Pengurus Yayasan Thawalib Silaturahmi dengan Kepala Kemenag Padang Panjang

- Senin, 3 Agustus 2020 | 16:41 WIB

HARIANHALUAN.COM - Pengurus Yayasan Thawalib Padang Panjang Senin pagi (3/8/2020) bersilaturahmi dengan Kepala Kemenag Padang Panjang H. Gusman Piliang di Kantor Kemenag. Dalam silaturrahmi tersebut muncul keinginan yang sama untuk memajukan Perguruan Thawalib Padang Panjang sebagai aset dan kebanggaan masyarakat Padang Panjang dan Sumatera Barat. 

Hadir dalam silaturrahmi tersebut Kasubag TU Kemenag H. Bustami, Kasi Penmad Wahyu Salim dan Kasi Ponpes Editiawarman. Sedangkan jajaran Pengurus Yayasan Thawalib hadir Abrar (Ketua Umum), H Ali Usman Syuib (Ketua). Fahmi (Wakil Sekretaris) dan Pimpinan Perguruan Thawalib Buya Zulkarnaini.

Menurut Ketua Umum Yayasan Thawalib Abrar, silaturrahmi dengan Kepala Kemenag dan jajarannya penuh dengan makna dan merupakan upaya nyata dalam membangun kesamaan pemikiran dan pandangan terhadap lembaga pendidikan Islam di Padang Panjang. "Sebagai institusi resmi negara yang ikut membina Perguruan Thawalib, maka silaturrahmi dengan Kemenag sangat penting. Banyak hal yang kami bicarakan dalam pertemuan tersebut," ujarnya.

Dijelaskan Abrar, kepengurusan Yayasan Thawalib yang berusia satu tahun, baru sekarang bersilaturahmi secara formal dengan Kemenag. "Selama ini kami membangun silaturrahmi secara informal, namun seiring perjalanan waktu maka silaturrahmi langsung kami lakukan, karena banyak hal yang perlu dibicarakan dalam upaya memajukan Perguruan Thawalib," kata Abrar.

Pertemuan tersebut penuh dalam suasana kekeluargaan dan keakraban. Kepala Kemenag H. Gusman Piliang sebagai ahlul bait menyambut senang atas pertemuan tersebut.

Memajukan Thawalib
Sementara Ketua Yayasan Thawalib H. Ali Usman Syuib menambahkan, sebagai salah satu pesantren di kota Padang Panjang, tentu menjadi kewajiban dalam membangun silaturrahmi dengan instansi seperti Kemenag yang mempunyai hubungan secara kedinasan. "Sebagai pengelola Yayasan Thawalib yang memiliki unit pendidikan dari RAA, MIUT sampai MTs dan KUI Thawalib, maka kami ingin juga mendapat pencerahan dari Kemenag yang tentu selama ini memberikan perhatian terhadap Thawalib," ujarnya.

Kata Ali Usman, dalam pertemuan tersebut disampaikan upaya Perguruan Thawalib untuk memperkuat bagaimana lulusan Thawalib menjadi orang yang Tafaqquh Fiddien. Hal ini sesuai dengan cita cita pendirian Thawalib.

"Insya Allah upaya memperkuat bagaimana santri Thawalib mampu dan mahir dalam membaca kitab kuning, menguasai ilmu agama, menjadi keinginan yang harus diwujudkan. Alhamdulillah hal ini mendapat tanggapan positif dari Kepala Kemenag Padang Panjang," jelas Ali Usman.

Perguruan Thawalib yang didirikan 1911 merupakan sekolah Islam modern pertama di Sumatera Barat bahkan zaman Hindia Belanda dengan memiliki beragam kitab kitab kuning Thawalib yang memiliki ciri khas. Hal itu menjadi ruh dalam pendidikan Perguruan Thawalib.
Kata Ali Usman, telah menjadi tekad pengurus saat ini, semua kitab kitab Thawalib diajarkan kepada seluruh santri.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Penjelasan Tentang Pancaindra dan Fungsinya

Rabu, 27 Oktober 2021 | 21:18 WIB

Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:22 WIB

Penaklukan Konstatinopel di Tangan Bangsa Turki

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:17 WIB

Kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:34 WIB

Tujuan, Macam dan Dampak Kolonialisme

Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:11 WIB

SDN 10 Painan Siap Menuju Sekolah Terbaik di Pessel

Selasa, 26 Oktober 2021 | 13:07 WIB

PNP Beri Reward Puluhan Juta untuk Lulusan Terbaik

Selasa, 26 Oktober 2021 | 07:58 WIB

Besaran Skalar dan Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:50 WIB

Besaran Pokok dan Besaran Turunan dalam Ilmu Fisika

Senin, 25 Oktober 2021 | 20:47 WIB
X