Larutan Elektrolit dan Larutan Non-Elektrolit

- Kamis, 13 Januari 2022 | 01:22 WIB
Ilustrasi larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit (baterai)
Ilustrasi larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit (baterai)

Saat kita terkena listrik atau mengalami korsleting, biasanya kita tidak boleh mendekati air. Kenapa, ya? Apakah cairan dapat menghantarkan listrik? Jadi, cairan yang berupa larutan sendiri memiliki beberapa sifat, salah satunya adalah daya hantar listrik. Untuk memahami lebih lanjut, simak penjelasan berikut, ya!

Jadi, larutan yang memiliki daya hantar listrik pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan asal Swedia bernama Svante August Arrhenius. Beliau berhasil menjelaskan tentang peristiwa hantaran arus listrik melalui larutan dengan teori ionisasi pada tahun 1887. Menurut Arrhenius, larutan yang dapat menghantarkan listrik karena di dalamnya mengandung ion-ion, yang dapat bergerak bebas. Ion-ion itu lah yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik dalam larutan. Nah, larutan yang dimaksud disebut sebagai larutan elektrolit.

Baca Juga: Notasi dan Partikel Atom (Proton, Elektron, dan Neutron)

Definisi Larutan Elektrolit dan Larutan Non-Elektrolit

Larutan elektrolit merupakan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan dalam air. Larutan ini memiliki gejala, berupa indikator lampu yang menyala pada alat uji atau timbulnya gelembung gas dalam larutan. Bagaimana hal tersebut terjadi? Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghasilkan ion-ion pada saat dilarutkan dalam air. Jadi, pada saat berbentuk lain, seperti benda padat, biasanya senyawa tersebut tidak dapat menghantarkan listrik. Karena tidak terjadi ionisasi.

Baca Juga: Perbedaan Unsur, Senyawa, dan Campuran

Berbanding terbalik dengan larutan elektrolit, larutan non-elektrolit adalah larutan yang zatnya tidak dapat menghantarkan arus listrik. Larutan tidak dapat menghasilkan ion-ion atau tidak mengalami ionisasi.

Kedua larutan ini dibedakan berdasarkan sifat daya hantar listrik akibat proses ionisasi. Oleh sebab itu, banyak sedikitnya ion yang terjadi pada ionisasi merupakan penentu dari besarnya daya hantar listrik yang terkandung pada larutan elektrolit. Semakin banyak ion dalam larutan, maka daya hantar listriknya akan semakin kuat.

Larutan Elektrolit

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: detik.com, Ruangguru.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Reaksi Kimia Perkaratan (Korosi)

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:42 WIB

Penjelasan Tentang Buffer (Larutan Penyangga)

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:33 WIB

Senyawa Polimer

Senin, 24 Januari 2022 | 22:57 WIB

Persamaan Termokimia dan Perubahan Entalpi Standar

Senin, 24 Januari 2022 | 21:19 WIB

Proses Pengolahan Minyak Bumi dan Manfaatnya

Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:44 WIB

Fermentasi Etanol (Alkohol)

Sabtu, 22 Januari 2022 | 14:24 WIB

Fermentasi Asam Laktat

Sabtu, 22 Januari 2022 | 14:17 WIB

Reaksi Kimia pada Fermentasi

Sabtu, 22 Januari 2022 | 14:12 WIB

Sistem Koloid dan Jenisnya

Jumat, 21 Januari 2022 | 21:04 WIB

Perusahaan Batubara CDE dan CES Rekrut 20 Alumni PNP

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:16 WIB

Perubahan Energi dalam Sistem

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:25 WIB
X