Pertahanan Proklamasi Kemerdekaan untuk Kedaulatan RI di Berbagai Daerah

- Rabu, 22 Juni 2022 | 13:05 WIB
Bung Tomo
Bung Tomo


Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia secara resmi merdeka setelah naskah proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno. Namun, Indonesia harus menghadapi berbagai hal untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan tersebut, terutama dari Belanda dan para sekutu.
Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia Kedua, kelompok Sekutu mulai mengambil alih daerah kekuasaan Jepang, salah satunya Indonesia. Belanda merupakan aliansi tentara Sekutu dan berusaha merebut kembali Indonesia.

Pada 29 September 1945, AFNEI (Allied Forces Netherland East Indies) melabuh di Tanjung Priok di bawah pimpinan Letjen Sir Philip Christison. Mereka diboncengi oleh NICA (Netherland Indies Civil Administration) pimpinan Van Der Plass sebagai wakil Van Mook. Tujuan kedatangan mereka untuk menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang, melucuti dan memulangkan tentara Jepang, membebaskan tentara Sekutu yang ditawan Jepang, serta yang terpenting adalah untuk kembali menguasai Indonesia.

Awalnya, kedatangan mereka disambut terbuka oleh pihak Indonesia. Namun, setelah mengetahui tujuan mereka untuk menegakkan kembali kekuasaan Hindia-Belanda,  sikap Indonesia pun berubah menjadi curiga dan mulai memerangi mereka. Berikut perlawanan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda.

1. Perang Ambarawa (Semarang, Oktober-Desember 1945)

Patung Jenderal Sudirman

Sebulan setelah kedatangan mereka di Tanjung Priok,  pasukan Sekutu di bawah pimpinan Brigjen Bethel mendarat di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Pasukan Sekutu yang sedang menuju Magelang membuat kerusuhan. Hal ini membuat masyarakat Magelang memboikot dan menyerang Sekutu.

Pasukan Sekutu terpaksa mundur ke daerah Magelang dan meneror rakyat lokal. Pengejaran dan pengepungan dilakukan oleh pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di bawah pimpinan Kol. Sudirman.

Pertempuran tersebut terjadi selama empat hari (12-15 Desember 1945) yang terkenal dengan nama “Palagan Ambarawa”. Pertempuran diakhiri dengan kemenangan TKR pada 15 Desember 1945. Tanggal tersebut dijadikan Hari Juang Kartika TNI-AD.

Baca Juga: Pengertian, Unsur dan Fungsi Sejarah

2. Perang Surabaya (Surabaya, Oktober-Novemmber 1945)
Selain Semarang, kelompok NICA juga datang ke Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945 dengan  pimpinan Brigjen A. W. S. Mallaby.

Pada tanggal 28 Oktober 1945, terjadi pertempuran antara rakyat Surabaya melawan Sekutu yang menewaskan Brigjen A. W. S. Mallaby. Hal tersebut membuat Sekutu murka dan meminta rakyat bersenjata menyerahkan diri pada tanggal 9 November 1945 sebelum pukul 18.00. Jika ultimatum tidak dipenuhi, Sekutu akan menyerang Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengertian, Unsur dan Fungsi Sejarah

Rabu, 22 Juni 2022 | 11:25 WIB

Unsur, Rumus dan Contoh Soal Lingkaran

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:37 WIB

Apa Hukum Kekekalan Massa Dan Siapa Penemunya?

Rabu, 22 Juni 2022 | 03:14 WIB
X