang hari dan malam hari ini terjadi selama tiga hingga empat bulan dan selalu pada pertengahan tahun antara bulan Juni sampai Agustus. Periode ini ditandai dengan adanya pergerakan angin dari arah timur, yang berasal dari Benua Australia. Bediding dikenal sebagai musim bediding yang merupakan musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Baca Juga: Musim Kemarau Tiba, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Ini

Suhu udara pada masa musim bediding tidak sedingin di daerah subtropis seperti Eropa, tetapi sudah dapat membuat badan menggigil kedinginan, terutama di dataran tinggi seperti dataran tinggi Dieng. Dilansir dari Kompas.com, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal mengatakan, fenomena suhu udara dingin sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau yakni sekitar Juli hingga September.

Perubahan Suhu di Bediding

Pada fenomena embun upas atau bediding, kamu dapat menemukan lapisan es di permukaan daun pada saat periode bediding di Dataran Tinggi Dieng. Pada umumnya, di daerah tropis memiliki suhu hangat yang biasanya mempunyai suhu diatas 22 °C. Namun, pada musim bediding, suhu udara di beberapa tempat di Pulau Jawa bisa turun drastis. Misalnya, suhu di Kota Malang pada tahun 2013 mencapai 17,5 °C di pagi hari. Di Kota Bandung, suhu menyentuh angka 15 °C pada Juli 2018. Suhu di Kota Yogyakarta juga turun menjadi sekitar 17 °C pada dini hari, sedangkan di Kota Kebumen, Jawa Tengah pada dini hari Juni 2010 suhunya tembus 15 °C. Pada Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo Jawa Tengah serta Dataran Tinggi Tengger, Probolinggo, Jawa Timur suhu udara pada musim bediding tahun 2018 mencapai -4 °C, sehingga sesekali terdapat hamparan salju tipis saat pagi hari karena embun yang membeku. Bediding di kawasan Candi Arjuna dataran tinggi Dieng Banjarnegara pada Tahun 2021 terjadi di pada Bulan Mei sampai Juli, tepatnya tanggal 10 Mei 2021, 7 Juli 2021, 15-16 Juli 2021. Karena bediding terjadi pada musim kemarau, hampir dipastikan tidak ada hujan selama periode ini.

Baca Juga: Fenomena Alam, Suhu di Dataran Tinggi Dieng Turun Jadi 0 Derajat

Faktor Penyebab dan Waktu Bediding

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Pengertian Padanan Kata dan Beragam Contohnya

Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:21 WIB

Terpopuler

X