Cara Kenalkan Lima Rukun Islam Kepada Anak-Anak

- Senin, 18 Oktober 2021 | 19:40 WIB
mengajarkan rukun islam kepada anak-anak
mengajarkan rukun islam kepada anak-anak

Beberapa trik dalam mengajarkan puasa kepada anak-anak biasanya memberikan makanan kesukaan saat berbuka, memasakkan masakan kesukaan anak saat sahur, tidak membuat mereka kelelahan, dan memberikan janji berupa hadiah di akhir bulan. Kamu dapat melakukan trik lain untuk mengajarkan kepada anak-anak. Namun, tetap mengajarkan kepada anak mengenai pentingnya berpuasa.

  1. Menunaikan zakat

Menunaikan zakat merupakan rukun Islam yang keempat. Zakat merupakan kewajiban yang dikeluarkan pada harta orang yang memiliki kelebihan. Menunaikan zakat bertujuan untuk memberikan sebagian harta kepada orang lain dan juga membersihkan harta milik kita. 

Dalam Islam, ada dua jenis zakat, yaitu:

  • Zakat fitrah, yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan. Jumlah zakat fitrah yang wajib diserahkan adalah 2,5 kg beras atau bisa diganti dengan uang yang setara dengan 2,5 kg beras.
  • Zakat mal, yang dikeluarkan berdasarkan hasil niaga atau penghasilan. Jumlah zakat mal yang wajib diserahkan adalah 2,5% dari harta yang diperolah dari penghasilan.

Kamu bisa mulai mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dari berzakat kepada anak-anak. Dari hikmah yang diambil dari menunaikan zakat, anak-anak mendapatkan pembelajaran mengenai kasih sayang sesama umat, indahnya tolong menolong dan berbagi, serta pentingnya silaturahmi dengan sesama. Kamu dapat mulai mencontohkan atau mempraktekkan dengan bersedekah. Selain itu, saat akhir bulan Ramadhan, kamu bisa mengajak mereka untuk melihat proses pemberian zakat.

  1. Pergi haji bagi yang mampu

rukun islam haji
Haji termasuk ke dalam rukun Islam yang diajarkan oleh Rasulullah. Rukun Islam ini adalah rukun Islam kelima. Bagi umat muslim, hukum haji adalah wajib. Kewajiban ini bagi yang mampu secara fisik dan finansial untuk pergi haji ke Mekkah. 

Allah telah berfirman dalam surat Ali-Imran: 97:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya: "...mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali-Imran: 97).

Sebelum pandemi, beberapa sekolah Islam mulai mengajarkan haji dengan mengadakan program manasik haji. Anak-anak dapat mulai memeragakan ibadah haji sesuai dengan aturan dan rukunnya. Mulai dari peragaan wukuf, melontar jumroh, thawaf, sa'i, dan tahallul. Namun, saat pandemi seperti ini hal tersebut ditiadakan. Oleh karena itu, kamu dapat memberikan contoh di rumah dengan peralatan seadanya atau menonton video di YouTube.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: popmama.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bentuk dan Orientasi Orbital pada Atom

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:32 WIB

Tiga Kaidah dalam Konfigurasi Elektron pada Atom

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:27 WIB

Teori Atom Mekanika Kuantum

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:15 WIB

Sel Volta dan Rangkaiannya

Selasa, 25 Januari 2022 | 19:50 WIB

Hukum Faraday 1 dan 2

Selasa, 25 Januari 2022 | 13:19 WIB

Reaksi Kimia Perkaratan (Korosi)

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:42 WIB

Penjelasan Tentang Buffer (Larutan Penyangga)

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:33 WIB

Senyawa Polimer

Senin, 24 Januari 2022 | 22:57 WIB

Persamaan Termokimia dan Perubahan Entalpi Standar

Senin, 24 Januari 2022 | 21:19 WIB

Proses Pengolahan Minyak Bumi dan Manfaatnya

Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:44 WIB
X