Perbedaan Unsur, Senyawa, dan Campuran

- Rabu, 12 Januari 2022 | 21:50 WIB
Perbedaan Unsur, Senyawa, dan Campuran (Ruswanti)
Perbedaan Unsur, Senyawa, dan Campuran (Ruswanti)
  • Metaloid karena dapat bersifat layaknya unsur logam maupun nonlogam.
  • Umumnya, unsur ini bersifat semikonduktor.
  • Tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik (isolator) saat suhu rendah.
  • Dapat menghantarkan listrik dengan baik (konduktor) saat suhu tinggi.
  • Berwujud padat, namun teksturnya lebih rapuh dibandingkan unsur logam.
  • Berwarna abu-abu mengkilap atau keperakan. 
  • Contohnya, boron (B), silikon (Si), germanium (Ge), arsen (As), antimon (Sb), tellurium (Te), dan polonium (Po).

3. Unsur Nonlogam

  • Berwujud padat, cair, dan gas pada suhu ruangan.
  • Umumnya, berwarna tidak mengkilap.
  • Bukan penghantar listrik dan panas yang baik.
  • Titik didih atau titik leleh rendah.
  • Tidak dapat dibentuk, direntangkan, atau ditarik. 
  • Contoh unsur nonlogam berbentuk padat, belerang (S), fosforus (P), karbon (C), silikon (Si), dan iodin (I).
  • Contoh unsur nonlogam berbentuk gas,  fluorin (F), helium (He), hidrogen (H), klorin (Cl), nitrogen (N), oksigen (O), dan neon (Ne).
  • Contoh unsur nonlogam berbentuk cair, Bromin (Br).

 

Senyawa 

Senyawa (Ruswanti)

Nah, senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia. Dengan kata lain, senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Contohnya, air. 

Air merupakan gabungan dari unsur hidrogen (H) dan oksigen (O) dengan rumus kimia H2O. Air dapat diuraikan kembali menjadi hidrogen dan oksigen melalui reaksi kimia.

Meski pada tekanan atmosfer, hidrogen dan oksigen sama-sama berwujud gas. Namun, saat unsur itu bersatu dan saling mengikat, wujudnya dapat berubah menjadi cair. 

Nah, berdasarkan asal pembentukkannya, senyawa digolongkan menjadi dua jenis. 

1. Senyawa Organik 

  • Berasal dari makhluk hidup atau dari proses fotosintesis.
  • Terdiri atas unsur karbon (C) sebagai rangkaian utamanya.
  • Tidak mudah larut dalam air, namun akan larut jika dicampur dengan pelarut yang sifatnya organik.
  • Akibat unsur pembentuknya berupa karbon (C), senyawa organik cenderung akan mudah terbakar. 
  • Contohnya, gula (C12H22O11), alkohol (C2H5OH), dan urea (CO(NH2)2).

2. Senyawa Anorganik 

  • Berasal dari sumber daya mineral yang terdapat di bumi.
  • Titik didih atau titik leleh relatif tinggi dibandingkan senyawa organik.
  • Mudah larut dalam air dan cenderung tidak mudah terbakar. 
  • Contohnya, air (H2O), garam (NaCl), karbon dioksida (CO2), dan masih banyak lagi. 

 

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Ruangguru.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengertian dan Tanda Tempo Lagu

Selasa, 17 Mei 2022 | 21:35 WIB

40 Contoh Parikan Berbahasa Jawa

Selasa, 17 Mei 2022 | 10:08 WIB
X