Pengertian dan Cara Penulisan Angka Romawi

- Senin, 23 Mei 2022 | 11:05 WIB
Angka Romawi di Big Ben
Angka Romawi di Big Ben

Pernahkah kamu melihat jam Big Ben yang berada di Inggris? Jam satu ditunjukkan dengan huruf I pada jam tersebut. Angka yang tertulis di jam tersebut menggunakan salah satu penulisan yang kuno. Angka apakah itu?

Pada artikel kali ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang salah satu penulisan angka kuno, yaitu ‘Angka Romawi.’ Angka Romawi atau bilangan Romawi sendiri merupakan sistem penomoran warisan dari Romawi kuno.  Sistem penomoran ini memakai huruf Latin sebagai simbol untuk melambangkan angka numerik. Melansir dari Gramedia.com, berikut penjelasan lebih lanjut tentang angka romawi.

Sejarah Angka Romawi

Melansir dari Gramedia.com, angka Romawi dihipotesiskan berasal dari para penggembala Italia dan Dalmasia sampai abad ke-19. Meskipun angka Romawi ditulis dengan huruf-huruf dari abjad Romawi, angka Romawi awalnya adalah simbol-simbol yang berdiri sendiri.

Contohnya adalah etruskan. Penulisannya menggunakan I, L, X, ⋔, 8, dan ⊕ untuk menuliskan I, V, X, L, C, dan M. Pada penulisan sebelumnya, I tidak berasal dari huruf I, tetapi dari torehan vertikal pada tongkat hitungan. Penulisan awal seperti tanda talli Eropa saat ini.

Awalnya, penulisan delapan pada tongkat penghitungan adalah delapan talli, IIIIΛIII. Dengan cara lain, dapat disingkat menjadi ΛIII atau VIII. Lebih jauh lagi, delapan belas pada talli kedelapan setelah sepuluh talli pertama, yang dapat disingkat X, dan menjadi XΛIII.

Kesimpulannya, konsep sistem angka Romawi bukan penambahan atau pengurangan, tetapi urutan (ordinal). Ketika talli-talli tersebut diubah menjadi tulisan, tanda-tanda yang tak sulit untuk diidentifikasikan dengan huruf-huruf Romawi saat itu adalah I, V, dan X.

Dalam talli, V atau X yang kesepuluh menerima coretan tambahan. Sehingga, 50 ditulis dengan variasi-variasi seperti N, И, K, Ψ, ⋔, dll., tetapi mungkin yang paling sering adalah bentuk ceker ayam seperti V dan I yang tumpang tindih: ᗐ. Bentuk itu kemudian dibuat lurus menjadi ⊥ (huruf T terbalik) hingga periode kekuasaan Augustus, dan segera setelah itu diidentifikasi dengan huruf yang secara grafis menyerupai, yaitu L. Begitu pula, 100 ditulis dalam variasi-variasi Ж, ⋉, ⋈, H, atau dengan simbol-simbol untuk 50 seperti yang diuraikan di atas ditambah dengan sebuah coretan ekstra.

Bentuk Ж (X dan I yang tumpang tindih) lalu menjadi bentuk dominan. Bentuk itu kemudian ditulis dengan variasi >I< atau ƆIC, kemudian disingkat menjadi Ɔ atau C, hingga akhirnya variasi C yang menjadi pilihan karena C adalah singkatan dari centum, bahasa Latin untuk “ratus”. Penggunaan angka Romawi berlanjut lama setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi . Sejak abad ke-14, angka Romawi mulai digantikan oleh angka Arab. Namun, proses ini bertahap, dan penggunaan angka Romawi tetap ada di beberapa aplikasi hingga hari ini.

Fungsi Angka Romawi

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Gramedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengertian, Unsur dan Fungsi Sejarah

Rabu, 22 Juni 2022 | 11:25 WIB

Unsur, Rumus dan Contoh Soal Lingkaran

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:37 WIB

Apa Hukum Kekekalan Massa Dan Siapa Penemunya?

Rabu, 22 Juni 2022 | 03:14 WIB
X