Pahlawan Nasional Kebangkitan Nasional Setelah 1908

- Kamis, 12 Mei 2022 | 21:41 WIB
Tokoh Kebangkitan Nasional Tiga Serangkai (Ruswanti)
Tokoh Kebangkitan Nasional Tiga Serangkai (Ruswanti)

Pada masa penjajahan Belanda, Indonesia belum terbentuk menjadi suatu kesatuan seperti sekarang. Indonesia terdiri dari berbagai kerajaan. Meskipun begitu, penjajahan Belanda membuat banyak pemimpin daerah tidak suka karena kekejamannya. Contohnya saja Pangeran Diponegoro yang memimpin perlawanan terhadap Belanda karena telah menyengsarakan rakyatnya di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Setelah terjadi berbagai perlawanan tersebut dengan kekalahan setiap pemimpin daerah dari Belanda, rakyat Indonesia mulai melakukan perubahan. Mereka melakukan pergerakan yang lebih masif melalui surat kabar ataupun organisasi. Hal ini memicu kebangkitan nasional. Nah, melansir dari berbagai sumber, berikut Pahlawan Nasional yang berperan aktif dalam kebangkitan nasional setelah 1908.

Daftar Pahlawan Nasional Kebangkitan Nasional Setelah 1908

  1. Wahidin Soedirohoesodo

Beliau bersama teman-teman seperjuangan mendirikan surat kabar bernama Retno Dhoemilah. Surat kabar ini menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Retno Dhoemilah terbit di Yogyakarta di tahun 1895. Melalui surat kabar inilah Wahidin Soedirohoesodo menyampaikan pemikiran tentang nasionalisme, pendidikan, kesamaan derajat, dan budi pekerti.

Setelah bertemu dengan Soetomo, akhirnya mereka berdua sepakat untuk membuat sebuah organisasi. Organisasi itu adalah Budi Oetomo yang lahir pada 20 Mei 1908.

Salah satu hal penting yang dilakukan oleh beliau adalah menggunakan organisasi untuk memajukan pendidikan dan mengembalikan martabat bangsa. Sebagai dokter, beliau bahkan juga memberikan layanan kesehatan gratis sebagai bentuk pengabdiannya pda masyarakat.

Baca Juga: Peringati Hari Kebangkitan Nasional, PLN Sumbar Beri Apresiasi untuk Guru Terbaik

  1. Soetomo

Pada akhir 1907, Sutomo yang merupakan salah satu murid di STOVIA, bertemu dengan Wahidin Sudirohusodo saat sedang melakukan penyebaran pemikiran nasionalisme di Jawa. Tidak disangka, pertemuan mereka membuat Sutomo merasa tergugah untuk ikut memperjuangkan hak bangsa Indonesia, yaitu mencapai kemerdekaan. Bersama dengan Wahidin, Sutomo pun mendirikan organisasi Budi Utomo dan dipilih untuk memimpin organisasi ini.

Tujuan dibentuknya Budi Oetomo adalah untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Beliau juga aktif di bidang jurnalisme dan sempat menjadi pemimpin di beberapa surat kabar. Soetomo mendirikan Indonesische Studie Club (ISC) pada tahun 1924. Ini adalah sebuah perkumpulan orang terpelajar Indonesia. ISC pernah berhasil mendirikan koperasi, bank kredit, dan juga sekolah tenun.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Materi Sejarah: Deklarasi Djuanda

Kamis, 30 Juni 2022 | 16:15 WIB

Contoh Soal Biologi Bab Animalia Kelas 10

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:22 WIB

Gerak Higroskopis dan 5 Contoh pada Tumbuhan

Selasa, 28 Juni 2022 | 16:17 WIB

Jenis-Jenis Penyerbukan pada Berbagai Tanaman

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:59 WIB

3 Jenis Tuas dalam Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 23:32 WIB

4 Prinsip Kerja Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12 WIB
X