Penjelasan Sel Darah Putih (Leukosit) dalam Sistem Kekebalan Tubuh

- Senin, 13 Juni 2022 | 09:18 WIB
Sel darah putih
Sel darah putih

Darah terbagi menjadi 2 secara umum, yaitu plasma darah dan sel-sel darah. Sel darah manusia ada 3 jenis, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah. Pada artikel ini, kita akan berfokus pada sel darah putih.
Sel Darah Putih (Leukosit)
Sel darah putih atau leukosit yang dalam bahasa Latin merupakan gabungan dari dua kata, leuko dan cyto. Leuko berarti putih dan cyto berarti sel. Sel ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.
Karakteristik umum dari sel darah putih antara lain, tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoeboid, dan dapat menembus dinding kapiler atau diapedesis. Dalam keadaan normalnya terkandung 4x10^9 hingga 11x10^9 sel darah putih di dalam satu liter darah manusia dewasa. Sedangkan, setiap tetes darah mengandung 7.000-25.000 sel per tetes.
Sistem kerja pada leukosit bebas atau independen, seperti organisme sel tunggal. Leukosit mampu bergerak secara bebas dengan gerakan amuboid, bergerak bebas di dalam dan keluar pembuluh darah dan sirkulasi tubuh. Cara kerja leukosit dengan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup.
Leukosit tidak bisa membelah diri atau bereproduksi dengan cara mereka sendiri, melainkan mereka adalah produk dari sel punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsum tulang.
Jenis-Jenis dan Fungsi Sel Darah Putih (Leukosit)
Sel darah putih terbagi menjadi beberapa jenis. Secara umum, sel darah putih terbagi menjadi 2, yaitu granulosit dan agranulosit. Berikut penjelasan.
A. Leukosit Granulosit
Leukosit granulosit merupakan jenis sel yang memiliki granula atau tampak seperti titik-titik hitam di sel. Sel jenis ini disebut juga sel polimorfonuklear.
Granulosit memiliki enzim yang dapat memecah protein, yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan dan membuangnya. Dengan cara ini, jaringan yang sakit atau terluka dapat dieliminasi.
Sel granulosit dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Basofil

Leukosit granulosit basofil

Basofil merupakan sel darah merah yang memiliki sifat basa. Fungsi dari sel ini untuk memberikan reaksi alergi dan antigen dengan jalan mengeluarkan histamin kimia yang menyebabkan peradangan.
2. Eosinofil

Leukosit granulosit eosinofil

Eosinofil adalah sel darah putih yang bersifat asam. Jenis sel ini berfungsi ketika ada parasit. Sel ini akan berhubungan dengan infeksi parasit untuk menandakan banyaknya parasit dengan melihat peningkatan jumlah eosinofil.

Baca Juga: Penjelasan 4 Komponen Penyusun Darah
3. Neutrofil

Leukosit granulosit neutrofil

Neutrofil disebut sebagai sel darah putih yang bersifat netral. Sel ini berhubungan dengan pertahanan tubuh akibat infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya. Jenis sel ini biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah.

Baca Juga: Memahami Sistem Golongan Darah Manusia ABO dan Rhesus
B. Leukosit Agranulosit
Leukosit agranulosit merupakan jenis sel darah putih tanpa granul. Berikut 2 jenis leukosit agranulosit.
1. Limfosit
Limfosit merupakan sel darah putih yang berada di dalam sistem limfa. Limfosit terbagi menjadi tiga jenis, antara lain:
• Sel B membuat antibodi untuk mengikat dan menghancurkan patogen (penyakit). Cara kerja sel ini mengikat patogen lalu memberikan serangan. Beberapa sel B mempertahankan kemampuannya dalam menghasilkan antibodi sebagai layanan sistem 'memori'.
• Sel T atau CD4+ (pembantu) berfungsi untuk mengkoordinasi tanggapan ketahanan (yang bertahan dalam infeksi HIV) serta penting untuk menahan bakteri intraseluler. CD8+ (sitotoksik) dapat membunuh sel yang terinfeksi virus.
• Sel natural killer atau NK merupakan sel pembunuh alami yang dapat membunuh sel tubuh jika tidak menunjukkan sinyal bahwa dia tidak boleh dibunuh karena telah terinfeksi virus atau telah menjadi kanker.
2. Monosit

Leukosit agranulosit monosit atau makrofag

Monosit atau makrofag merupakan sel darah putih yang memiliki kemampuan fagositosis atau memakan patogen. Namun, sel ini berbeda dengan neutrofil. Monosit akan memberikan potongan patogen kepada sel T sehingga patogen tersebut dapat dihafal dan dibunuh, atau dapat membuat tanggapan antibodi untuk menjaga.
Selain kedua jenis sel jaringan di atas, pada sistem kekebalan tubuh ada jaringan lainnya, yaitu:
1. Histiosit, ada dalam sistem limfa bersama jaringan lainnya, tetapi tidak umum di dalam darah.
2. Makrofag.
3. Sel dendritik.
4. Mastosit, yang terlibat pada proses alergi.
Berikut penjelasan tentang sel darah putih. Sel darah putih merupakan komponen utama dari sistem kekebalan tubuh. Sel ini dapat menghancurkan, memakan, dan mencegah patogen menyebar ke tubuh. Selain itu, leukosit memiliki kemampuan untuk mengingat. Sehingga, jika ada patogen yang memiliki karakteristik dengan penyakit sebelumnya akan langsung dibunuh.

Editor: Ruswanti

Sumber: Wikipedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Adhesi dan Kohesi: Pengertian, Contoh dan Dampaknya

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 03:22 WIB

Nama Ruangan dan Tempat Umum dalam Bahasa Inggris

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:54 WIB
X