Penjelasan Lengkap Tentang Organel pada Sel-Sel Hewan

- Senin, 1 November 2021 | 21:18 WIB
Sel hewan
Sel hewan

Pengertian Sel

Dilansir dari Harianhaluan.com mengenai sel, yaitu sel merupakan unit terkecil dari penyusun kehidupan, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Selain itu, ada kingdom yang terdiri dari satu sel, yaitu Protista. Pada sel manusia, hewan, dan tumbuhan termasuk ke dalam sel eukariotik yang memiliki sistem endomembran. Sistem endomembran mencakup berbagai komponen yang dikenal sebagai organel sel, yang melakukan fungsi berbeda untuk menopang makhluk hidup.

Pengertian Sel Hewan

Sel hewan merupakan unit satuan terkecil dari organisme. Sel hewan termasuk ke dalam sel eukariot karena memiliki membran inti sel dan berbeda dengan prokariotik yang tidak memiliki membran pada inti sel. Sel hewan atau manusia memiliki karakteristik yang berbeda dengan sel pada tumbuhan. Ada beberapa organel yang hanya ada di sel hewan dan tidak ada pada sel tumbuhan. Ukuran dari sel hewan lebih kecil dibandingkan sel tumbuhan.

Ciri-Ciri Sel Hewan

Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan

Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki beberapa perbedaan. Berikut ciri-ciri yang hanya dimiliki sel hewan, yaitu:

  1. Tidak memiliki dinding sel.
  2. Tidak memiliki plastida.
  3. Bentuk sel tidak tetap.
  4. Ukuran vakuola mengalami reduksi dibandingkan sel tumbuhan.
  5. Memiliki sentriol.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Mengenai Organel pada Sel-Sel Tumbuhan

Organel Sel Hewan

Pada umumnya, sel memiliki berbagai organela untuk menjalankan fungsi sel. Berikut daftar organela yang ada di sel hewan serta penjelasannya.

  1. Membran sel

Membran sel adalah membran semi-permeabel yang pada hewan berada di lapisan terluar sel terdiri dari lapisan tipis protein dan lemak. Peran dari membran sel untuk mengatur keluar masuknya zat-zat tertentu di dalam sel. Selain itu, membran terluar sel ini berperan untuk menyaring zat tertentu untuk masuk. Tetapi tidak zat yang lain, terutama menyaring pelarut, namun tidak untuk zat terlarut tertentu.

  1. Sitoplasma

Sitoplasma berarti cairan sel yang berupa larutan cair dan kental yang mengandung air, garam, dan protein. Dalam sel eukariotik, sitoplasma mencakup semua materi, seperti nukleus, retikulum endoplasma, dan mitokondria. Sitoplasma yang hanya berupa cairan tanpa organel disebut sitosol.

  1. Inti sel atau nukleus

Nukleus atau inti sel adalah organel terpenting di dalam sel, yang berperan sebagai struktur membran yang hanya ada dalam sel eukariotik. Fungsi vital dari nukleus adalah untuk menyimpan DNA atau informasi penting yang diperlukan untuk pembelahan sel, metabolisme, dan pertumbuhan. Ukuran dari inti sel terbesar kedua setelah vakuola.

  1. Badan golgi atau aparatus golgi

Pada sel hewan, terdapat organela bernama aparatus golgi yang memiliki beberapa nama seperti kompleks golgi atau badan golgi. Nama tersebut diberikan atas nama ilmuwan yang menemukan organel tersebut, yaitu Camillo Golgi. Fungsi utamanya adalah pengemasan dan sekresi protein. Organel ini menerima protein dari retikulum endoplasma, dan dikemas ke dalam vesikel yang juga ada di dalam membran, yang kemudian diangkut ke berbagai tujuan, seperti lisosom, membran plasma atau sekresi. Badan golgi juga mengambil bagian dalam pengangkutan lipid.

  1. Ribosom

Ribosom adalah organel terkecil dalam membran yang terdiri dari RNA dan protein dan ditemukan di sel prokariotik dan eukariotik. Ribosom memiliki peran penting dalam melakukan kinerja tubuh. Organel ini adalah "mesin" molekuler kompleks yang ditemukan di dalam sel untuk menghasilkan protein dari asam amino selama proses yang disebut sintesis atau translasi protein. Proses sintesis protein adalah fungsi utama, yang dilakukan oleh semua sel hidup. Organel ini dapat tersebar bebas di sitoplasma dan di retikulum endoplasma.

  1. Mitokondria

Dalam melakukan kinerja sel, organel satu ini sangat penting. Mitokondria adalah organel bermembran ganda yang ditemukan di sitoplasma semua sel eukariotik. Organel ini melakukan respirasi sel dengan memecah molekul karbohidrat dan gula. Proses tersebut penting untuk menghasilkan tenaga. Oleh karena itu, organel ini juga disebut sebagai "pembangkit tenaga sel." Organel ini memiliki DNA sendiri yang diturunkan secara maternal (gen ibu).

