11 Tari Tradisional Khas Jawa Tengah

- Jumat, 11 Maret 2022 | 21:13 WIB
Tari Kethek Ogleng
Tari Kethek Ogleng

Sebagai negara kepulauan dengan 34 provinsi, Indonesia memiliki keanekaragaman budaya. Budaya di Indonesia dapat kita lihat dari lagu tradisional, bahasa lokal, pakaian, baju, dan berbagai adat yang sudah menjadi tradisi di suatu daerah. Setiap provinsi memiliki ciri khas masing-masing. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang tarian tradisional, khususnya tarian tradisional yang berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah. Berikut 11 tarian tradisional khas Jawa Tengah dilansir dari Orami.co.id.

Tari Tradisional Khas Jawa Tengah

  1. Tari Bedhaya

Tarian tradisional khas Jawa Tengah pertama adalah Tari Bedhaya. Tari ini merupakan tari tradisional klasik yang berasal dari Kraton Surakarta. Tari ini memiliki makna religius bagi penari dan penontonnya.

Karena memiliki nilai religius, tari ini juga dipandang sebagai bentuk yoga atau meditasi. Selain nilai religius yang terkandung, tari tradisional ini juga memiliki nilai estetika dan kekuatan. Kostum yang digunakan adalah atasan blus beludru dipadukan dengan sarung batik. Sedangkan, properti yang digunakan adalah selendang berwarna keemasan.

Cerita yang terkandung dari Tari Bedhaya menggambarkan hubungan asmara antara Ratu Kidul dengan Raja-raja Mataram yang diwujudkan dalam gerakan-gerakan tangan dan seluruh bagian tubuh. Tarian ini diiringi alat musik gamelan.

  1. Tari Beksan Wireng

Tari Beksa Wireng adalah tarian tradisional khas Kasunanan Surakarta di Pura Mangkunegaran, Jawa Tengah. Tari ini sudah ada sejak abad ke-11. Tari ini diciptakan oleh Amiluhur saat menjadi raja.

Tari Beksan Wireng menggambarkan tentang perlawanan perang. Amiluhur ingin menyampaikan pesan tentang semua orang dapat berperang untuk melindungi kerajaannya.

  1. Tari Bondan

Tari tradisional khas Jawa Tengah berikutnya adalah Tari Bondan. Tari ini berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Tari Bondan adalah sendratari yang menceritakan tentang seorang ibu yang menjaga anaknya dengan hati-hati. Cerita yang ditampilkan berupa  seorang anak dengan wanita yang sedang memegang boneka dan payung terbuka, menari dengan hati-hati di atas kendi dan tidak boleh diinjak dan dipatahkan.

Ciri tarian Bondan ini berbusana layaknya gadis desa, memegang keranjang, bertopi dan membawa alat-alat pertanian. Bagian dari Tari Bondan ada 3, yaitu Cindogo Mariah, Mariah Mardisiwi, dan Mariah Pegunungan.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Orami.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X