Respon Bangsa Indonesia terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Berbagai Bidang

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:13 WIB
Respon Indonesia terhadap penjajahan
Respon Indonesia terhadap penjajahan

Imperialisme adalah suatu sistem politik yang tujuannya adalah menjajah bangsa atau negara lain demi untuk memperoleh kekuasaan dan keuntungan secara sepihak yang jauh lebih besar. Sementara yang dimaksud dengan kolonialisme adalah tindakan penguasaan atas suatu wilayah dan penduduk suatu bangsa dengan tujuan yang sifatnya militer juga ekonomi.

Penjajahan bangsa Barat dan Jepang di Indonesia adalah contoh nyata kolonialisme dan imperialisme sebab tujuan penguasaan atas sejumlah wilayah di nusantara adalah untuk memperluas kekuasaan dan mendapatkan keuntungan ekonomi. Periode panjang penjajahan di sebagian wilayah Indonesia seringkali menyebabkan penderitaan dan kesengsaraan bagi rakyat Indonesia, munculnya berbagai perlawanan dari para tokoh Bangsa Indonesia membuat gambaran betapa banga kita bukan bangsa yang diam saja ketika mengalami penindasan, berbagai periode penjajahan dari bangsa Belanda yang digambarkan di garis waktu di bawah ini, semuanya memunculkan respon perlawanan dari Bangsa Indonesia.

Akibat adanya rasa-rasa tertekan yang muncul akibat diskriminasi, bangsa Indonesia mulai melakukan beberapa kegiatan sebagai respon terhadap kolonialisme dan imperialisme. Respon bangsa Indonesia dapat dilihat dari berbagai bidang. Berikut beberapa contoh dari respon bangsa yang dilansir dari laman Kemdikbud.go.id.

Baca Juga: Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme

Respon Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme dan Imperialisme dalam Bidang Politik

Adanya penjajahan dari bangsa Eropa, terutama Belanda memulai pemahaman Indonesia terhadap lepasnya dari penjajahan. Para pendahulu melakukan masa pergerakan nasional di Indonesia dengan berdirinya organisasi-organisasi pergerakan. Masa pergerakan nasional (1908-1942), dibagi dalam tiga tahap berikut.

  1. Masa penyusunan (1908 – 1920) berdiri organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij.
  2. Masa radikal/nonkooperasi (1920 – 1930), berdiri organisasi seperti Partai Komunis Indonesia (PKI), Perhimpunan Indonesia (PI), dan Partai Nasional Indonesia (PNI).
  3. Masa moderat/kooperasi (1930 – 1942), berdiri organisasi seperti Parindra, Partindo, dan Gapi. Di samping itu juga berdiri organisasi keagamaan, organisasi pemuda, dan organisasi perempuan.

Baca Juga: Kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia

Respon Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme dan Imperialisme dalam Bidang Ekonomi

Pada masa Belanda, bangsa Indonesia mulai mengenal industri pertambangan dengan dibukanya kilang minyak bumi di Tarakan Kaltim oleh Belanda. Belanda membangun rel kereta api untuk memperlancar arus perdagangan. Kemudian, adanya eksploitasi di bidang ekonomi, berupa monopoli dagang VOC menyebabkan mundurnya perdagangan nusantara di panggung perdagangan internasional. Pembentukan VOC tidak ada yang menguntungkan bagi rakyat Indonesia kebanyakan. Hanya segelintir pihak yang mendapat keuntungan, yaitu elit bangsawan yang menjadi kepanjangan dan kaki tangan pemerintah Belanda maupun penguasa VOC. Berikut contoh respon perlawanan terhadap sistem monopoli dari VOC tersebut.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rukun Iman yang Keempat, Iman kepada Para Rasulullah

Senin, 6 Desember 2021 | 19:25 WIB

Rukun Iman Kedua, Percaya kepada Para Malaikat

Senin, 6 Desember 2021 | 19:20 WIB

Penjelasan Rukun Iman dan Rukun Islam

Senin, 6 Desember 2021 | 19:16 WIB

Metode Ilmiah Biologi

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:46 WIB

Pengertian Ilmu Biologi dan Hal yang Dipelajari

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:51 WIB

Cabang-Cabang dari Ilmu Biologi

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:11 WIB

Definisi dan Cabang Ilmu Biologi

Jumat, 3 Desember 2021 | 21:53 WIB

Ruang Lingkup Biologi

Jumat, 3 Desember 2021 | 19:12 WIB

Pelestarian Ex Situ

Selasa, 30 November 2021 | 22:46 WIB

Pelestarian In Situ

Selasa, 30 November 2021 | 22:23 WIB

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Selasa, 30 November 2021 | 22:16 WIB

Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis atau Spesies

Selasa, 30 November 2021 | 22:12 WIB
X