Terbatas Lahan, PUPR Bangun Rusunawa Mini untuk Ponpes

- Rabu, 25 Maret 2020 | 18:35 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan melakukan inovasi pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) untuk Pondok Pesantren yang memiliki keterbatasan lahan untuk lokasi pembangunan hunian vertikal.

Salah satunya dengan membangun Rusunawa Tipe Barak Mini di Pondok Pesantren Raudlatussalam yang berada di Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR diberikan tugas oleh Bapak Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan infrastruktur pendukung pendidikan seperti hunian santri dan mahasiswa, agar mereka bisa lebih fokus belajar untuk prestasi.

Dengan selesainya pembangunan Rusun tersebut diharapkan bisa membantu para santri untuk mendapatkan asrama yang layak selama proses belajar mengajar dan mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berakhlak mulia.

Pembangunan Rusunawa Pondok Pesantren Raudlatussalam dilaksanakan pada tahun 2019 lalu dan saat ini sudah rampung. Lokasinya berada di Jalan Raya Mauk-Pasar Kemis KM 2, Kampung Sawah Ciladog, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Rusun satu tower dua lantai dengan tipe Barak Super Mini memiliki unit hunian terdiri dari empat barak dan telah dilengkapi dengan meubelair seperti tempat tidur susun sebanyak 28 unit dan juga lemari sebanyak 28 unit. Pembangunan rusunawa tersebut menelan biaya sebesar Rp 2,5 Milliar.

Rusunawa Mini ini dibangun di atas lahan yang tidak terlalu luas. Panjang bangunannya 24 meter dan lebar sekitar 8,2 meter. Luas keseluruhan bangunan totalnya 196,8 meter dan dapat menampung 56 santri. Diharapkan para santri dan pengasuh Ponpes Yayasan Raudlatussalam untuk dapat memanfaatkan hunian vertikal tersebut dengan sebaiknya-baiknya untuk menuntut ilmu.

Pimpinan Ponpes Raudlatussalam TB Abdussomad menyatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan Rusunawa dari Kementerian PUPR tersebut. Menurutnya bangunan itu sangat bermanfaat karena memang sangat dibutuhkan sebagai tempat tinggal para santriwati.

“Alhamdulillah pembangunan Rusun ini telah selesai dan siap untuk di huni santriwati. Kami mengucapkan terima kasih yang kepada Kementerian PUPR yang telah merealisasikan serta mengawasi pembangunan rusun ini mulai dari awal sampai selesai,” ujar Abdussomad, dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Rabu (25/3/2020).

Rusun santri umumnya memiliki 8-12 kamar tipe barak yang dapat menampung sekitar 216 santri/mahasiswa. Sedangkan Rusun Mahasiswa menggunakan kamar tipe 24 yang dapat dihuni 2 orang. Sementara Rusun ASN diperuntukan bagi ASN yang belum menikah maupun yang sudah berkeluarga. Pada umumnya memiliki 3-4 lantai dengan tiga tipe kamar yakni tipe 24, 36 dan 45 dan jumlah unit sebanyak 36-58 unit. (*)

Editor: Administrator

Terkini

Hukum Fisika yang Diterapkan dalam Bulu Tangkis

Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:39 WIB

Inilah Hukum Fisika yang Diterapkan dalam Renang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:48 WIB

4 Teknik Dasar Permainan Bola Voli

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:47 WIB

Hukum Fisika yang Diterapkan dalam Olahraga Atletik

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:34 WIB

Hukum Fisika yang Diterapkan dalam Panahan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:05 WIB

Hukum Fisika yang Diterapkan dalam Olahraga Bela Diri

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:10 WIB

Peralatan dan Peraturan Permainan Bola Voli

Kamis, 21 Oktober 2021 | 11:20 WIB

Jenis Magnet dan Cara Membuatnya

Selasa, 19 Oktober 2021 | 22:56 WIB

Manfaat Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Para Ilmuwan Peneliti Magnet dan Manfaat Magnet

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:40 WIB

Penjelasan Tentang Magnet dan Gaya Magnet

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:14 WIB

Irman Gusman Berharap Perguruan Thawalib Terus Maju

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:19 WIB

4 Sekolah di Pariaman Direhab Melalui DAK

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:55 WIB

85% Keberhasilan Seseorang Ditentukan oleh Soft Skill

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:07 WIB
X