  1. Retikulum endoplasma (RE)

Retikulum endoplasma (RE) adalah jaringan kantung di sitosol sel eukariotik yang memproduksi, memroses, mengangkut, dan menyimpan senyawa kimia untuk digunakan di dalam dan di luar sel. Ini menjadi sistem yang luas dan kompleks dari distribusi yang kurang lebih kontinu dari rongga-rongga berbelit-belit membran yang mengambil bagian sitosol yang cukup besar. Retikulum endoplasma dibagi menjadi dua, yaitu retikulum endoplasma kasar dan halus. Pada RE kasar ditempeli ribosom dan berada di dekat nukleus.

Organel Khusus pada Sel Hewan

Perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan dapat dilihat dari organela penyusunnya. Simak organel khusus pada sel hewan berikut yang dilansir dari Studiobelajar.com.

Sentriol

Sel hewan memiliki dua sentriol di dalam organel sentrosom. Saat terjadi pembelahan sel, masing-masing sentriol saling memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan membentuk benang-benang yang akan menempel dengan kromosom. Selain itu, sentriol berfungsi sebagai penggerak sel.

Baca Juga: Kucing Tabi: Sejarah Kemunculan, Karakteristik, dan Cara Mengidentifikasi

Lisosom

Organel ini berfungsi sebagai pencerna makanan dengan melakukan fagositosis serta penghancuran bakteri dan organel yang rusak atau disebut dengan autofagi.

Sitoskeleton

Sitoskeleton berguna untuk mempertahankan bentuk dan struktur sel, seperti pada dinding sel tumbuhan. Sitoskeleton tersusun dari tiga jenis serabut, yaitu mikrofilamen, mikrotubulus dan filamen intermedia. Tiga jenis serabut yang menyusun sitoskeleton, yaitu:

  1. Mikrofilamen

Mikrofilamen merupakan rantai ganda protein yang saling terhubung, tipis, dan memiliki diameter 7 nm. Mirofilamen tersusun atas protein aktin dan myosin. Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot. Fungsi mikrofilamen, yaitu untuk mempertahankan bentuk sel, kontraksi sel, pergerakan sel, dan pembelahan sel.

  1. Mikrotubulus

Mikrotubulus merupakan rantai – rantai protein yang membentuk spiral memanjang seperti tabung berlubang dengan diameter 25 nm. Mikrotubulus tersusun dari protein tubulin. Jumlah serabutnya terbanyak dan terbesar dalam sitoskeleton. Fungsi mikrotubulus, yaitu mengarahkan perpindahan kromosom ke masing-masing kutub saat pembelahan sel, mempertahankan bentuk sel, pergerakan sel, dan membantu sel dalam pembelahan mitosis.

  1. Filamen Intermedia

Filamen intermedia merupakan rantai molekul protein yang membentuk untaian dan saling melilit antar satu filamen dengan filamen lainnya, serta memiliki diameter sekitar 8 – 12 nm. Filamen intermedia tersusun atas protein fimentin, namun tidak semua bagian sel filamen intermedia tersusun atas protein tersebut, misalnya pada sel kulit filamen yang tersusun atas protein keratin. Fungsi filamen intermedia, yaitu mempertahankan bentuk sel, tempat menempelnya nukleus dan organel-organel, serta membentuk lamina nukleus.

Matriks Ekstraselular

Selain sitoskeleton, sel hewan juga memiliki matriks ekstraseluler untuk melindungi membran plasma dan bagian intraseluler sel. Komponen utama penyusun matriks ekstraselular pada sel hewan adalah glikoprotein dan molekul-molekul hasil dari sekresi sel yang mengandung karbohidrat. Bagian penyusun matriks ekstraseluler pada sel hewan, antara lain:

  1. Kolagen, jumlah serabutnya terbanyak dan terbesar dalam matriks ektraseluler.
  2. Proteoglikan, berikatan dengan molekul polisakarida secara non-kovalen sehingga membentuk kompleks proteoglikan.
  3. Fibronektin, letaknya menempel dengan protein integrin.
  4. Protein Integrin, protein yang terletak pada membran plasma yang berfungsi untuk mentransmisikan sinyal antara matriks ekstraseluler dengan sitoskeleton.

Halaman:
1
2
3
4

Editor: Ruswanti

Sumber: Studio Belajar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Proses Pengolahan Minyak Bumi dan Manfaatnya

Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:44 WIB

Fermentasi Etanol (Alkohol)

Sabtu, 22 Januari 2022 | 14:24 WIB

Fermentasi Asam Laktat

Sabtu, 22 Januari 2022 | 14:17 WIB

Reaksi Kimia pada Fermentasi

Sabtu, 22 Januari 2022 | 14:12 WIB

Sistem Koloid dan Jenisnya

Jumat, 21 Januari 2022 | 21:04 WIB

Perusahaan Batubara CDE dan CES Rekrut 20 Alumni PNP

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:16 WIB

Perubahan Energi dalam Sistem

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:25 WIB

Definisi, Faktor, dan Jenis Reaksi Kimia

Kamis, 20 Januari 2022 | 22:51 WIB

Penjelasan Bahan Kimia yang Perlu Kamu Pahami

Kamis, 20 Januari 2022 | 22:42 WIB

Penggolongan Jenis dan Sifat dari Karbohidrat

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:54 WIB
X