Cara Kerja Hati pada Sistem Ekskresi Manusia

- Selasa, 9 November 2021 | 21:28 WIB
Makanan sehat untuk metabolisme hati
Makanan sehat untuk metabolisme hati

Definisi Hati
Hati adalah kelenjar terbesar dalam tubuh dan melakukan banyak fungsi hati yang penting untuk menjaga tubuh agar bebas dari toksin dan zat-zat berbahaya. Berat dari hati seorang manusia dewasa sekitar 3 pound atau 1,3 kg. Letaknya adalah di bagian atas-kiri rongga perut di bawah diatas diafragma mengarah ke bagian kanan perut.

Cara Kerja Hati

Hati (Ruswanti)

Pada sistem eksresi manusia, hati memiliki cara kerja sendiri dalam melakukan proses homeostasis atau menyeimbangkan sistem tubuh. Dilansir dari lama Dosenbiologi.com, berikut penjelasan mengenai cara kerja hati pada sistem ekskresi manusia.

  1. Sistem Pencernaan

Hati melakukan fungsi yang aktif dalam proses pencernaan melalui produksi empedu. Empedu adalah campuran dari air, garam empedu, kolesterol, dan pigmen bilirubin. Hepatocytes dalam hati memproduksi empedu, yang mana ketika melalui saluran empedu maka akan disimpan dalam gallbladder. Salah satu cara kerjanya, yaitu ketika ada makanan yang mengandung lemak mencapai duodenum. Sel pada usus dua belas jari ini akan mengeluarkan hormon yang disebut cholecystokinin untuk member stimulus pada gallbladder sehingga mengeluarkan empedu. Empedu melewati saluran empedu dan dikeluarkan menuju duodenum dimana lemak dengan massa yang besar diemulsi. Emulsifikasi oleh empedu membentuk segumpal lemak menjadi ukuran yang lebih kecil dan dengan begitu akan lebih mudah dicerna oleh tubuh.

Selanjutnya, peran bilirubin dalam empedu adalah produk dari pencernaan hati atas sel darah merah yang terpakai. Sel kupffer dalam hati menangkap dan menghancurkan sel darah merah yang tidak lagi dibutuhkan ke hepatocytes. Kemudian, hepatocytes akan melakukan metabolisme hemoglobin, pigmen sel darah merah yang membawa oksigen ke komponen heme dan globin.

Protein globin terpakai sebagai sumber energi untuk tubuh. Kelompok heme yang berisi materi yang lebih keras tidak bisa dipakai lagi oleh tubuh dan diubah menjadi pigmen bilirubin kemudian ditambahkan ke empedu untuk diekskresi dari tubuh. Bilirubin tersebut memberikan warna hijau pada empedu. Kemudian, bakteri dalam usus mengubah bilirubin ke sebuah pigmen coklat yang disebut stercobilin yang memberikan warna untuk feses.

Baca Juga: Pepaya Selain Baik untuk Pencernaan, Ternyata Juga Miliki Manfaat Lain Bagi Tubuh

  1. Sistem Metabolisme

Semua darah yang mengalir meninggalkan sistem pencernaan melewati portal urat darah hepatik, maka hati bertanggungjawab untuk melakukan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein menjadi material yang berguna secara biologis. Sistem pencernaan menghancurkan karbohidrat menjadi monosakarida glukosa, yang mana digunakan oleh sel sebagai sumber energi utama. Darah yang masuk ke hati melalui portal urat darah hepatik adalah darah yang kaya akan glukosa dari makanan yang dicerna. Hepatocytes menyerap banyak glukosa tersebut dan menyimpannya sebagai makromolekul glikogen dan polisakarida yang membuat hepatocytes bisa menyimpan glukosa dalam jumlah banyak dan secara cepat mengeluarkan glukosa diantara waktu makan. Penyerapan dan pengeluaran glukosa oleh hepatocytes membantu dalam homeostasis dan menjaga bagian tubuh lainnya dari material berbahaya.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Dosenbiologi.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X