Penjelasan Tentang Penjumlahan Vektor dengan 4 Metode

- Jumat, 31 Desember 2021 | 09:27 WIB
Ilustrasi orang berlari yang memiliki vektor (nilai dan arah)
Ilustrasi orang berlari yang memiliki vektor (nilai dan arah)

Kali ini, kita akan membahas mengenai macam-macam metode pada penjumlahan vektor. Sebelumnya, apa itu vektor? Vektor sendiri berarti garis berarah yang memiliki besaran (nilai) dan arah tertentu. Penerapan vektor pada kehidupan sehari-hari, seperti saat seseorang duduk di kursi maka tekanan yang diberikan arahnya ke bawah. Lalu, ketika seorang anak menarik mobil mainan dengan tali berarti ia memberi gaya pada mobil yang berarah ke tangannya.

Simbol Vektor

Simbol besaran vektor dapat dinyatakan dengan huruf cetak tebal atau huruf cetak tipis yang diberi tanda panah di atasnya. Misalnya vektor gaya dapat dituliskan dengan simbol F atau ????⃗ , tetapi jika menyatakan besar atau nilainya saja (tidak menyertakan arahnya) disimbolkan dengan huruf cetak tebal atau huruf cetak tipis bertanda panah di atasnya yang diberi tanda garis mutlak atau cukup huruf cetak tipis.

  • Misalnya ada pernyataan “benda diberi gaya 5 N ke timur” dituliskan dengan F = 5 N ke timur atau ????⃗= 5 N ke timur
  • Misalnya ada pernyataan “benda diberi gaya 5 N” (tanpa menyebut arah) dituliskan dengan ????= 5 N atau |????⃗| = 5 N atau |????| = 5 N

Sebuah vektor digambarkan sebagai sebuah ruas garis berarah (panah) yang mempunyai titik tangkap (titik pangkal) sebagai tempat permulaan vektor. Panjang garis menunjukkan nilai vektor dan arah panah menunjukkan arah vektor.

Baca Juga: Cara Kerjakan Soal Komponen Vektor

Metode Penjumlahan Vektor

Aturan penjumlahan besaran vektor berbeda dengan penjumlahan besaran skalar. Massa merupakan besaran skalar, massa 3 kg dengan 4 kg jika dijumlahkan pasti hasilnya 7 kg. Sedangkan gaya merupakan besaran vektor, gaya 3 N dengan 4 N jika dijumlahkan hasilnya 1 N sampai 7 N. Hasil 1 N didapatkan ketika kedua vektor gaya tersebut berlawanan arah (sudut apitnya 180o), hasil 7 N didapatkan ketika kedua vektor gaya tersebut searah (sudut apitnya 0o), dan hasilnya bernilai 5 N ketika kedua vektor saling tegak lurus (sudut apitnya 90o). Penjumlahan besaran vektor dapat ditentukan dengan metode grafis dan analiltis.

Vektor hasil penjumlahan disebut dengan vektor resultan.

A. Metode Grafis

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Ruangguru.com, Modul Pembelajaran SMA Fisika SMAN 3 Semarang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Begini Cara Cek Hasil UTBK SMBPTN 2022

Sabtu, 21 Mei 2022 | 11:46 WIB
X