Sistem Ekskresi Amfibi (Katak dan Kodok)

- Rabu, 8 Juni 2022 | 21:25 WIB
Katak hijau, ilustrasi sistem ekskresi amfibi
Katak hijau, ilustrasi sistem ekskresi amfibi

Setiap makhluk hidup membutuhkan sistem ekskresi. Apa itu sistem ekskresi? Sistem ekskresi merupakan sebuah sistem organ pada makhluk hidup untuk membuang zat-zat sisa, seperti amonia, urea, racun, karbon dioksida, dan sebagainya. Organ ekskresi pada makhluk hidup, antara lain ginjal, paru-paru, kulit, dan hati.
Sebagai organ ekskresi, berikut penjelasan singkat tentang organ ekskresi selain ginjal. Pertama, paru-paru mengeluarkan karbon dioksida lewat respirasi. Pada saat ekspirasi, karbon dioksida yang tidak bermanfaat dan akan mengakibatkan keracunan jika berlebihan akan dikeluarkan. Kedua, organ yang berada di bagian terluar tubuh, yaitu kulit. Kulit mengeluarkan garam melalui keringat. Keringat sendiri mengandung amonia.
Pada artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang bagaimana sistem ekskresi pada amfibi, khususnya di organ ginjal. Melansir dari berbagai sumber, simak penjelasan tentang sistem ekskresi pada amfibi berikut ini.
Sistem Ekskresi pada Amfibi
Amfibi merupakan hewan yang hidup di dua alam dan mengalami proses metamorfosis. Selain bentuk tubuh yang berubah dalam proses metamorfosis, berbagai sistem organ juga menyesuaikan untuk hidup di daratan, termasuk juga sistem ekskresi ini. Pada saat amfibi berada di perairan dalam bentuk berudu, mereka mengeluarkan cairan dalam bentuk amonia seperti hewan akuatik lainnya. Kemudian, ketika katak atau kodok berubah menjadi hewan darat, mereka mengekskresikan urea. Amonia sendiri merupakan zat yang beracun bagi hewan darat dan bersifat sangat encer.
Kelompok vertebrata ini juga menggunakan insang pada saat berudu. Mereka mengeluarkan sisa-sisa karbon dioksida menggunakan insang. Setelah bermetamorfosis menjadi katak, mereka menggunakan paru-paru dan kulit. Kedua organ tersebut digunakan sebagai sistem pernapasan di situasi yang berbeda. Amfibi akan menggunakan paru-paru selama di darat dan menggunakan kulit selama di air. Kedua organ itu mengeluarkan karbon dioksida.

Baca Juga: Sistem Ekskresi Ikan: Ikan Air Tawar dan Air Laut
Morfologi Ginjal Amfibi

Katak air, ilustrasi sistem ekskresi pada amfibi

Sistem ekskresi hewan amfibi dilakukan oleh ginjal yang bertugas untuk menyaring dan mengeluarkan urin. Jenis ginjal yang digunakan oleh hewan amfibi adal dua jenis. Pada saat berudu, dia menggunakan ginjal tipe mesonefros. Selanjutnya, ketiak tumbuh menjadi katak dewasa menggunakan tipe ginjal opistonefros. Ginjal panjang tersebut terletak di lubang kloaka atau di saluran urogenital.
Bukti langsung terjadinya filtrasi di glomerulus pertama kali diberikan oleh percobaan pada ginjal amfibi. Meskipun amfibi secara resmi diberi status hewan darat, mereka kurang beradaptasi dengan kehidupan di darat. Mereka mengeluarkan nitrogen dalam bentuk urea dan tidak dapat menghasilkan urin yang lebih pekat daripada darah.

Baca Juga: Sistem Ekskresi Reptilia (Kadal, Buaya, Ular, dan Kura-Kura)
Kulit mereka permeabel terhadap air. Di darat, amfibi cenderung kehilangan air dengan sangat cepat melalui penguapan. Di air tawar, mereka mengalami masuknya air melalui osmosis, yang dilawan dengan ekskresi sejumlah besar urin encer. Urin disimpan dalam kandung kemih yang besar sebelum dikeluarkan, menyediakan cadangan air yang dapat digunakan hewan itu ketika tiba di darat.
Ketika amfibi meninggalkan air, sejumlah penyesuaian fisiologis dibuat yang memiliki efek menghemat air. Laju filtrasi glomerulus berkurang dengan pembatasan suplai darah, dan ini bersama dengan peningkatan pelepasan hormon antidiuretik menghasilkan produksi sejumlah kecil urin dengan konsentrasi yang sama dengan darah. Hormon antidiuretik (ADH, juga dikenal sebagai vasopresin, yang meningkatkan permeabilitas tubulus distal dan pengumpul terhadap air) juga meningkatkan permeabilitas kandung kemih terhadap air dan memungkinkan urin yang disimpan diserap kembali ke dalam tubuh.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, amfibi termasuk golongan hewan yang dapat hidup di dua dunia, yaitu darat dan air. Organ pada sistem ekskresi amfibi adalah ginjal, paru-paru, dan kulit. Seperti kelompok ikan, amfibi juga mengeluarkan urine di tempat yang sama dengan saluran reproduksinya yang disebut dengan kloaka.
Di atas adalah penjelasan singkat tentang sistem ekskresi dan ginjal pada amfibi, khususnya katak dan kodok. Hewan yang mengalami metamorfosis ini mengubah mesonefros menjadi opistonefros. Selain itu, zat yang dikeluarkan juga berubah, dari amonia yang lebih encer menjadi urea yang lebih pekat.

Baca Juga: Cara Kerja Hati pada Sistem Ekskresi Manusia

Editor: Ruswanti

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Deret Aritmatika: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal

Selasa, 9 Agustus 2022 | 00:00 WIB

Pengertian dan Konsep Dasar Semiotika

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:56 WIB

3 Macam Semiotika dan Tokoh-Tokohnya

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:55 WIB

Struktur Teks Cerita Sejarah

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:54 WIB

4 Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Jumat, 5 Agustus 2022 | 21:19 WIB

Materi Biologi, Protozoa: Manfaat dan Dampaknya

Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:58 WIB

Mengenal Sistem Reproduksi dan Klasifikasi Protozoa

Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:57 WIB
X