10 Tari Tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT)

- Selasa, 29 Maret 2022 | 08:35 WIB
Tari Caci (Nusa Tenggara Timur)
Tari Caci (Nusa Tenggara Timur)

Indonesia terbagi menjadi 3 wilayah waktu, yaitu WIB (Waktu Indonesia Barat), WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Timur). Setiap pembagian daerah tersebut, masing-masing wilayah memiliki keunikan. Hal inilah yang membangun Indonesia sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan budaya, salah satunya adalah seni tari.

Pembahasan tentang tari tradisional kali ini berasal dari provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Provinsi ini berpusat di Kupang. NTT terkenal sebagai daerah yang memiliki pengaruh tinggi dari wilayah timur Indonesia. Selain itu, NTT memiliki salah satu taman nasional yang terkenal di dunia, yaitu Taman Nasional Komodo. Tidak perlu berlama-lama, mari simak 10 tari tradisional dari Nusa Tenggara Timur berikut ini.

Tari Tradisional Nusa Tenggara Timur

  1. Tari Caci

Tari Caci disebut juga Tari Perang yang berasal dari Flores, NTT. Tari ini menggambarkan tentang peperangan. Para penari adalah pria yang sedang bertarung. Properti yang digunakan dalam kebudayaan NTT adalah cambuk sebagai alat penyerang dan perisai sebagai alat pertahanan. Masing-masing penari mendapatkan satu properti disesuaikan dengan peran mereka, yaitu penyerang dan penahan.

Tari tradisional ini memiliki tiga jenis konsep, antara lain:

  • Randang Uma untuk syukur terhadap hasil panen
  • Caci Lontong Golo untuk memanjatkan syukur terhadap kesehatan
  • Caci Randang Weri Leka untuk peresmian kampung.

Biasanya, tarian jenis perang ini ditampilkan pada saat upacara syukur, acara pesta, atau peristiwa kebahagiaan.

Baca Juga: 4 Senjata Tradisional Nusa Tenggara Barat Beserta Penjelasannya

  1. Tari Cerana

Tari Cerana adalah jenis tari selamat datang atau penyambutan dari Kupang, NTT. Tari ini sangat terkenal di Pulau Timor sebelah barat (wilayah Nusa Tenggara Timur) dan Pulau Rote. Biasanya, tari Cerana dipentaskan di berbagai acara penyambutan tamu penting dan rombongan wisatawan yang datang ke sana. Gerakan tari ini dilakukan oleh beberapa penari wanita dengan membawa wadah berbentuk kotak berisi sirih dan pinang sebagai properti.

  1. Tari Dadokado

Tari Dakodako adalah jenis permainan tradisional rakyat Alor. Tari ini menggambarkan keceriaan muda-mudi pada saat acara-acara pesta adat. Properti yang digunakan adalah bambu. Tari ini membutuhkan ketangkasan muda-mudi dalam berlompat-lompat di atas permainan bambu.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: katadata.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Materi Sejarah: Deklarasi Djuanda

Kamis, 30 Juni 2022 | 16:15 WIB

Contoh Soal Biologi Bab Animalia Kelas 10

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:22 WIB

Gerak Higroskopis dan 5 Contoh pada Tumbuhan

Selasa, 28 Juni 2022 | 16:17 WIB

Jenis-Jenis Penyerbukan pada Berbagai Tanaman

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:59 WIB

3 Jenis Tuas dalam Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 23:32 WIB

4 Prinsip Kerja Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12 WIB
X