Kisah Wayang dan Anggota Pewayangan Kitab Ramayana

- Rabu, 25 Mei 2022 | 21:17 WIB
Ramayana
Ramayana

Rāmāyana (/rɑːˈmɑːjənə/; bahasa Sanskerta: रामायणम्, Rāmāyaṇam [ɽaːˈmaːjɐɳɐm], Rāmâyaṇa; yang berasal dari kata Rāma dan Ayaṇa yang berarti "Perjalanan Rama") adalah sebuah cerita/kisah kepahlawanan dari India yang digubah oleh Walmiki (Valmiki) atau Balmiki dari cerita Dewi Sita. Cerita epos lainnya adalah Mahabharata.
Ramayana terdapat pula dalam khazanah sastra Jawa dalam bentuk kakawin Ramayana, dan gubahan-gubahannya dalam bahasa Jawa Baru yang tidak semua berdasarkan kakawin ini.
Dalam bahasa Melayu didapati pula Hikayat Seri Rama yang isinya berbeda dengan kakawin Ramayana dalam bahasa Jawa dan Bali kuno, yaitu wayang dan sendra tari.
Di India dalam bahasa Sanskerta, Ramayana dibagi menjadi tujuh kitab atau kanda sebagai berikut:
Banyak yang berpendapat bahwa kanda pertama dan ketujuh merupakan sisipan baru. Dalam bahasa Jawa Kuno, Uttarakanda didapati pula.
Kitab Ramayana menceritakan kisah kepahlawanan Sang Rama, raja terkenal dari India, yang memerintah di Kerajaan Kosala, di sebelah utara Sungai Gangga, dengan ibu kota di Ayodhya.
Menurut pandangan Hindu, Rama adalah awatara Dewa Wisnu yang turun ke bumi pada zaman Tretayuga.
Di dalam Kitab Ramayana diceritakan tentang kisah Rama dan Sita atau Sinta, inkarnasi dari Laksmi yang merupakan istri Dewa Wisnu. Selain itu, diceritakan pula kepahlawanan Rama dan perjalanannya mengalahkan raksasa Rahwana.

