5 Jenis Model Atom Menurut Para Ahli

- Rabu, 12 Januari 2022 | 11:29 WIB
Ilustrasi model atom
Ilustrasi model atom
  1. Model Atom Rutherford

Model atom Rutherford

Model atom dari Rutherford terinspirasi dari penelitian kedua asisten yang bekerja di laboratoriumnya, yaitu Hans Geiger dan Ernest Marsden pada tahun 1908. Mereka berdua melakukan eksperimen dengan menembakkan sinar alfa (sinar bermuatan positif) pada pelat emas yang sangat tipis. Sebagian besar sinar alfa itu berjalan lurus tanpa gangguan, tetapi sebagian kecil dibelokkan dengan sudut yang cukup besar, bahkan ada juga yang dipantulkan kembali ke arah sumber sinar. Percobaan ini kemudian dikenal sebagai Percobaan Geiger-Marsden.

Atas eksperimen kedua asistennya, Ernest Rutherford memberi penafsiran sebagai berikut.

  1. Sebagian besar partikel sinar alfa dapat menembus pelat karena melalui daerah hampa.
  2. Partikel alfa yang mendekati inti atom dibelokkan karena mengalami gaya tolak inti.
  3. Partikel alfa yang menuju inti atom dipantulkan karena inti bermuatan positif dan sangat masif.

Pada tahun 1911, Ernest Rutherford mengungkapkan teori atom modern yang dikenal sebagai model atom Rutherford.

  1. Atom tersusun dari:

1) Inti atom yang bermuatan positif.

2) Elektron-elektron yang bermuatan negatif dan mengelilingi inti.

  1. Semua proton terkumpul dalam inti atom, dan menyebabkan inti atom bermuatan positif.
  2. Sebagian besar volume atom merupakan ruang kosong. Hampir semua massa atom terpusat pada inti atom yang sangat kecil. Jari-jari atom sekitar 10–10 m, sedangkan jari-jari inti atom sekitar 10–15 m.
  1. Model Atom Bohr

Model atom Bohr

Pada tahun 1913, seorang ilmuwan dari Denmark yang bernama Niels Henrik David Bohr (1885-1962) menyempurnakan model atom Rutherford. Atom terdiri dari inti atom yang mengandung proton dan neutron dan dikelilingi oleh elektron yang berputar dalam orbitnya (tingkat energi tertentu). Orbit ini dikenal sebagai kulit atom.

Model atom yang diajukan Bohr dikenal sebagai model atom Rutherford-Bohr, yang dapat diterangkan sebagai berikut.

  1. Elektron-elektron dalam atom hanya dapat melintasi lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit-kulit atau tingkat-tingkat energi, yaitu lintasan di mana elektron berada pada keadaan stationer, artinya tidak memancarkan energi.
  2. Kedudukan elektron dalam kulit-kulit, tingkat-tingkat energi dapat disamakan dengan kedudukan seseorang yang berada pada anak-anak tangga. Seseorang hanya dapat berada pada anak tangga pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya, tetapi ia tidak mungkin berada di antara anak tangga-anak tangga tersebut.

Model atom Bohr tersebut dapat dianalogkan seperti sebuah tata surya mini. Pada tata surya, planet-planet beredar mengelilingi matahari. Pada atom, electron-elektron beredar mengelilingi atom, hanya bedanya pada sistem tata surya, setiap lintasan (orbit) hanya ditempati 1 planet, sedangkan pada atom setiap lintasan (kulit) dapat ditempati lebih dari 1 elektron.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Ruangguru.com, Kimia untuk SMA/MA Kelas X oleh Budi Utami

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengertian, Unsur dan Fungsi Sejarah

Rabu, 22 Juni 2022 | 11:25 WIB

Unsur, Rumus dan Contoh Soal Lingkaran

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:37 WIB

Apa Hukum Kekekalan Massa Dan Siapa Penemunya?

Rabu, 22 Juni 2022 | 03:14 WIB
X