Pengertian dan Penyebab Efek Rumah Kaca

- Selasa, 28 Desember 2021 | 21:41 WIB
Pengertian dan penyebab efek rumah kaca
Pengertian dan penyebab efek rumah kaca

Bumi semakin panas, berikut kata-kata yang selalu dilontarkan setiap tahun. Bahkan, secara internasional, diperingati hari Bumi setiap tanggal 22 April. Hari Bumi diperingati untuk menjaga bumi kita ini. Apa yang sebenarnya terjadi dengan bumi kita ini?

Sejak zaman dahulu, manusia telah melakukan berbagai perubahan di bumi kita ini. Hal tersebut diikuti dengan perkembangan zaman pada kehidupan manusia, dari tradisional menjadi modern. Dampak yang terjadi bagi kehidupan bumi ini ada yang baik dan buruk.

Salah satu dampak buruk bagi lingkungan adalah perubahan iklim dan lingkungan. Akibat adanya perubahan yang merusak ini, terjadi banjir akibat sampah yang dibuang sembarangan di sungai, tanah longsor akibat penebangan pohon liar, udara yang dihirup di kota besar kebanyakan berbahaya akibat polusi udara pabrik dan pencemaran limbah. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? 

Nah, kali ini kita akan membahas penyebab dari perubahan iklim (climate change), yaitu efek rumah kaca.

Pengertian Efek Rumah Kaca

Secara singkat, efek rumah kaca adalah proses naiknya suhu bumi karena perubahan di atmosfer. Efek rumah kaca menyebabkan panas dari sinar matahari tetap berada di bumi.

Konsep efek rumah kaca ini ditemukan oleh seorang ilmuan bernama Joseph Fourier pada tahun 1824. Menurut Joseph, efek rumah kaca merupakan proses pemanasan yang disebabkan atmosfer. Fenomena alam ini terjadi karena pantulan sinar matahari melewati atmosfer bumi. Sehingga menyebabkan gas-gas seperti karbon dioksida dan gas lain merusak selimut atmosfer. Menurutnya, efek rumah kaca sebenarnya bisa terjadi secara alami di bumi. Namun, akibat dari aktivitas manusia membuat semakin tinggi proses ini. Akibat dari efek rumah kaca yang berlebihan ini muncul pemanasan global.

Mengapa disebut efek rumah kaca? Sebab, rumah kaca adalah bangunan yang dinding dan atapnya terbuat dari kaca dengan tujuan agar panas dari sinar matahari yang ditangkap pada siang hari, terperangkap di dalam bangunan sehingga pada malam hari suhu di dalam bangunan tetap hangat.

Baca Juga: Atasi Perubahan Iklim, Indonesia Butuh Rp3.779 Triliun dalam 10 Tahun

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jogjakarta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengertian dan Cara Penulisan Angka Romawi

Senin, 23 Mei 2022 | 11:05 WIB

Karakteristik dan Jenis Kain Denim

Senin, 23 Mei 2022 | 10:58 WIB

Karakteristik dan Jenis Kain Katun

Senin, 23 Mei 2022 | 10:52 WIB

Proses Pembuatan Kain Tenun yang Lengkap

Senin, 23 Mei 2022 | 07:12 WIB

Begini Cara Cek Hasil UTBK SMBPTN 2022

Sabtu, 21 Mei 2022 | 11:46 WIB
X