Sistem Ekskresi Ikan: Ikan Air Tawar dan Air Laut

- Rabu, 8 Juni 2022 | 21:06 WIB
Ilustrasi sistem ekskresi pada ikan
Ilustrasi sistem ekskresi pada ikan

Pernahkah kamu mendengar urutan sel, jaringan, organ, sistem organ, dan individu? Setiap individu tersusun minimal satu jenis sistem organ. Pada organisasi tingkat tinggi, sistem organ berjumlah 12.
Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang salah satu sistem organ, yaitu sistem ekskresi ikan. Sebelumnya, mari kita ulas secara singkat apa itu sistem ekskresi?
Secara umum, sistem ekskresi merupakan sistem di dalam tubuh berupa pengeluaran zat yang tidak dibutuhkan (sisa metabolisme) ke luar tubuh agar tidak menumpuk dan menjadi racun. Lalu, bagaimana kelompok ikan melakukan ekskresi? Melansir dari berbagai sumber, simak penjelasan tentang sistem ekskresi pada ikan.

Baca Juga: Empat Jenis Organ Sistem Ekskresi pada Manusia
Sistem Ekskresi Ikan
Pada ikan, organ ekskresi dapat berupa ginjal, insang, dan kulit. Ginjal bertugas untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme berupa urea serta mengedarkan kembali zat yang masih dibutuhkan.
Selanjutnya, organ ekskresi pada ikan adalah Insang. Insang merupakan organ pernapasan serta ekskresi. Organ ini berperan penting pada proses ekskresi dan merupakan tempat pengeluaran sebagian besar amonia pada ikan. Berbeda dengan kelompok vertebrata lainnya, ikan mengeluarkan amonia. Melansir dari Biologi, amonia merupakan zat sisa yang dikeluarkan sebagian besar hewan akuatik. Amonia di dalam tubuh sebagai zat sisa asam amino dari protein dan basa-basa bernitrogen dari asam nukleat. Terakhir, ada kulit yang juga memiliki tugas serupa.

Baca Juga: Anatomi dan Cara Kerja Ginjal dalam Produksi Urin
Ginjal pada Ikan
Ikan merupakan makhluk bertulang belakang yang memiliki ginjal sebagai sistem ekskresi. Ginjal pada ikan terbagi menjadi 2 jenis. Berikut penjelasan masing-masing jenis ginjal.
1. Mesonefros
Pada masa embrio, jenis ginjal ini mulai berkembang pada ikan. Tetapi setelah ikan mulai dewasa, ginjal mesonefros tidak banyak lagi yang digunakan untuk menyaring urine.
2. Opistonefros
Bentul ginjal opistonefros banyak digunakan ketika ikan sudah mulai dewasa. Kegunaan ginjal ini ialah untuk mengatur kekentalan dan untuk menyaring urine. Opistonefros berbentuk memanjang dengan warna kemerahan.
Perbedaan Sistem Ekskresi pada Ikan Air Laut dan Ikan Air Tawar
Kelompok ikan merupakan hewan akuatik yang juga terbagi menjadi dua jenis habitat, yaitu air laut dan air tawar. Karena perbedaan osmolaritas dan tekanan osmosis pada kedua jenis perairan tersebut, sistem ekskresi pada hewan Pisces ini dilakukan dengan cara kerja yang berbeda. Cara kerja pengeluaran cairan dari tubuh ikan tergantung kaidah osmosisnya.
Sebelum membahas perbedaan keduanya, apa itu kaidah osmosis? Kaidah osmosis merupakan perpindahan cairan dengan konsentrasi rendah menuju cairan dengan konsentrasi tinggi. Nah, habitat ikan yang selalu berada di air ini memungkinkan terjadinya air berdifusi terus menerus ke dalam tubuh ikan, sehingga sistem eksresi harus membuang kelebihan air yang masuk tersebut agar tubuh selalu setimbang (homeostatis terjaga). Namun, air laut mengandung lebih banyak garam dari air tawar, sehingga ikan air laut harus mengatur konsentrasi garam yang lebih ekstrim dalam tubuhnya. Berikut penjelasan tentang perbedaan sistem ekskresi pada ikan air laut dan air tawar.
Sistem Ekskresi Ikan Air Laut

Sistem ekskresi ikan air laut

Ikan air laut hidup di lingkungan dengan salinitas tinggi (kadar garam tinggi). Tingginya konsentrasi garam menyebabkan ikan beresiko kehilangan terlalu banyak air tubuh melalui osmosis. Sehingga, ikan air laut harus menjaga kadar air dalam tubuhnya dan membuang kelebihan garam.
Untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh, ikan air laut harus meminum air laut yang asin lebih banyak dan terus menerus. Konsekuensi dari terlalu banyak mengonsumsi air laut, garam akan turut serta masuk dalam jumlah besar. Sehingga garam harus dikeluarkan dari dalam tubuh sebelum menjadi racun.
Hal tersebut membuat ikan air laut memiliki ginjal dengan glomelurus yang lebih kecil dan tubulus yang lebih sedikit juga pendek. Hal ini membuat ikan air laut dapat lebih banyak membuang garam namun hanya membuang sedikit air. Sehingga, urin yang dikeluarkan lebih kental juga mengandung kadar garam tinggi.
Ikan laut mengeluarkan lebih banyak amonia melalui insangnya dibanding melalui urea. Hal ini dilakukan untuk menghemat air dari dalam tubuhnya. Ikan air laut juga dilengkapi oleh kelenjar khusus di daerah duburnya yang membantu pembuangan garam berlebih yang masuk ke dalam tubuh ikan.

Baca Juga: Perbedaan Sirip Paus dan Ikan sebagai Gambaran Organ Analog
Sistem Ekskresi Ikan Air Tawar

Sistem ekskresi ikan air tawar

Ikan air tawar merupakan ikan yang hidup di air tawar, seperti sungai, kolam, sawah, danau, dan rawa. Konsentrasi garam di air tawar tidak terlalu banyak sehingga ikan air tawar tidak perlu minum. Ikan air tawar mendapatkan garam dari makanan. Garam atau ion natrium adalah zat yang diperlukan oleh tubuh.
Namun jika banyak air yang masuk, garam dalam tubuh ikan dapat ikut terbawa keluar dan mengakibatkan ikan kekurangan garam. Sehingga ginjal ikan air tawar dirancang untuk mengeluarkan banyak air dan dapat menahan garam dalam tubuh.
Ikan air tawar memiliki ginjang yang besar, glomelurus yang besar, dan tubulus yang lebih panjang. Struktur ginjal tersebut memungkinkan ikan air tawar untuk terus menyaring air sehingga membuang garam seminimal mungkin ke luar tubuh.

Baca Juga: Cara Kerja Hati pada Sistem Ekskresi Manusia
Ginjal pada ikan air tawar menghasilkan urin berupa ammonia yang sangat encer karena mengandung banyak air. Sehingga ikan air tawar mengeksresikan urin dalam lebih banyak jika dibandingkan dengan ikan air laut.
Nah, berikut penjelasan tentang sistem ekskresi pada ikan. Organ ekskresi ikan ada 3, yaitu insang, kuit, dan ginjal. Ginjal pada ikan bertipe mesonefros dan opistonefros. Ikan air tawar dan air laut memiliki sistem ekskresi yang berbeda untuk menjaga tekanan osmosis tubuh. 

Editor: Ruswanti

Sumber: Britannica.com, Kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Adhesi dan Kohesi: Pengertian, Contoh dan Dampaknya

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 03:22 WIB

Nama Ruangan dan Tempat Umum dalam Bahasa Inggris

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:54 WIB
X