Prinsip, Proses dan Rumus dari Titrasi Asam Basa untuk Perhitungan Asidi-Alkalimetri

- Jumat, 14 Januari 2022 | 23:20 WIB
Ilustrasi titrasi asam dan basa
Ilustrasi titrasi asam dan basa
  1. Pentiter atau Titrat: zat yang mentitrasi suatu asam-basa yang ingin ditentukan kemolarannya.
  2. Titran: zat dititrasi.
  3. Titik akhir titrasi: titik saat indikator asam-basa mengalami perubahan warna.
  4. Titik ekuivalen: titik saat asam-basa tepat habis bereaksi.
  5. Daerah perubahan pH drastis: daerah saat terjadinya sedikit penambahan tetes pentiter, akan mengubah warna indikator asam-basa.

Prinsip Titrasi Asam Basa

Ilustrasi titrasi asam dan basa

Titrasi asam basa adalah prosedur yang ditujukan untuk menentukan kemolaran atau kadar suatu asam atau basa berdasarkan reaksi netralisasi. Titrasi asam basa melibatkan dua jenis larutan, yaitu larutan basa dan larutan asam. Kedua larutan dapat berperan sebagai titran dan zat peniter titrat. Titrasi yang merupakan metode asidi-akalimeter ini dapat memperhitungkan kadar suatu zat titran. Proses dari titrasi harus dilakukan, yaitu:

  1. Larutan yang akan dititrasi (titran), mula-mula ditetesi indikator asam-basa secukupnya.
  2. Kemudian masukkan pentiter (titrat), setetes demi setetes sambil menghitung jumlah tetesan ke dalam larutan titran.
  3. Ketika warna indikator pada titran berubah, hentikan titrasi (titik akhir titrasi).

Titrasi asam basa menggunakan prinsip reaksi netralisasi atau penetralan. Jadi, kadar asam ditentukan dengan larutan basa dan sebaliknya. Untuk memaksimalkan proses titrasi asidi-alkalimetri ini, ketika proses pemberian titrat ke dalam larutan titran harus memiliki sebuah indikator pengukuran. Tujuannya untuk mendapatkan jumlah pemberian titrat yang cukup. Sehingga, mencapai titik ekuivalen.

Indikator pada titrasi sebaiknya menggunakan zat kimia, yaitu zat yang akan memberikan perubahan warna saat atau tepat terjadinya titik akhir titrasi. Biasanya, indikator asam basa terbuat dari asam atau basa organik lemah. Indikator tersebut melakukan perubahan warna karena terdisosiasi dan tidak terdisosiasi. Indikator asam-basa yang baik untuk titrasi itu ada dua macam, yaitu:

  1. Mempunyai trayek perubahan pH yang berada di sekitar titik ekuivalen atau pada titik ekuivalen tersebut
  2. Adanya perubahan warna yang terlihat jelas dan tajam.

Nah, titik ekuivalen yang dimaksud dalam proses titrasi asam basa adalah “ketika jumlah mol asam sama dengan jumlah mol basa”. Secara sederhana, zat titran dan zat titrat akan habis tereaksi dalam proses titrasi.

Baca Juga: Sifat dan Macam Logam Alkali Tanah

Jenis Titrasi Asam Basa

Ada 4 jenis titrasi asam basa berdasarkan kekuatan dari asam maupun basa, yaitu:

  1. Titrasi asam kuat-basa kuat

Titrasi asam kuat dan basa kuat adalah titrasi yang terjadi dimana kedua larutan akan terionisasi secara sempurna. Karena, asam kuat dan basa kuat termasuk ke dalam larutan dengan kemampuan elektrolit kuat. Hal ini memungkinkan terjadinya ionisasi sempurna di dalam air.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Tirto.id, Ruangguru.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indikator Asam Basa

Sabtu, 15 Januari 2022 | 09:14 WIB

Sifat, Klasifikasi dan Cara Membedakan Asam Basa

Jumat, 14 Januari 2022 | 21:55 WIB

Tata Nama Senyawa Alkana (Hidrokarbon)

Jumat, 14 Januari 2022 | 21:54 WIB

Konsep Reaksi Redoks (Reduksi-Oksidasi)

Jumat, 14 Januari 2022 | 01:35 WIB

Definisi dan Jenis-Jenis pada Ikatan Kovalen

Jumat, 14 Januari 2022 | 01:29 WIB
X