11 Tari Tradisional Papua

- Selasa, 29 Maret 2022 | 08:49 WIB
Tari Cendrawasih (Papua)
Tari Cendrawasih (Papua)

Papua adalah provinsi yang sebelumnya bernama Irian Jaya. Kemudian, nama tersebut diganti menjadi Papuapada tahun 2002. Ibu kota dari Papua adalah Jayapura. Provinsi ini terkenal dengan kekayaan alam yang luar biasa. Selain itu, budaya dari Papua memiliki ciri khas yang berbeda dari daerah lain. Mereka memiliki karakteristik yang unik.

Pembahasan kali ini adalah tarian tradisional dari Papua. Sebagai provinsi yang terletak di bagian timur Indonesia, penduduk dari Papua memiliki ras yang berbeda dengan pulau lain, seperti Jawa dan Sumatera. Untuk lebih jelasnya, berikut 11 tarian tradisional khas Papua.

Baca Juga: 10 Tari Tradisional Kalimantan Selatan

Tari Tradisional Papua

  1. Tari Balengan atau Tari Ande Saira

Tari Balengan termasuk jenis tari pergaulan di masyarakat pesisir pantai Nabire Papua (di sekitar teluk Sarera). Nama lain dari tarian ini adalah Ande Saira yang merupakan tari kreasi dari jenis tari tradisional yaitu dansa adat. Awal mulanya, tari Ande Saira merupakan tarian dalam rangka tujuan-tujuan tertentu dan dilakukan pada saat ritual-ritual adat lainnya berlangsung misalnya pada saat pesta cukur rambut atau tindik telinga. Pada saat ini, tari tersebut sering dibawakan dengan tujuan menjalin keakraban pergaulan antara pemuda-pemudi. Hal inilah yang mendasari tari Balengan sebagai tari pergaulan.

  1. Tarian Bayaitu

Tari Bayaitu berasal dari daerah Kuri di Manokwari yang menggambarkan tentang burung Bayaitu. Penari yang membawakan tari ini berjumlah puluhan penari pria dan wanita. Gambaran yang ingin disampaikan pada tari Bayaitu adalah burung bayaitu jantan dan betina yang bermain-main meloncat-loncat ke sana ke marl sambil menari-nari.

  1. Tarian Cendrawasih

Burung endemik yang berasal dari Papua dan dikenal sebagai burung surge adalah Cendrawasi. Maka, tidak heran jika masyarakat Papua memiliki tarian yang menggambarkan burung tersebut. Tari Cendrawasih sendiri berasal dari daerah-daerah di Biak, Waropen, dan Wandamen. Penari terdiri dari pria dan wanita dengan jumlah berpuluh-puluh. Kostum yang dikenakan berupa paiakan adat Papua dengan pakaian rumbai-rumbai sebagai penutup badan bagian bawah, serta mengenakan hiasan dada dan kepala yang berupa bulu burung cendrawasih.

  1. Tari Fayaryer Rak Wadwa Biak

Tari Fayaryer Rak Wadwa Biak dengan nama yang panjang ini berasal dari pulau Numfor di dekat Biak. Penari yang membawakannya berjumlah puluhan penari pria. Kostum yang dikenakan setiap penari berupa rumbai-rumbai sebagai penutup badan bagian bawah serta dengan segala perhiasannya, dan mengenakan bulu burung cenderawasih sebagai hiasan kepala dan menyelipkan sekuntum bunga berwarna merah di telinganya.

Baca Juga: Sejarah Kemerdekaan Negara Vanuatu, Sebuah Negara Kepulauan di Oseania yang Mendukung Kemerdekaan Papua

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: DetikEdu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Materi Sejarah: Deklarasi Djuanda

Kamis, 30 Juni 2022 | 16:15 WIB

Contoh Soal Biologi Bab Animalia Kelas 10

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:22 WIB

Gerak Higroskopis dan 5 Contoh pada Tumbuhan

Selasa, 28 Juni 2022 | 16:17 WIB

Jenis-Jenis Penyerbukan pada Berbagai Tanaman

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:59 WIB

3 Jenis Tuas dalam Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 23:32 WIB

4 Prinsip Kerja Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12 WIB
X