Menemukan Bakat Andal dari Pondok Pesantren

- Jumat, 15 September 2017 | 23:08 WIB

Kementerian Pemuda Olahraga secara resmi meluncurkan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017. Tak kurang dari 1.000 pondok pesantren se-Indonesia, serta puluhan ribu santri yang bernaung di dalamnya ambil bagian dalam turnamen akbar ini. Di regional Sumatra Enam, yang merupakan gabungan dari Provinsi Sumatra Barat dan Bengkulu, kompetisi ini mulai bergulir sejak Jumat (15/9), setelah dibuka secara resmi di Lapangan Sepakbola Universitas Negeri Padang (UNP) Kampus Lubuk Buaya, Padang.

Dewan Pembina Pelaksanaan LSN 2017 Sumbar Firdaus, kepada Haluan mengatakan, berdasarkan kesepakatan antara panitia penyelenggara Sumbar dan Bengkulu, pelaksanaan LSN terlebih dahulu digelar di provinsi masing-masing, hingga kompetisi menghasilkan juara, yang kemudian saling berhadapan di partai final regional Sumatra Enam.

“Bukan sekadar mengajak santri berolahraga, turnamen LSN ini juga membawa misi mencari bibit pesepakbola andal dari balik dinding pesantren, yang diharapkan kemudian hari mampu berbuat bagi bangsa di pentas olahraga,” ucap Firdaus, Jumat (15/9).

Untuk pelaksanaan di Sumbar sendiri, setelah sukses diselenggarakan pada pagelaran 2016 lalu, segala persiapan telah dimatangkan jauh hari sebelumnya. Dijadwalkan, pada hari keempat pelaksanaan Senin nanti, sudah didapatkan juara yang akan mewakili Sumbar pada final regional melawan wakil dari Bengkulu.

“Tentu kita harus optimis. Setelah nanti dipastikan siapa utusan Sumbar menghadapi utusan Bengkulu, itu akan jadi pertaruhan apakah Sumbar akan mengirim utusan ke babak grand final atau tidak. Jika kalah di babak final regional, tentu utusan Sumbar nihil di babak grand final yang akan diikuti oleh utusan dari 32 regional yang ada se-Indonesia,” katanya lagi.

Bicara soal potensi pesepakbola muda asal Sumbar, Firdaus meyakini berdasarkan sejarah yang ada, Sumbar selalu mampu memunculkan bakat-bakat hebat dari rahim Minangkabau. Sebut saja dari era Sutan Harhara hingga era Irsyad Maulana yang saat ini membela Semen Padang FC yang merupakan klub kebanggaan urang awak.

Belum lagi jika dikaji betapa bertajinya pelatih-pelatih dan pemandu bakat asal Sumbar, sambungnya, seperti Nilmaizar, Indra Syafri, dan Jafri Sastra. Firdaus pun berharap pada pelaksaan LSN di Sumbar nanti, akan didatangi para pemandu bakat yang memantau bibit-bibit potensial dari kalangan kaum terdidik di pondok pesantren yang ada di Sumbar.

"Kami melihat LSN adalah program yang berpotensi besar mencetak bibit unggul pesepak bola Indonesia. Pada pelaksanaan tahun 2016 misalnya, LSN menghasilkan beberap pemain yang mengikuti seleksi tim nasional U-18 asuhan pelatih Indra Sjafri," kata Firdaus.

Bahkan, lanjut Fidraus, salah seorang pemain jebolan LSN 2016, yang menjadi pencetak gol terbanyak pada pagelaran tahun lalu: Muhammad Rafli Mursalim, berkat talenta memukaunya di ajang LSN 2016, berbuah manis dengan panggilan Tim Nasional untuk ikut serta dalam ajang sekaliber Piala AFF U-18, yang dilaksanakan di Myanmar.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Dear Calon Mahasiswa Baru PNP, Jalur SMPNP Diundur

Selasa, 27 Juli 2021 | 13:42 WIB

Politeknik ATI Padang Rancang IPAL Mini

Minggu, 25 Juli 2021 | 19:53 WIB

22 Mahasiswa Bentuk IKMB, Wadah Informasi Maba

Minggu, 25 Juli 2021 | 19:51 WIB
X