PJJ Tidak Maksimal, SDN 18 Peipei di Mentawai Terapkan Sekolah Tatap Muka

- Senin, 3 Agustus 2020 | 13:51 WIB

HARIANHALUAN.COM - Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa new normal atau kebiasaan tatanan baru Covid-19 di daerah terpencil di Kabupaten Kepulauan Mentawai dinilai tidak maksimal dilakukan, mulai dari kesiapan siswa sampai minimnya dorongan orang tua/wali menjadi kendala.

Salah satu sekolah yang menerapkan sistem tatap muka di Mentawai yaitu SD N 18 Peipei, Desa Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya. Penerapan sistem pembelajaran jarak jauh di daerah ini sulit dilakukan lantaran banyak siswa yang tidak mampu mencerna pembelajaran dan minimnya dorongan orang tua terhadap anak didik.

"Seminggu setelah new normal Covid-19, berdasarkan instruksi, kami melaksanakan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh, yakni dengan sistem  memberikan tugas dan memberikan pembelajaran di rumah siswa, dan itu tidak berjalan dengan baik, karena saat guru mendatangi siswa, siswa justru ikut orang tua ke ladang," kata Kepala SDN 18 Peipei Anjelo, S.Pd, Senin (03/08).

Berdasarkan pertimbangan tersebut pihaknya bersama rekan guru melakukan evaluasi sistem pembelajaran jarak jauh, yang pada akhirnya diputuskan untuk menerapkan sistem pembelajaran tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan.

"Kita kan kasihan melihat siswa tidak dapat belajar dengan baik dan target capaian pelajaran jarak jauh juga tidak tuntas, karena banya tugas tidak bisa diselesaikan siswa, dikarenakan berbagai hal salah satunya pengaruh lingkungan keluarga dan lebih banyak waktu bermain dari pada belajar," tuturnya. 

Disamping itu yang menjadi kendala penerapan PJJ, kata Anjelo, kurangnya fasilitas pendukung lainnya misalnya terbatasnya akses internet apabila menggunakan teknologi informasi internet, tidak semua orang tua yang mampu membeli Android untuk anak didik, terbatasnya jaringan listrik di daerah tersebut. 

"Banyak sebenarnya yang menjadi kendala kita dalam menerapkan sistem PJJ, jadi solusi kita agar siswa tidak ketinggalan jauh kami melakukan sistem tatap muka, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, misal mengecek suhu tubuh sebelum masuk kelas, baik guru maupun siswa, mencuci tangan, jaga jarak dan menggunakan masker," paparnya.

Ia menyebutkan pembelajaran tatap muka dilakukan secara bergantian, yang mana tiap kelas mengikuti pembelajaran sebanyak 2 kali dalam seminggu dan dilaksanakan selama 2 jam dalam 1 kali pertemuan, misalnya kelas 1 dan 2 pada hari Senin dan Selasa, Rabu dan Kamis kelas 2 dan 4, Jumat dan Sabtu kelas 5 dan 6.

"Sampai sekarang kita masih menerapkan sistem tatap muka, nah jika ada guru yang baru datang dari luar daerah, maka akan mengikuti masa karantina selama 14 hari, begitu juga dengan siswa tidak luput dari pantauan kita," tukasnya. 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Tujuan, Macam dan Dampak Kolonialisme

Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:11 WIB

SDN 10 Painan Siap Menuju Sekolah Terbaik di Pessel

Selasa, 26 Oktober 2021 | 13:07 WIB

PNP Beri Reward Puluhan Juta untuk Lulusan Terbaik

Selasa, 26 Oktober 2021 | 07:58 WIB

Besaran Skalar dan Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:50 WIB

Besaran Pokok dan Besaran Turunan dalam Ilmu Fisika

Senin, 25 Oktober 2021 | 20:47 WIB

20 Wisudawan Terbaik PNP Periode ke-60

Minggu, 24 Oktober 2021 | 06:55 WIB

Tujuan, Ciri dan Jenis Norma Hukum

Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:00 WIB
X