Baca Juga: Kisah Wayang dan Anggota Pewayangan Kitab Mahabharata
Ramayana terdapat dalam sastra Jawa dalam bentuk Kakawin Ramayana yang telah digubah dalam Bahasa Jawa Kuno. Pujangga penciptanya diperkirakan hidup di Mataram Kuno pada masa pemerintahan Dyah Balitung, atau sekitar 870 M. Namun, Kakawin Ramayana versi Jawa tidak sepenuhnya mengacu pada kisah kepahlawanan dari India yang ada di Kitab Ramayana.
Kitab Ramayana dibagi atas tujuh Saptakanda yang terdiri dari 24.000 sloka (ayat). Nah, untuk tahu kisah dari Ramayana, kamu dapat melihat urutan dari 7 kitab berikut.
1. Balakanda
Kitab Balakanda menceritakan tentang Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri, yaitu Kausalya, Keikayi, dan Sumitra.
Dari ketiga permaisurinya, Prabu Dasarata mempunyai empat putra, yaitu Rama, Bharata, Lakshmana dan Satrughna.
Pada kitab ini diceritakan pula kisah Sang Rama yang berhasil memenangkan sayembara dan memperistri Sita, putri Prabu Janaka.
2. Ayodhyakanda
Dalam Kitab Ayodhyakanda, diceritakan bahwa Rama adalah putra tertua Prabu Dasarata dari permaisuri Kausalya.
Sementara Lakshmana dan Satrughna adalah putra Sumitra, dan Bharata adalah putra dari istri kesayangan raja, Keikayi.
Prabu Dasarata yang telah tua bermaksud menobatkan Rama sebagai putra mahkota dan calon penggantinya.
Namun atas permintaan Keikayi, Rama diusir ke hutan rimba selama 14 tahun dan Bharata dinobatkan sebagai pewaris takhta.
Sita dan Lakshmana meminta untuk mengiringi Rama dan diizinkan. Saat Prabu Dasarata wafat, Bharata menolak dinobatkan sebagai raja dan menyusul Rama untuk memintanya kembali.
3. Aranyakanda
Kitab Aranyakanda menceritakan kisah Rama, Sita, dan Lakshmana di tengah hutan selama masa pengasingan.
Adik Rawana yang bernama Sarpanaka muncul dan hidungnya dipotong oleh Laksmana.
Sarpanaka melaporkan hal itu kepada Rawana dan menganjurkannya untuk menculik Sita.
Sita kemudian ditempatkan di taman Asoka, taman sari Alengka.
4. Kiskindhakanda
Kiskindhakanda menceritakan kisah pertemuan Sang Rama dengan Raja kera Sugriwa. Sang Rama membantu Sugriwa merebut kerajaannya dari Subali, kakaknya. Dalam pertempuran, Subali terbunuh. Sugriwa menjadi Raja di Kiskindha. Kemudian Sang Rama dan Sugriwa bersekutu untuk menggempur Kerajaan Alengka.
5. Sundarakanda
Sundarakanda menceritakan kisah tentara Kiskindha yang membangun jembatan Situbanda yang menghubungkan India dengan Alengka. Hanuman yang menjadi duta Sang Rama pergi ke Alengka dan menghadap Dewi Sita. Di sana ia ditangkap namun dapat meloloskan diri dan membakar ibu kota Alengka.
6. Yuddhakanda
Kitab Yuddhakanda bercerita tentang pertempuran panjang antara pasukan Rama dan pasukan Rawana.
Dalam pertempuran ini, Rama dan Laksmana dilukai Indrajit dengan panah ularnya.
Kumbakarna, adik Rawana yang tidur enam bulan, dibangunkan dan maju berperang, tetapi tewas di tangan Rama.
Pada akhirnya, Rawana tewas dibunuh oleh Rama dan Wibisana dinobatkan menjadi raja Alengka.
Kendati demikian, Rama justru hendak meninggalkan Sita karena meragukan kesuciannya.
Setelah Sita membuktikan kesuciannya, Rama membawanya pulang ke Ayodhya.
Rama kemudian dinobatkan menjadi raja Ayodhya dan memerintah hingga 10.000 tahun.
7. Uttarakanda
Uttarakanda menceritakan kisah pembuangan Dewi Sita karena Sang Rama mendengar desas-desus dari rakyat yang sangsi dengan kesucian Dewi Sita. Kemudian Dewi Sita tinggal di pertapaan Rsi Walmiki dan melahirkan Kusa dan Lawa. Kusa dan Lawa datang ke istana Sang Rama pada saat upacara Aswamedha. Pada saat itulah mereka menyanyikan Ramayana yang digubah oleh Rsi Walmiki.
Tokoh Pewayangan Ramayana

1. Sri Rama
Pemeran pertama adalah Rama yang biasa disebut juga Ramawijaya, Raghawa, Ramabhadra atau Bathara Rama. Dia berasal dari Kerajaan Ayodya, putra dari Prabu (Raja) Dasarata dan Dewi Raghu, cucu dari Prabu Banaputra. Pada masa kecil dan remaja dididik tentang keutamaan dan kesaktian oleh Bagawan Wasistha. Karena kepandaian, kesaktian dan kehalusan budinya, Sri Rama mendapat anugrah sebagai titisan Sang Hyang Wisnu yang bertugas memusnahkan angkara murka di muka bumi. Sri Rama beristerikan Dewi Shinta, setelah memenangkan sayembara menarik Busur Pusaka Kerajaan Mantili (Mithiladiraja). Sri Rama memiliki anak yaitu Kusiya, dan Rama Batlawa.

