Salah Satu Mahasiswi Lulusan Terbaik di Politeknik Pertanian Payakumbuh Ini Terkendala Lanjutkan Studi  

- Senin, 18 Oktober 2021 | 19:49 WIB
Wiwid Revensi, salah satu lulusan terbaik Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang berharap bisa lanjutkan studi.
Wiwid Revensi, salah satu lulusan terbaik Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang berharap bisa lanjutkan studi.

AGAM, HARIANHALUAN.COM – Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh menjadi salah satu perguruan tinggi favorit dalam bidang ilmu pertanian di Pulau Sumatra. Politeknik ini sendiri berada di Tanjung Pati, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.

Pada mulanya, Politektik Pertanian Negeri Payakumbuh bernama Politeknik Pertanian Universitas Andalas. Namun, seiring perkembangannya, Politeknik ini resmi menjadi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh semnjak tahun 1983.

9 Oktober 2021 lalu, Politeknik ini menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka mewisuda 492 orang mahasiswanya yang terdiri dari tiga jurusan. Yaitu Budidaya Tanaman Pangan, Budidaya Tanaman Pertanian, dan Teknologi Pertanian.

Pada siding tersebut, terdapat seorang wisudawati asal Kecamatan Matur yang lulus dengan predikat sangat memuaskan. Wiwid Revensi namanya. Ia lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83 dari program studi Budidaya Tanaman Hortikultura dalam jurusan Budidaya Tanaman Pangan.

Wiwid memiliki cita-cita untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tingg. Ia berharap, dengan semakin dalam ilmu yang ia miliki, akan lebih berguna bagi masyarakat sekitarnya, terutama masyarakat Matur. Namun, kemampuan financial menjadi salah satu faktor yang membuat Wiwid menunda mimpinya tersebut.

“Alhamdulillah bisa lulus dengan pujian dan membuat orang tua bangga. Kedepannya ingin melanjutkan pendidikan, tapi untuk saat ini belum ada biaya,” tuturnya, Senin (18/10/2021).

Kepada Harianhaluan.com, putri dari Wardi dan Elfiza Yantis ini bercerita bahwa ia memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Andalas atau ke Institut Pertanian Bogor (IPB) demi mencari ilmu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Matur yang masih banyak bertani.

“Harapannya, saya dapat membagi pengetahuan saya kepada petani disini, bagaimana cara mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Tidak terus-terusan memakai pupuk kimia dan paham dengan pola tanam. Karena saya melihat disini sangat minim penyuluhan dan edukasi kepada petani,” ujarnya.

Elfiza Yantis, Ibu dari Wiwid yang kesehariannya berdagang di Pasar Matur mengungkapkan kebahagiaannya atas pujian dan prestasi yang diterima anaknya. Ia berharap, anaknya juga dapat mewujudkan mimpinya melanjudkan pendidikannya demi membayar kepeduliannya kepada lingkungan sekitar.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Terkini

15 Bacaan Doa Seputar Ibadah bagi Umat Islam

Jumat, 26 November 2021 | 17:41 WIB

SMK SMAK Padang Raih 2 Prestasi Sekaligus

Jumat, 26 November 2021 | 15:40 WIB

Ciri, Struktur Tubuh dan Cara Reproduksi

Kamis, 25 November 2021 | 19:54 WIB

Ciri dan Pengelompokan Archaebacteria

Kamis, 25 November 2021 | 16:02 WIB

Dampak Positif dan Negatif Kingdom Monera (Bakteri)

Rabu, 24 November 2021 | 21:28 WIB

Definisi dan Ciri-Ciri pada Kingdom Monera

Rabu, 24 November 2021 | 19:06 WIB

Perbedaan antara Kingdom Monera dan Protista

Rabu, 24 November 2021 | 19:03 WIB
X