Kerajinan Tradisional Getah Nyatu Khas Kalimantan

- Jumat, 3 Juni 2022 | 12:06 WIB
Kerajinan khas Kalimantan Tengah dari Getah Nyatu
Kerajinan khas Kalimantan Tengah dari Getah Nyatu

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam serta didiami berbagai suku asli Indonesia. Inilah yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya. Kekayaan budaya Indonesia membuat kreativitas yang ada di Indonesia juga sangat beragam, mulai dari makanan hingga kerajinan dan seninya.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki pulau dengan ciri khasnya masing-masing. Kali ini kita akan membahas tentang kerajinan dari salah satu pulau di Indonesia, yaitu Kalimantan. Seperti yang kita ketahui, Kalimantan adalah pulau terbesar di Indonesia dan memiliki keanekaragaman hayati. Selain itu, suku terbesar di pulau ini juga memiliki karakter yang kuat dan unik, yaitu suku Dayak. Apa kerajinan unik khas suku Dayak tersebut? Simak penjelasan berikut ini.
Apa itu Getah Nyatu?

Kerajinan Getah Nyatu

Suku Dayak adalah suku terbesar yang mendiami Kalimantan. Salah satu kerajinan eksotis yang berasal dari suku ini adalah ‘Getah Nyatu’. Apa itu getah nyatu?
Getah nyatu lahir dari daratan pulau Kalimantan yang berasal dari pohon kayu nyatu. Pohon kayu nyatu ini merupakan tanaman eksotis yang hanya tumbuh di dua daerah di provinsi tersebut, yaitu kabupaten Pangkalan Bun dan kecamatan Bukit Tengkiling, kota Palangkaraya.

Baca Juga: Proses Pembuatan Kain Tenun yang Lengkap
Pohon Nyatu merupakan pohon yang memilki kemampuan untuk berkembang biak dalam waktu singkat. Hanya dalam kurun waktu 6 bulan, ketinggian pohon nyatu sudah mencapai 8 meter. Dengan ketinggian itu, pohon nyatu sudah dapat dipangkas dan di ambil getahnya. Namun panen pohon nyatu tidak lantas dilakukan begitu saja. Panen pohon nyatu dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh ketua adat. Hal ini harus dilakukan untuk menjaga tradisi agar selalu menjaga kelestarian lingkungan.
Kerajinan dari getah nyatu khas suku Dayak sendiri memiliki nilai seni dan berdaya jual yang tinggi. Biasanya, suku Dayak menggunakan pohon nyatu untuk membuat kerajinan seperti perahu, patung suku Dayak, dan kerajinan lainnya. Pemilihan pohon nyatu sebagai bahan dasar utama pembuatan kerajinan juga bukan tanpa sebab.

Baca Juga: 9 Tari Tradisional Khas Kalimantan Utara
Cara Membuat Kerajinan dari Getah Nyatu
Kerajinan dari getah nyatu harus melalui beberapa tahap yang cukup rumit. Nah, berikut langkah-langkah membuat kerajinan dari getah nyatu secara tradisional.
1. Perebusan batang nyatu
Pertama batang dipisahkan dari kulitnya. Lalu, batang direbus selama 3 kali untuk mendapatkan getah yang baik. Perebusan pertama menggunakan minyak tanah, fungsinya untuk memisahkan getah dengan batangnya.
2. Pemisahan getah nyatu
Setelah perebusan, cukup menggunakan air untuk memisahkan minyak tanah dengan getah.
3. Pemberian warna getah nyatu
Getah nyatu yang telah diperoleh akan diberi warna dengan pewarna alami, seperti dengan daun yang memiliki kekhasan warna tertentu.
4. Pembentukan kerajinan dari getah nyatu
Setelah diberi warna, selanjutnya getah nyatu yang panas akan mengalami pembentukan. Hal ini dilakukan ketika getah masih panas, karena jika sudah dingin, getah nyatu akan sulit dibentuk. Kebanyakan bentuk getah nyatu didominasi oleh perahu naga dan perahu burung tingang. Ada juga yang dibentuk menjadi replika perahu yang digunakan dalam acara tiwah (perahu yang mengantarkan tulang orang yang meninggal). Selain bentuk-bentuk perahu yang beragam, getah nyatu juga dibentuk menjadi replika prajurit Dayak lengkap dengan aksesoris yang digunakan.
Selain memilki warna-warna yang terang, kedetailan pada getah nyatu juga tinggi sehingga cocok untuk dijadikan sebagai hiasan atau dekorasi ruangan. Harga yang dibandrol pun relatif terjangkau, tergantung bentuk atau ukurannya. Biasanya kerajinan getah nyatu berkisar antara puluhan ribu hingga jutaan rupiah.
Dari penjelasan di atas, getah nyatu merupakan sumber kerajinan khas suku Dayak yang bernilai tinggi dan unik. Kerajinan bernilai eksotis ini memiliki cara pembuatan yang masih tradisional. Oleh karena itu, kerajinan ini patut untuk dikenalkan dan dilestarikan sebagai salah satu kebudayaan Indonesia.

Editor: Ruswanti

Sumber: Ensiklopedia Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Adhesi dan Kohesi: Pengertian, Contoh dan Dampaknya

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 03:22 WIB

Nama Ruangan dan Tempat Umum dalam Bahasa Inggris

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:54 WIB
X