Ponpes Tahfidz Darul Fithrah Ciparay Bekali Ilmu Kewirausahaan pada Peserta Didik

- Rabu, 19 Januari 2022 | 07:55 WIB
Ponpes bekali kewirausahaan untuk peserta didik
Ponpes bekali kewirausahaan untuk peserta didik

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sebuah pondok pesantren (ponpes) biasanya identik dengan tempat untuk menuntut ilmu keagamaan. Ponpes Tahfidz Darul Fithrah di Ciparay, Bandung, Jawa Barat memiliki keistimewaannya sendiri, karena juga membekali para peseta didiknya dengan ilmu kewirausahaan. Bekal tersebut diberikan melalui penerapan program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti yang mereka gelar pada Selasa (18/1/2022) di Gedung Ponpes tersebut.

Dra. Euis Nurhayati, S.Pd, salah seorang Pendiri Ponpes Tahfidz Darul Fithrah saat diwawancarai pada Selasa (18/1) mengatakan, tujuan diterapkannya program UMKM tersebut agar para peserta didiknya tak hanya kuat ilmu agama, tapi juga kaya mencari kehidupan duniawi. Ia ingin mereka kelak menjadi kaum agniya, bukan dhuafa. Mereka harus menjadi pelopor bukan pengekor.

Baca Juga: LaNyalla Letakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Serbaguna Ponpes Daarul Huffazh Pasuruan

Seperti dijelaskan Euis Nurhayati, jenis usaha UMKM yang diterapkan untuk santriwan ponpesnya tersebut, yaitu; peternakan, perikanan, berkebun, hidroponik, dan pengolahan sampah. Untuk santriwati, yaitu;  tata busana, DF Bakery, DF Snack, dan DF Water. Dari jenis usaha tersebut mereka menghasilkan produk, seperti; (tata busana) kerudung, seragam, (DF Bakery) roti, donat, kue-kue basah, dan seblak, (DF Snack) kue-kue kering, keripik, kerupuk, dan (DF Water) minuman mineral, dan minuman kekinian dengan berbagai varian rasa.

Lebih lanjut Euis Nurhayati mengatakan, kegiatan UMKM di Ponpes Tahfidz Darul Fithrah dilakukan setiap hari, selama satu jam (16.00 - 17.00 WIB). Selain Selasa, kegiatan produksi juga mereka lakukan pada Kamis dan Sabtu, khusus Sabtu memproduksi resep makanan jenis baru. Para peserta didiknya wajib menyisihkan waktu untuk memproduksi sesuai kebutuhan. Andai hasil produksi masih tersedia maka mereka dibebaskan untuk berolahraga, sesuai minat dan bakat yang mereka miliki. Untuk pembinaan khusus secara menyeluruh biasanya diadakan setiap Sabtu. Pada hari tersebut mereka wajib melaporkan kegiatan yang sudah dilakukan, per kelompok usaha. Mereka menyampaikan apa yang sudah bisa mereka lakukan dan kendala yang dihadapi, juga hasil yang sudah mereka dapatkan, andai sudah ada yang terjual.

Baca Juga: Divisi Humas Polri Gelar FGD Bersama Santri Ponpes Sumatera Thawalib Parabek

‘Pada hari Sabtu mereka mendapat bimbingan penuh dari para mentornya, sesuai dengan ilmunya. Kami sekadar berikhtiar untuk menciptakan masa depan para santri menjadi yang lebih baik,” kata Euis Nurhayati yang juga Pendiri Islamic Voice Indonesia, komunitas Penasyid.

Euis Nurhayati juga mengatakan, semua produk hasil karya santriwati dipasarkan di kantin ponpes tersebut, dan dititipkan pada warung-warung sekitar. Namun produk-produk tersebut belum dipasarkan secara online, karena keterbatasan waktu dan sumber daya manusia.

Selain itu Euis Nurhayati mengatakan, seluruh hasil usaha para peserta didiknya tersebut dimanfaatkan untuk menghidupi kehidupan pondok pesantrennya. Karena sebagian besar peserta didik di ponpesnya adalah anak yatim dan dari kaum dhuafa. Mereka dibebaskan dari berbagai pungutan biaya, dibantu dari hasil usaha mereka tersebut. Hasil tersebut juga untuk menopang honor guru, biaya  listrik, dan keperluan lainnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengertian dan Cara Penulisan Angka Romawi

Senin, 23 Mei 2022 | 11:05 WIB

Karakteristik dan Jenis Kain Denim

Senin, 23 Mei 2022 | 10:58 WIB

Karakteristik dan Jenis Kain Katun

Senin, 23 Mei 2022 | 10:52 WIB

Proses Pembuatan Kain Tenun yang Lengkap

Senin, 23 Mei 2022 | 07:12 WIB

Begini Cara Cek Hasil UTBK SMBPTN 2022

Sabtu, 21 Mei 2022 | 11:46 WIB
X