Penjelasan Tentang Hidrolisis Garam pada Reaksi Asam dan Basa

- Kamis, 20 Januari 2022 | 14:37 WIB
Ilustrasi hidrolisis garam
Ilustrasi hidrolisis garam

Dalam pelajaran kimia, kita akan membahas tentang reaksi asam dan basa. Nah, untuk mengulang kembali materi asam dan basa, kamu dapat membaca artikel berikut ini.

Baca Juga: Sifat, Klasifikasi dan Cara Membedakan Asam Basa

Kali ini, kita akan membahas reaksi kimia yang terjadi pada asam dan basa, yaitu hidrolisis garam. Simak penjelasan berikut yang dilansir dari Studiobelajar.com.

Definisi Reaksi Hidrolisis Garam

Salah satu reaksi yang terjadi pada asam dan basa adalah reaksi hidrolisis. Apa itu hidrolisis? Secara bahasa, hidrolisis berasal dari kata hydro yang berarti air dan lysis adalah lepas atau penguraian. Secara istilah, hidrolisis garam adalah reaksi dari suatu kation atau suatu anion, ataupun keduanya, dengan air menghasilkan ion H+(aq) atau OH(aq). Nah, hasil dari reaksi antara suatu asam dan basa adalah senyawa ionik yang disebut garam.

Baca Juga: Prinsip, Proses dan Rumus dari Titrasi Asam Basa untuk Perhitungan Asidi-Alkalimetri

Garam hasil reaksi antara asam dan basa akan menghasilkan berbagai jenis pH atau tingkat keasaman. Secara umum, larutan garam yang dihasilkan dari reaksi asam kuat dengan basa kuat bersifat netral. Lalu, pada larutan garam yang dihasilkan dari reaksi asam kuat dengan basa lemah bersifat asam. Sedangkan,  larutan garam yang dihasilkan dari reaksi asam lemah dengan basa kuat bersifat basa. Untuk lebih jelasnya lagi, simak penjelasan pada masing-masing reaksi berikut.

  1. Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat

Salah satu contoh hasil garam yang terbentuk dari reaksi basa kuat dan asam kuat, seperti NaOH dan HCl adalah NaCl.  Asam dan basa kuat tersebut tidak dapat terhidrolisis sehingga larutannya bersifat netral. Anion Cl merupakan basa konjugasi yang sangat lemah karena berasal dari asam kuat sehingga cenderung tidak dapat menarik proton. Kation Na+ tidak terhidrolisis, sebagaimana di dalam air Na+ hanya akan terhidrasi (dikelilingi oleh molekul-molekul H2O). Oleh karena densitas muatannya yang rendah, kemampuan kation Na+ mempolarisasi molekul-molekul H2O di sekitarnya untuk melepas proton dapat diabaikan. Akibatnya, kation Na+ cenderung tidak mempengaruhi keasaman larutan. Berikut contoh anion dan kation yang tidak dapat terhidrolisis dan akan membentuk garam.

Anion-anion basa konjugasi dari asam kuat yang tidak terhidrolisis: Cl, Br, I, NO3, dan ClO4.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: katadata.co.id, Studio Belajar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X