Reaksi Kimia pada Fermentasi

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 14:12 WIB
Kimchi (Ilustrasi makanan khas Korea Selatan yang memanfaatkan proses fermentasi)
Kimchi (Ilustrasi makanan khas Korea Selatan yang memanfaatkan proses fermentasi)

Apakah kalian tahu makanan khas dari Korea Selatan yang sedang hits di Indonesia? Biasanya, beberapa orang tidak akan asing dengan kata kimchi, bukan? Kimchi adalah salah satu panganan khas Korea Selatan yang cara membuatnya dengan melalui proses fermentasi. Apa itu fermentasi? Simak penjelasan singkat fermentasi yang dilansir dari Wikipedia.com dan Bobo.grid.id berikut ini.

Pengertian Fermentasi

Fermentasi berasal dari bahasa Latin, yaitu fervere yang berarti memasak. Sedangkan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, fermentasi atau peragian memiliki definisi sebagai penguraian metabolik senyawa organik oleh mikroorganisme yang menghasilkan energi yang pada umumnya berlangsung dengan kondisi anaerobik dan dengan pembebasan gas.

Baca Juga: Definisi, Faktor, dan Jenis Reaksi Kimia

Fermentasi merupakan proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Selain itu, fermentasi juga dapat diartikan sebagai proses respirasi dalam lingkungan anaerobik tanpa kehadiran akseptor elektron eksternal. Bahan yang umum digunakan pada fermentasi adalah gula (glukosa). Biasanya, proses fermentasi digunakan untuk menghasilkan beberapa produk, seperti etanol, asam laktat, asam butirat, aseton, dan hidrogen.

Selain gula sebagai sumber utama dalam proses fermentasi, dalam proses fermentasi juga dibutuhkan ragi. Ragi sendiri adalah bahan fermentasi yang umum digunakan untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur, dan minuman beralkohol lainnya. Fermentasi sendiri dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Fermentasi alkohol
  2. Fermentasi asam laktat
  3. Fermentasi asam cuka

Sejarah Fermentasi

Fermentasi awalnya dianggap sebagai reaksi kimia yang tidak ada hubungannya dengan makhluk hidup menurut ahli kimia seperti Antoine Lavoisier. Charles Cagnard de La Tour, dan Theodor Schwann. Kemudian, pada tahun 1837, Friedrich Kützing menunjukkan bahwa ragi adalah mikroorganisme hidup yang mampu berkembang biak dengan tunas. Seiring berjalannya waktu, Louis Pasteur mereplikasi eksperimen Schwann dan menunjukkan bahwa fermentasi dilakukan oleh mikroorganisme. Dia menyimpulkan bahwa proses fermentasi tidak terjadi tanpa adanya organisasi, pertumbuhan dan multiplikasi sel-sel secara simultan. Namun, dia belum dapat menjelaskan tentang proses kimia pada perubahan gula yang terjadi.

Baca Juga: Konsep Reaksi Redoks (Reduksi-Oksidasi)

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Wikipedia, Bobo.grid.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alat Musik Gamelan Khas Indonesia

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:47 WIB

Angka dalam Bahasa Korea dan Sistemnya

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:31 WIB

Pengertian dan Cara Penulisan Angka Jawa

Rabu, 25 Mei 2022 | 19:57 WIB

Pengertian dan Cara Penulisan Angka Arab

Rabu, 25 Mei 2022 | 18:59 WIB

12 Macam Senjata Milik Tokoh Pewayangan

Rabu, 25 Mei 2022 | 11:19 WIB
X