Baca Juga: Sejarah Wayang Kulit Warisan Budaya Khas Indonesia
2. Dewi Shinta
Pasangan dari Rama adalah Dewi Shinta. Nama lain darinya, yaitu Sintadewi, Rakyan Sinta, Janaki, atau Maithali. Putri dari Mantili ini berayahkan Prabu Janaka. Merupakan titisan dari bidadari kayangan Dewi Sri Widowati. Menjadi permasuri Sri Rama, raja Ayodya. Memiliki sifat setia dan berbakti kepada suami. Hal ini dibuktikan ketika Dewi Shinta diculik oleh Rahwana, dia dapat mempertahankan kesuciannya. Pada saat kesuciannya diuji oleh Sri Rama dengan cara dibakar, Shinta dapat selamat dari kobaran api.
3. Laksmana
Laksmana atau Lesmana merupakan putera ketiga Raja Dasarata yang bertahta di kerajaan Kosala, dengan ibukota Ayodhya. Kakak sulungnya bernama Rama, kakak keduanya bernama Bharata, dan adiknya sekaligus kembarannya bernama Satrugna. Di antara saudara-saudaranya, Laksmana memiliki hubungan yang sangat dekat terhadap Rama. Mereka bagaikan duet yang tak terpisahkan. Ketika Rama menikah dengan Sita, Laksmana juga menikahi adik Dewi Sita yang bernama Urmila.
4. Rahwana
Pemeran antagonis yang memiliki nama lain Dasamuka, Rawana, Dasawadana, Dasanana, Dasawaktra, Dasasirsa, Wingsatibahu, Dasasya. merupakan putra dari Bagawan Wiswara dan Dewi Sukesi. Dasamuka menjadi Raja di Alengka menggantikan sang kakek bernama Prabu Sumali. Memiliki Patih (Perdana Menteri) bernama Prahastha. Berpermaisurikan Dewi Tari, dan memiliki putra mahkota bernama Indrajit (Megananda). Anak-anaknya yang lain diantaranya : Trisirah, Trikaya, Trinetra, Dewantaka, Dewatumut, Pratalamaryam. Dasamuka memiliki ajian Pancasona yang membuatnya dapat hidup kembali bila menyentuh tanah setiap kali musuh mengalahkannya. Dasamuka memilik sifat angkara, senang menganiaya, tidak mau kalah, dan semua keinginannya harus terlaksana. Dalam hidupnya Dasamuka memiliki obsesi untuk mempersunting Titisan dari Dewi Sri Widowati, yang antara lain menitis pada Dewi Shinta.
5. Sugriwa
Nama Sugriwa dalam bahasa Sanskerta (Sugrīva) artinya adalah "leher yang tampan". Sugriwa adalah seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana. Ia adalah seorang raja kera dan merupakan seekor wanara. Ia tinggal di Kerajaan Kiskenda bersama kakaknya yang bernama Subali. Ia adalah teman Sri Rama dan membantunya memerangi Rahwana untuk menyelamatkan Sita.
6. Subali
Subali adalah seorang raja Wanara dalam wiracarita Ramayana. Ia merupakan kakak dari Sugriwa, sekutu Sri Rama. Ketika terjadi perselisihan antara kedua Wanara bersaudara itu, Rama berada di pihak Sugriwa. Subali akhirnya tewas di tangan pangeran dari Ayodhya tersebut.
Subali juga dikenal dalam dunia pewayangan Jawa sebagai seorang pendeta Wanara berdarah putih yang tinggal di puncak Gunung Sunyapringga. Ia memiliki Aji Pancasunya (di daerah Sunda disebut Pancasona) yang membuatnya tidak bisa mati. Ilmu kesaktian tersebut diwariskannya kepada Rahwana, musuh besar Rama.
7. Anggada
Anggada adalah wanara muda yang sangat tangkas dan gesit. Kekuatannya sangat dahsyat, sama seperti ayahnya, yakni Subali. Dalam kitab Ramayana disebutkan bahwa ia dapat melompat sejauh sembilan ratus mil. Anggada dilindungi oleh Rama dan akhirnya membantu Rama, berperang melawan Rahwana merebut kembali Dewi Sita.
