Pengamat Tanggapi Soal Pendidikan Militer untuk Mahasiswa

- Kamis, 20 Agustus 2020 | 19:01 WIB

Ketiga, yakni model pendidikan dengan latihan beladiri, menembak, dan strategi perang. Jika model ini yang dimaksud maka itu akan menjadi cerita yang berbeda.

Merujuk kajian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tahun 2018, paham radikalisme menyusup ke sejumlah kampus. Kala itu, beberapa dosen dan mahasiswa yang terindikasi ikut paham radikal menerima sanksi keras.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pendidikan sedang menggodok aturan baru agar para mahasiswa bisa mengikuti Program Bela Negara. Salah satunya dengan memasukkan pendidikan militer dalam Sistem Kredit Semester (SKS) perkuliahan.

Program itu ditujukan untuk pengembangan sumber daya manusia terkhusus generasi muda, sehingga mereka diharapkan memiliki rasa cinta terhadap Tanah Air.(*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ini Keistimewaan Baca Surah Al Kahfi di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 09:09 WIB

13 Kabinet Baru UIN IB Padang Dilantik

Kamis, 16 September 2021 | 10:51 WIB

Mengenang Bung Hatta dan Sejarah Koperasi Indonesia

Kamis, 16 September 2021 | 02:01 WIB

4 Tips Agar Tetap Fokus Saat Belajar Online

Rabu, 15 September 2021 | 09:07 WIB

Tujuan dan Manfaat Amandemen UUD 1945

Selasa, 14 September 2021 | 17:25 WIB

Syarat dan Mekanisme Amandemen UUD 1945

Selasa, 14 September 2021 | 17:05 WIB
X