10 Tari Tradisional Kalimantan Selatan

- Selasa, 29 Maret 2022 | 08:43 WIB
Tari Baksa Kembang (Kalimantan Selatan)
Tari Baksa Kembang (Kalimantan Selatan)

Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi di Kalimantan yang beribukota di Banjarmasin. Seperti sebagian daerah Kalimantan lain, daerah ini dominan dihuni oleh suku Dayak. Selain itu, suku Banjar juga menjadi suku yang banyak di wilayah ini. Hal inilah yang membentuk kebudayaan yang berbeda di antara dua suku tersebut.

Kali ini, kita akan membahas salah satu hasil tradisi dan budaya, yaitu tari tradisional. Di Kalimantan Selatan, tari tradisional akan dibagi berdasarkan asal suku. Maka, ada dua kelompok tari tradisional, yaitu tari adat suku Banjar dan tari adat suku Dayak. Untuk suku Banjar sendiri, gerakan tarinya dipengaruhi oleh suku Jawa. Sedangkan, suku Dayak tidak dipengaruhi dari suku manapun. Lebih lengkap tentang tari tradisional khas Kalimantan Selatan, simak penjelasan 10 tari berikut ini.

Tari Tradisional Kalimantan Selatan

  1. Tari Babangsai

Tari Babangsai adalah tarian dari suku Dayak Bukit. Awal mulanya, tari ini merupakan ritual suku Dayak. Gerakan tari Babangsai sedikit mirip dengan tari Kanjar. Salah satu perbedaan keduanya adalah tari Kanjar dibawakan oleh kaum pria dan tari Babangsai ditarikan oleh wanita. Ciri khas dari tari ini adalah gerakan berputar mengelilingi satu poros yang merupakan altar. Altar adalah tempat sesaji yang diperuntukan bagi dewa atau Tuhan. Sebagai tari ritual, tarian ini dinilai serupa dengan salah satu upacara ritual Suku Dayak Ot Danum.

  1. Tari Kanjar

Tari Kanjar adalah salah satu budaya Hindu Kaharingan dan termasuk tari ritual suku Dayak Bukit. Dalam bahasa Kalimantan, tari Kanjar disebut juga ba-Kanjar dan ditarikan para lelaki kaum Dayak Bukit. Gerakan tari ini sama dengan Tarian Babangsai, dimana gerakan berupa berputar-putar mengelilingi sebuah poros tempat korban atau sesaji.

  1. Tari Baksa Tameng

Tari Baksa Tameng berasal dari suku Banjar. Tari ini menggunakan properti berupa tameng dan keris. Perisai memiliki ukuran yang kecil. Tarian ini termasuk tari hiburan, khususnya tari perang.

Gerakan tari tradisional Baksa Tameng awalnya dilakukan secara perlahan-lahan, namun seiring dengan irama musik, tarian ini berubah menjadi semakin cepat. Gerakan cepat adalah penggambaran pertarungan. Penari yang membawakan adalah laki-laki dengan kostum pakaian tradisional seperti panglima perang. Iringan musik berupa gamelan dan musik tradisional. Lagu yang digunakan adalah lagu Parang Capat dan Parang Lima.

Baca Juga: 10 Tari Tradisional Kepulauan Riau (Kepri)

  1. Tari Baksa Kembang

Tari Baksa Kambang adalah tari tradisional khas suku Banjar. Tari ini dipentaskan saat penyambutan tamu yang Agung yang datang. Tari ini ditarikan oleh satu orang penari wanita atau beberapa penari wanita. Gerakan pada tarian ini menggambarkan sekelompok remaja putri dengan paras cantik yang bermain di taman bunga. Kemudian, pemudi tersebut merangkai bunga yang ada di taman menjadi kembang bogam. Gerakan selanjutnya menampilkan penari yang menari dengan riang.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Perpustakaan Digital Budaya Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Materi Sejarah: Deklarasi Djuanda

Kamis, 30 Juni 2022 | 16:15 WIB

Contoh Soal Biologi Bab Animalia Kelas 10

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:22 WIB

Gerak Higroskopis dan 5 Contoh pada Tumbuhan

Selasa, 28 Juni 2022 | 16:17 WIB

Jenis-Jenis Penyerbukan pada Berbagai Tanaman

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:59 WIB

3 Jenis Tuas dalam Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 23:32 WIB

4 Prinsip Kerja Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12 WIB
X