Penaklukan Konstatinopel di Tangan Bangsa Turki

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:17 WIB
Penaklukan konstatinopel oleh bangsa turki
Penaklukan konstatinopel oleh bangsa turki

Pada akhir Abad Pertengahan, Konstantinopel mengalami kekalahan terhadap bangsa Turki. Peristiwa ini merupakan momen penting dan menjadi salah satu penanda berakhirnya Abad Pertengahan. Selama berabad-abad, Konstantinopel adalah pusat dunia Barat sekaligus pertahanan Kristen terhadap Islam. Kota ini selalu berhasil selalu selamat dari berbagai penyerangan yang dilakukan. Pasukan Turki Ottoman yang dipimpin oleh Mehmet II atau Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel.

Jatuhnya Konstatinopel ke tangan Turki Ottoman pada 29 Mei 1453, setelah 53 hari dikepung oleh pasukan Mehmet II. Raja Konstantin XI terbunuh saat ibu kota kekaisaran Bizantium atau Romawi Timur jatuh ke tangan muslim. Konstantinopel yang terletak di tepi pantai Laut Marmora di dekat Selat Bosporus merupakan kota transit rempah-rempah pertama di sekitar Laut Tengah yang menghubungkan barang-barang antara Eropa dan Asia. Konstantinopel yang dikuasai Turki kemudian membuat kondisi perdagangan bangsa Eropa mengalami kemandegan.

Bangsa Turki Usmani di Konstatinopel banyak membuat peraturan yang menyulitkan lalu lintas pelayaran bangsa Eropa, terutama dalam memperoleh rempah-rempah. KOndisi ini mempengaruhi bangsa Eropa untuk menjelajah dunia dalam mencari rempah-rempah. Inilah alasan kedatangan bangsa Barat ke Indonesia.

Baca Juga: Tujuan, Macam dan Dampak Kolonialisme

Apa itu Konstatinopel?

Dilansir dari Kompas.com, Konstantinopel telah menjadi ibu kota kekaisaran pada tahun 330 di bawah kaisar Romawi Konstantinus Agung. Dalam kurun waktu 11 abad berikutnya. Ibu kota Romawi ini telah dikepung berkali-kali. Akhirnya, ibu kota ini berhasil direbut sekali sebelumnya, selama Perang Salib Keempat pada 1204.

Tentara Salib mendirikan negara Latin di sekitar Konstantinopel, sementara Kekaisaran Bizantium terpecah menjadi negara-negara kecil, seperti Nicea, Epirus dan Trebizond. Mereka bertempur sebagai sekutu melawan pendirian Latin. Tetapi, mereka berjuang di antara mereka sendiri untuk takhta Bizantium. Bangsa Nicea akhirnya merebut kembali Konstantinopel dari orang Latin pada tahun 1261 dan membangun kembali Kekaisaran Bizantium di bawah dinasti Palaiologos. Setelah itu, kekaisaran ini semakin melemah karena harus terus menangkis serangan berturut-turut oleh orang Latin, Serbia, Bulgaria, dan Turki Usmani.

Penaklukan Bangsa Turki ke Konstatinopel

Anak muda dari Bangsa Turki bernama Mehmed II mewarisi takhta ayahnya pada 1451. Saat itu, dia masih berusia 19 tahun. Kekuasaan anak muda ini membuat pihak Eropa berasumsi bahwa Turki Usmani tidak akan mengancam hegemoni Kristen di Balkan dan Laut Aegea. Bahkan, bangsa Eropa sempat merayakan penobatan Mehmed II dan berharap minimnya pengalaman yang dimilikinya akan menyesatkan Ottoman.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Metode Ilmiah Biologi

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:46 WIB

Pengertian Ilmu Biologi dan Hal yang Dipelajari

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:51 WIB

Cabang-Cabang dari Ilmu Biologi

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:11 WIB

Definisi dan Cabang Ilmu Biologi

Jumat, 3 Desember 2021 | 21:53 WIB

Ruang Lingkup Biologi

Jumat, 3 Desember 2021 | 19:12 WIB

Pelestarian Ex Situ

Selasa, 30 November 2021 | 22:46 WIB

Pelestarian In Situ

Selasa, 30 November 2021 | 22:23 WIB

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Selasa, 30 November 2021 | 22:16 WIB

Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis atau Spesies

Selasa, 30 November 2021 | 22:12 WIB

Faktor-Faktor Pembentuk Keanekaragaman Hayati

Selasa, 30 November 2021 | 22:08 WIB

Manfaat Keanekaragaman Hayati untuk Kehidupan Manusia

Selasa, 30 November 2021 | 11:46 WIB

Manfaat dan Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Selasa, 30 November 2021 | 09:07 WIB

Pengertian dan Contoh Keanekaragaman Tingkat Genetik

Selasa, 30 November 2021 | 09:03 WIB
X