8. Hanoman
Hanoman juga disebut sebagai Anoman, adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putera Batara Bayu dan Anjani, saudara dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, namun dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antar zaman. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya.
9. Jatayu
Jatayu adalah putra Aruna dan keponakan Garuda. Ia merupakan saudara Sempati. Ia adalah seekor burung yang melihat bagaimana Dewi Sita diculik oleh Rawana. Ia berusaha melawan tetapi kalah bertarung dan akhirnya mati. Tetapi ketika belum mati dan masih sekarat masih bisa melaporkan kepada Sri Rama bahwa Dewi Sita istrinya, diculik. Tempat dimana Sri Rama menemukan Jatayu yang sedang sekarat dinamakan "Jatayumangalam", sekarang dikenal sebagai "Chadayamangalam", terletak di Distrik Kollam, Kerala. Batu besar di tempat tersebut dinamai "JatayuPara", diambil dari nama Jatayu. Tempat itu dimanfaatkan sebagai obyek wisata.
10. Wibisana
Ia adalah adik kandung Rahwana yang menyeberang ke pihak Sri Rama. Dalam perang besar antara bangsa Rakshasa melawan Wanara, Wibisana banyak berjasa membocorkan kelemahan kaumnya, sehingga pihak Wanara yang dipimpin Rama memperoleh kemenangan. Sepeninggal Rahwana, Wibisana menjadi raja Alengka. Ia dianggap sebagai salah satu Chiranjiwin, yaitu makhluk abadi selamanya. Dalam pewayangan Jawa, Wibisana sering disebut dengan nama lengkap Gunawan Kuntawibisana. Tempat tinggalnya bernama Kasatrian Parangkuntara.
11. Kumbakarna
Kumbakarna adalah saudara kandung Rahwana, raja rakshasa dari Alengka. Kumbakarna merupakan seorang rakshasa yang sangat tinggi dan berwajah mengerikan, tetapi bersifat perwira dan sering menyadarkan perbuatan kakaknya yang salah. Ia memiliki suatu kelemahan, yaitu tidur selama enam bulan, dan selama ia menjalani masa tidur, ia tidak mampu mengerahkan seluruh kekuatannya.
12. Nila
Nila adalah seekor kera berwarna gelap yang berada di kubu Sri Rama dalam perang melawan Rahwana.Selama masa petualangan mencari Sita, Nila berperan penting, terutama dalam pembangunan jembatan Situbanda karena struktur jembatan tersebut dirancang oleh Nila. Dalam pertempuran besar di Alengka, Nila bersama para wanara yang lain bertarung mengalahkan para rakshasa. Saat Nila berhadapan dengan Prahasta yang menggunakan senjata gada besi, pertarungan berlangsung dengan sengit karena keduanya sama-sama sakti. Akhirnya Nila mengangkat sebuah batu yang besar sekali. Batu tersebut kemudian dijatuhkan di atas kepala Prahasta sehingga rakshasa tersebut tewas seketika.

Baca Juga: 12 Macam Senjata Milik Tokoh Pewayangan

Editor: Ruswanti

Sumber: Wikipedia, Kompas

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Materi Sejarah: Deklarasi Djuanda

Kamis, 30 Juni 2022 | 16:15 WIB

Contoh Soal Biologi Bab Animalia Kelas 10

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:22 WIB

Gerak Higroskopis dan 5 Contoh pada Tumbuhan

Selasa, 28 Juni 2022 | 16:17 WIB

Jenis-Jenis Penyerbukan pada Berbagai Tanaman

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:59 WIB

3 Jenis Tuas dalam Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 23:32 WIB

4 Prinsip Kerja Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12 WIB
X