Sistem Koloid dan Jenisnya

- Jumat, 21 Januari 2022 | 21:04 WIB
Koloid (Ruswanti)
Koloid (Ruswanti)

 

Sistem Koloid

Koloid merupakan jenis campuran heterogen yang terbentuk karena adanya dispersi suatu zat ke dalam zat lain yang dicampurkan. Karenanya, dalam koloid terdapat fase terdispersi dan medium pendispersi.

Nah, fase terdispersi adalah zat yang mengalami penyebaran secara merata dalam suatu zat lain. Sementara itu, medium pendispersi adalah zat yang menyebabkan terjadinya penyebaran secara merata. 

Contoh Koloid (Ruswanti)

Contohnya, di dalam santan, terdapat butiran minyak dalam air. Butiran minyak ini mempunyai fase yang berbeda dengan air walau keduanya berwujud cair. Butiran minyak sebagai fase terdispersi, sedangkan air sebagai medium pendispersi.

 

Jenis-Jenis Koloid

Baca Juga: Sifat Koloid dan Cara Pembuatannya

Pada koloid, fase terdispersi dan medium pendispersi dapat berwujud padat, cair, dan gas. Nah, berdasarkan perbedaan antara fase terdispersi dan medium pendispersinya, terdapat 8 jenis koloid.

1. Sol Padat

Batu Safir (Ruswanti)

  • Memiliki fase terdispersi padat dalam medium pendispersi yang padat.
  • Terbentuk karena pengaruh tekanan dan suhu sehingga menghasilkan padatan yang kokoh dan keras.
  • Contohnya, batuan ruby (batuan permata), yaitu padatan kromium (Cr) yang tersebar dalam padatan aluminium oksida. Padatan kromium (Cr) sebagai fase terdispersi dan padatan aluminium oksida (AI2O3) sebagai medium pendispersi
  • Contoh lain, kaca berwarna, kuningan, intan hitam.

2. Sol

Tinta (Ruswanti)

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Ruangguru.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X