Penyimpangan Semu dari Hukum Mendel

- Selasa, 11 Januari 2022 | 20:53 WIB
Ilustrasi penyimpangan semu pada Hukum Mendel
Ilustrasi penyimpangan semu pada Hukum Mendel

Hukum Mendel yang terbagi menjadi 2, yaitu Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II dapat dibuktikan dalam persilangan monohibrid dan dihibrid. Rasio F2 dari persilangan monohibrid menghasilkan rasio fenotip yaitu 3 : 1 atau 1 : 2 : 1, sedangkan rasio persilangan dihibrid akan menghasilkan generasi F2 dengan rasio fenotip yaitu 9 : 3 : 3 : 1.

Baca Juga: Hukum Mendel I dan II

Nah, dari kedua jenis persilangan tersebut, di dunia yang luas ini, ada beberapa hasil F2 yang tidak sesuai dengan Hukum Mendel. Beberapa kasus persilangan menghasilkan rasio fenotip yang menyimpang dari Hukum tersebut. Hal ini disebabkan oleh beberapa gen dengan alel yang berbeda yang saling memengaruhi pada saat pembentukan fenotip. Namun, aturan dasar pada Hukum Mendel tetap berlaku pada penentuan genotipenya.  Berikut 5 penyimpangan semu Hukum Mendel yang dilansir dari Ruangguru.com.

  1. Atavisme

Atavisme, penyimpangan semu pada Hukum Mendel yang muncul pada kasus jengger ayam

Atavisme adalah interaksi antar gen berbeda alel yang menghasilkan filial atau keturunan dengan fenotip yang berbeda dari induknya. Contoh, penampakan pada jengger ayam.

Bentuk dari jengger ayam dipengaruhi oleh dua gen berbeda alel, yaitu gen R yang menentukan bentuk rose dan gen P yang menentukan bentuk pea. Ketika kedua gen ini terdapat secara bersamaan (R_P_). Nah, kedua gen tersebut akan berinteraksi memunculkan sifat baru, yaitu bentuk walnut. Ketika kedua gen dominan tersebut tidak ada (rrpp), sifat yang muncul adalah bentuk single.

Jadi, genotip dari empat jenis jengger ayam, yaitu walnut (R_P_), rose (R_pp), pea (rrP_), dan single (rrpp).

Perbandingan Pola Genotip dan Pola Fenotip

Perbandingan dari pola genotip dan fenotip dari penyimpangan atavisme, antara lain.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Ruangguru.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X