Manfaat dan Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

- Selasa, 30 November 2021 | 09:07 WIB
Merak (Pavo muticus) di Taman Nasional Baluran
Merak (Pavo muticus) di Taman Nasional Baluran
  1. Manfaat bidang sosial dan budaya

Ragam flora dan fauna yang ada di Indonesia juga berpengaruh terhadap sosial budaya masyarakat. Ada beberapa agama di Indonesia yang menggunakan hewan atau tumbuhan tertentu dalam upacara keagamaan atau adat.

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Seperti yang kita ketahui, Bumi adalah tempat tinggal bagi ribuan jenis makhluk hidup dengan berbagai ukuran, habitat, dan kebutuhan. Pada satu ekosistem atau area saja, ada banyak makhluk hidup yang tinggal, mulai dari manusia, hewan, serangga, jamur, hingga organisme uniseluler. Semua variasi bentuk kehidupan itu disebut dengan keanekaragaman hayati.

Sebagai tempat tinggal yang paling baik untuk manusia, ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan manusia untuk melestarikan keanekaragaman hayati, yaitu dengan reboisasi, tebang pilih, pengendalian hama, dan pelestarian alam. Berikut penjelasan singkatnya.

  1. Reboisasi adalah pemulihan lahan rusak dengan cara menanam kembali tanaman atau pohon-pohon yang terdapat di wilayah tersebut.
  2. Tebang pilih adalah seleksi untuk menentukan pohon-pohon mana yang layak ditebang, sehingga jumlah pohon di wilayah tersebut tidak berkurang secara signifikan.
  3. Pengendalian hama secara biologi dapat dilakukan dengan melepaskan atau mengembangbiakkan predator alami ke habitat tersebut.
  4. Pelestarian alam adalah tindakan untuk menjaga spesies tertentu dari kepunahan. Pelestarian alam dapat dilakukan secara insitu maupun eksitu. Pelestarian alam insitu dilakukan di habitat asli spesies tersebut, sementara pelestarian alam eksitu dilakukan di luar habitat aslinya.

Baca Juga: Definisi Keanekaragaman Hayati Tingkat Genetik, Jenis, dan Ekosistem

Selain keempat cara tersebut, pelestarian keanekaragaman hayati juga dapat dilakukan dengan 2 metode, yaitu:

  1. Metode Insitu

Metode Insitu merupakan sebuah upaya pelestarian dari keanekaragaman hayati yang langsung dilakukan pada tempat dari flora dan fauna itu berada. Metode ini memberikan perlindungan pada kawasan yang dianggap memiliki ekosistem unik atau flora dan fauna yang terancam punah. Biasanya dilakukan dengan pembuatan suaka marga satwa, cagar alam, hutan suaka alam, dan taman nasional. Berikut penjelasan singkatnya.

  1. Suaka marga satwa merupakan sebuah upaya perlindungan terhadap ekosistem yang dinilai mempunyai keunikan. Keunikan tersebut berisi berbagai jenis flora serta fauna yang wajib untuk dilindungi.
  2. Taman nasional merupakan sebidang tanah yang memperoleh perlindungan mutlak pemerintah. Tanah ini biasanya isinya adalah ekosistem- ekosistem terlindungi.
  3. Cagar alam merupakan keadaan alam yang memiliki sifat khas berasal dari flora maupun fauna di dalamnya. Cagar alam juga mempunyai ekosistem yang wajib untuk dilindungi.
  4. Hutan suaka alam merupakan hutan yang mempunyai ekosistem terlindungi di dalamnya. Hutan suaka alam pun biasa dikenal dengan nama hutan lindung.

Metode ini dapat dilakukan oleh pemerintah dari negara terkait.

  1. Metode Eksitu

Metode eksitu merupakan metode pelestarian dari keanekaragaman hayati yang dilakukan menggunakan cara pengambilan fauna serta flora dari wilayah aslinya. Tujuannya konservasi, perlindungan, dan pengembangbiakan. Metode ini pun dilakukan ketika ekosistem dari tempat flora dan fauna tersebut tinggal sudah hancur total maupun rusak, sehingga membutuhkan waktu agar dapat ditinggali kembali.

Metode eksitu juga merupakan upaya konservasi menggunakan cara koleksi spesies langka, sehingga masa hidup dari hewan atau tumbuhan tersebut dapat lebih lama. Dalam metode eksitu, ada beberapa cara, yaitu menggunakan kebun binatang, taman safari, serta taman hutan raya.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

40 Contoh Parikan Berbahasa Jawa

Selasa, 17 Mei 2022 | 10:08 WIB

Kumpulan Rumus Fisika yang Sering Digunakan

Kamis, 12 Mei 2022 | 21:09 WIB
X