Geguritan Bahasa Jawa: Sejarah, Ciri-Ciri dan Contohnya Deskripsi: Sebagai

- Selasa, 17 Mei 2022 | 19:42 WIB
Geguritan Bahasa Jawa  (Ruswanti )
Geguritan Bahasa Jawa (Ruswanti )

Apa itu geguritan? Kata geguritan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berasal dari kata gurit, yang berarti 'syair atau sajak'. Dalam Kamus Kawi-Indonesia, gurit berarti 'goresan, dituliskan'.

Nah, geguritan adalah seni sastra puisi yang ditulis dengan bahasa Jawa, yang biasanya dilagukan dengan tembang yang merdu. Geguritan sudah ada sejak zaman dahulu.

Lebih lengkapnya, simak ulasan sejarah dan ciri-ciri geguritan, beserta contohnya!

 

Sejarah Geguritan

Baca Juga: 5 Jenis Majas Sindiran dalam Puisi (Ironi, Sinisme, Sarkasme, Satire, dan Innuendo)

Dilansir dari Pintarnesia.com, Penggurit, yakni orang yang membuat geguritan, menggunakan sastra bahasa Jawa yang tinggi dan bermajas. Awalnya, geguritan hanya dibuat oleh para pujangga dengan aturan yang terikat.

Kini, geguritan Jawa lebih bebas dan tidak terikat aturan dan bisa dibuat siapa saja. Bahkan, geguritan ini mengikuti selera masyarakat. Seperti puisi modern, geguritan dibuat berdasarkan pengalaman penulis, yang menggambarkan objek atau keadaan.

Meski bahasa yang digunakan cenderung bebas dan tidak harus menggunakan jawa krama, pemilihan kata yang indah dan tepat harus tetap diperhatikan.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Jenis Tuas dalam Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 23:32 WIB

4 Prinsip Kerja Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12 WIB
X