Pengertian dan Cara Penulisan Angka Jawa

- Rabu, 25 Mei 2022 | 19:57 WIB
Angka Jawa (Ruswanti)
Angka Jawa (Ruswanti)

Aksara Jawa merupakan aksara yang digunakan sebagai sarana penulisan pada zaman dahulu oleh suku Jawa. Aksara ini disebut juga dengan Hanacaraka, Carakan, atau Dentawyanjana. Menurut legendanya, aksara Jawa ditemukan oleh Aji Saka. Namun, Aji Saka bukanlah pencipta Aksara Jawa melainkan pembangun dan penyempurnaan aksara tersebut.

Menurut Serat Aji Saka dalam kumpulan teks Suluk Plenceung koleksi Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah mendapatkan wejangan ilmu kesempurnaan dari Begawan Antaboga, Raden Aji pergi ke Mekah untuk berguru kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam perjumpaan itu, Aji Saka diminta untuk menciptakan aksara sebagai perimbangan aksara Arab. Ia kemudian menciptakan aksara ha-na-ca-ra-ka yang berjumlah 20. Diperkirakan aksara diciptakan pada abad ke-7.

Sementara itu, pendapat lain sebagaimana diutarakan oleh Hadisoetrisno, pencipta aksara ha-na-ca-ra-ka adalah Prabu Nur Cahya atau Sang Hyang Nur Cahya di negeri Dewani yang memiliki tanah jajahan sampai negeri Arab dan Jawa. Prabu Nur Cahya merupakan putra Sang Hyang Sita atau Nabi Sis. Selain aksara Jawa, dia diketahui menciptakan aksara Latin, Arab, China, dan lainnya. Aksara tersebut disebut Sastra Hendra Prawata. Dalam hal ini, Aji Saka berperan sebagai pembangun dan penyempurna bentuk aksara Jawa.

Baca Juga: Peribahasa Jawa yang Kaya Makna dan Nilai Moral

Salah satu bagian dari aksara Jawa adalah aksara Wilangan. Apa itu aksara Wilangan? Aksara Wilangan merupakan salah satu jenis aksara dalam bahasa Jawa yang membahas tentang angka jawa. Penulisan angka atau bilangan dalam aksara Jawa pada dasarnya sama dengan aksara Jawa lainnya. Aksara angka jawa memiliki bentuk yang mirip dengan karakter huruf aksara Nglagena. Aksara Nglagena adalah aksara inti atau aksara Jawa dasar.

Pelafalan aksara angka Jawa tentunya berbeda dengan pelafalan angka dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Jawa, bilangan angka diucapkan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Ngoko atau bahasa Jawa kasar dan Krama Inggil atau bahasa Jawa halus.

Contoh pelafalan aksara angka dalam bahasa Jawa Ngoko adalah siji, loro, telu, papat, lima, dan seterusnya. Sedangkan dalam bahasa Jawa Krama Inggil yaitu setunggal, kalih, tiga, sekawan, gangsal, dan seterusnya.

Angka Jawa adalah deretan 10 angka ( ꧑, ꧒, ꧓, ꧔, ꧕, ꧖, ꧗, ꧘, ꧙, dan ꧐ ) atau ( 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 0) yang digunakan dalam aksara Jawa. Angka ini menggunakan sistem desimal Hindu-Arab.

Baca Juga: Aksara Jawa, Pasangan, Sandhangan, dan Aksara lain dalam Bahasa Jawa

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Wikipedia, Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Berbagai Macam Bidang Manajemen

Senin, 4 Juli 2022 | 20:04 WIB

Materi Sejarah: Deklarasi Djuanda

Kamis, 30 Juni 2022 | 16:15 WIB

Contoh Soal Biologi Bab Animalia Kelas 10

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:22 WIB

Gerak Higroskopis dan 5 Contoh pada Tumbuhan

Selasa, 28 Juni 2022 | 16:17 WIB

Jenis-Jenis Penyerbukan pada Berbagai Tanaman

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:59 WIB
X