Tata Nama Senyawa Alkana (Hidrokarbon)

- Jumat, 14 Januari 2022 | 21:54 WIB
Ilustrasi tata nama senyawa alkana (hidrokarbon) pada kompor gas
Ilustrasi tata nama senyawa alkana (hidrokarbon) pada kompor gas

Senyawa alkana termasuk hidrokarbon alifatik jenuh. Nah, senyawa ini hanya memiliki ikatan tunggal antara rantai karbon. Pada awalnya, para ahli kimia mengalami kesulitan untuk member nama alkana. Karena, alkana memiliki isomer-isomer, sehingga diperlukan tata nama khusus. Oleh karena itu, perhimpunan kimiawan internasional pada pertemuan di Jenewa pada tahun 1892 telah merumuskan aturan penamaan senyawa kimia. Tata nama kimia disebut juga tata nama IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Nama yang diturunkan dengan aturan ini disebut nama sistematik atau nama IUPAC, sedangkan nama yang sudah biasa digunakan sebelum tata nama IUPAC tetap digunakan dan disebut dengan nama biasa atau nama trivial. Aturan IUPAC untuk penamaan alkana bercabang sebagai berikut.

Nama alkana bercabang terdiri dari dua bagian, yaitu:

  1. Bagian pertama, di bagian depan, yaitu nama cabang (cabangcabang).
  2. Bagian kedua, di bagian belakang, yaitu nama rantai induk.

Berikut penjelasan tentang tata nama alkana yang dilansir dari Amru.id.

Tata Nama Senyawa Alkana secara Umum

Gas LPG (contoh senyawa alkana, yaitu metana)

Rumus umum alkana:

CnH2n+2

Keterangan:

n = banyaknya atom C    

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Amru.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X