11 Tari Tradisional Khas Kalimantan Timur

- Minggu, 13 Maret 2022 | 23:07 WIB
Tari Kancet Papatai
Tari Kancet Papatai

Indonesia terkenal dengan keanekaragaman budaya yang meliputi tari tradisional, lagu tradisional, bahasa lokal, pakaian, baju, dan berbagai adat yang sudah menjadi tradisi di suatu daerah. Setiap provinsi memiliki ciri khas masing-masing. Pada artikel kali ini, kita akan membahas tarian tradisional dari Kalimantan Timur. Suku yang banyak menduduki Kalimantan Timur adalah Suku Dayak.  Provinsi yang memiliki ibu kota di Samarinda ini adalah daerah perbatasan dengan Malaysia.  Berikut 11 tari tradisional khas Kalimantan Timur.

Tari Tradisional Khas Kalimantan Timur

  1. Tari Baraga’ Bagantar.

Tari Baraga Bagantar merupakan tari tradisional Kalimantan Timur yang dijadikan sebagai upacara untuk merawat bayi dengan memohon bantuan dari Nayun Gantar. Kemudian, upacara ini berubah menjadi sebuah tarian yang diolah oleh suku Dayak Benuaq.

  1. Tari Datun

Tari Datun adalah tarian yang ditarikan oleh penari perempuan asal Dayak Kenyah yang berjumlah 10 sampai 20 orang. Tari asal Kalimantan Timur ini diciptakan oleh seorang kepala suku dari Dayak Apo Kayan Kenyah bernama Nyik Selung. Tujuan dari tarian sebagai tanda terima kasih dan kegembiraan atas kelahiran seorang cucu. Tari ini berkembang di seluruh daerah di Dayak Kenyah.

  1. Tari Gantar

Tari daerah Kalimantan Timur selanjutnya adalah tari Gantar. Tari Gantar berasal dari suku Dayak yang ditampilkan untuk menyambut tamu dan acara lainnya. Tari Gantar dikenal di suku Dayak Tunjung dan Dayak Benuaq. Tari Gantar sendiri dapat dibagi menjadi tiga versi, yaitu Gantar Rayatn, Gantar Busai, dan Gantar Kusak.

Tari ini memiliki gerakan yang memperagakan orang sedang menanam padi dengan menggunakan tongkat. Properti yang digunakan adalah tongkat sebagai alat penumbuk serta bambu dan biji-bijian kayu biji di dalam sebuah ceruk.

  1. Tari Hudoq

Tarian adat dari Kalimantan Timur berikutnya adalah tari Hudoq. Tari ini dikaitkan dengan upacara keagamaan suku Dayak dan Modang Bahau. Tujuan dari penampilan tarian ini untuk mendapatkan kekuatan dalam mengatasi hama tanaman yang merusak. Tarian ini diharapkan dapat memberi hasil kesuburan yang banyak. Properti yang digunakan adalah topeng kayu menyerupai binatang liar. Sedangkan, para penari menggunakan kostum dari daun pisang atau kelapa.

  1. Tari Kancet Ledo

Tari Kancet Ledo adalah tari adat yang berbanding terbalik dengan Tari Kancet Papatai. Tari adat dari Kalimantan Timur ini menggambarkan tentang sifat seorang gadis yang sangat lembut seperti padi yang meliuk lembut saat tertiup angin. Tari ini dipentaskan oleh seorang wanita dengan kostum berupa pakaian tradisional Dayak Kenyah yang khas. Properti yang digunakan adalah adalah bulu rangkong yang dipegang pada kedua tangan penari wanita. Rangkong sendiri merupakan burung khas daerah Kalimantan. Tari Kancet Ledo juga biasa ditarikan pada sebuah gong yang disebut Tari Kancet Ledo Gong.

  1. Tari Kancet Papatai

Tari Kancet Papatai yang berasal dari Kalimantan Timur adalah sebuah tarian yang menceritakan tentang perang oleh suku Dayak Kenyah melawan musuh-musuhnya. Gerakan dari tarian ini sangat lincah, energik, dan diikuti oleh teriakan-teriakan dari para penarinya. Kostum yang dikenakan adalah pakaian tradisional Dayak Kenyah. Selain itu, properti penari adalah pedang, perisai, dan baju besi. Lagu yang mengiringi adalah lagu Sak Paku yang diiringi oleh alat musik tradisional sampek.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Kearifanlokal.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Ruangan dan Tempat Umum dalam Bahasa Inggris

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:54 WIB

Cara Menulis Abstrak Dalam Karya Ilmiah

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:51 WIB

Cara Memperkenalkan Diri Dalam Bahasa Jepang

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:48 WIB

Apresiasi: Pengertian dan Fungsinya

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:14 WIB

Memahami Mitologi Di Belahan Dunia

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:11 WIB

Mengenal Proses Terjadinya Banjir

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:10 WIB
X