Hukum Fisika yang Diterapkan dalam Bulu Tangkis

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:39 WIB
Ilustrasi Badminton/Bulu Tangkis
Ilustrasi Badminton/Bulu Tangkis

Dalam pertandingan, setiap atlet tentu bergerak dan mengeluarkan energi. Tidak hanya dalam olahraga bulu tangkis, kegiatan sehari-hari pun menggunakan energi mekanik. Misalnya, menutup pintu rumah hingga mendorong motor mogok.

Pada umumnya, energi merupakan kemampuan suatu benda untuk melakukan usaha. Benda dikatakan memiliki energi jika benda tersebut bisa menghasilkan gaya yang melakukan kerja. Contohnya, olahraga bulu tangkis

Berikut ini tiga hukum energi yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis:

 

1. Energi kinetik

Energi ini timbul jika suatu benda bergerak. Dalam olahraga bulu tangkis, alet mengeluarkan energi kinetik supaya shuttlecock mampu terbang ke arah lawan. Berdasarkan rumusannya, energi kinetik dipengaruhi oleh massa dan kecepatan gerak benda yang berbanding lurus dengan energi.

 

2. Energi potensial

Energi ini dimiliki oleh suatu benda karena ketinggian atau posisinya. Makin tinggi benda, makin besar juga energi potensialnya. Energi potensial dimiliki oleh shuttlecock ketika berada di udara dan menuju ke arah lawan. Berdasarkan rumusannya, energi potensial dipengaruhi oleh massa benda, percepatan gravitasi, dan tinggi benda yang berbanding lurus dengan energi.

 

3. Energi mekanik

Energi ini adalah jumlah energi kinetik dan energi potensial dalam suatu benda yang digunakan untuk melakukan usaha. Dengan kata lain, energi dalam suatu benda karena gerakan atau posisi, atau keduanya. Contoh dari energi mekanik, kegiatan service, mulai dari atlet memukul bola dengan mengeluarkan energi kinetik, shuttlecock terbang melambung  dengan energi potensial lalu jatuh ke lapangan lawan.

 

Dalam sebuah karya berjudul Curved Motion of A Shuttlecock, terdapat parameter gerakan shuttlecock dalam pertandingan bulu tangkis, dengan software World in Motion. Dari parameter itu, diketahui gaya hambat udara sangat berpengaruh pada pergerakan shuttlecock, dengan gaya Archimedes yang tak siginifikan.

Gaya hambat udara itu sebanding linear dengan kecepatan shuttlecock. Itu pun berbeda dengan pergerakan bola dalam pertandingan tenis maupun sepakbola, yaitu gaya hambat udara sebanding dengan kuadrat kecepatan bola. Model yang dirancang dalam Curved Motion of A Shuttlecock ini bisa bermanfaat untuk menganalisis permainan bulu tangkis, terutama pukulan smash, dropshot, lob, ataupun service.

Melalui buku Introduction to Classical Mechanics (1990), ada dua model gaya hambatan udara terhadap gerakan bola, yaitu model linier dan model kuadratik. Dalam penelitian Curved Motion of A Shuttlecock, shuttlecock ternyata lebih termasuk model linier, gaya hambat udara yang sebanding linear dengan kecepatan, dan bukan sebanding dengan kuadrat kecepatan. 

Terbukti, data pengamatan Curved Motion of A Shuttlecock untuk jenis pukulan melengkung yang kurang dari 10 meter/detik. Secara teori, kecepatan 25-32 meter/detik termasuk model kuadratik dan di bawah 25 meter/detik termasuk model linier.

Fenomena bahwa shuttlecock selalu berubah arah setelah dipukul dengan raket itu akibat dari aerodinamika dan distribusi massa shuttlecock yang tidak merata. Bagian gabus lebih berat ketimbang bagian bulu, sehingga pusat massa shuttlecock berada di area sekitar gabus. Dorongan udara pun menimbulkan torsi yang memutar shuttlecock terhadap pusat massa, sehingga bagian gabus berada di muka.

Pada olahraga bulu tangkis, atlet akan memberikan gaya pada bola sehingga bola bisa bergerak berubah arah. Gaya pun bisa menyebabkan perubahan bentuk benda, sifat gerak benda, kecepatan, dan arah gerak benda.

Selain itu, gaya tidak selalu menyebabkan gerak. Misalnya, jika mendorong tembok dengan sekuat tenaga, tembok tetap tidak akan bergerak. Gaya merupakan besaran vektor yang memiliki nilai dan arah, sehingga mengikuti aturan penjumlahan vektor. Alat pengukur besar atau kekuatan gaya adalah neraca pegas.

Itulah informasi mengenai hukum fisika yang diterapkan dalam olahraga bulu tangkis. Konsep fisika dalam bulu tangkis, antara lain energi kinetik, energi potensial, energi mekanik, hingga gaya hambat udara.

 

 
 

Halaman:
1
2
3

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Bentuk dan Orientasi Orbital pada Atom

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:32 WIB

Tiga Kaidah dalam Konfigurasi Elektron pada Atom

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:27 WIB

Teori Atom Mekanika Kuantum

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:15 WIB

Sel Volta dan Rangkaiannya

Selasa, 25 Januari 2022 | 19:50 WIB

Hukum Faraday 1 dan 2

Selasa, 25 Januari 2022 | 13:19 WIB

Reaksi Kimia Perkaratan (Korosi)

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:42 WIB

Penjelasan Tentang Buffer (Larutan Penyangga)

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:33 WIB

Senyawa Polimer

Senin, 24 Januari 2022 | 22:57 WIB

Persamaan Termokimia dan Perubahan Entalpi Standar

Senin, 24 Januari 2022 | 21:19 WIB
X