Indonesia dan Jalan Menuju Kesetaraan Gender, Saatnya Wujudkan Perempuan yang Berdaya

- Senin, 27 Juni 2022 | 12:48 WIB
Ilustrasi kesetaraan gender.
Ilustrasi kesetaraan gender.

HARIAN HALUAN - Bunga, bukan nama sebenarnya, telah menjalani perkuliahan hampir 3 tahun lamanya. Saya mengenalnya dari seorang teman dekat yang senang berbagi cerita soal kehidupan dan orang-orang baru yang ia temui. Perkenalan saya semakin dekat dengan Bunga, saat teman saya memperkenalkan saya sebagai mahasiswa psikologi kepadanya. Mengetahui hal itu, Bunga kemudian meminta saya merekomendasikan psikolog yang bisa ia hubungi. Tak banyak bercerita apapun, saya pun memberikan beberapa nomor psikolog dari dosen di fakultas saya. Sejak saat itu, jika saya bertemu Bunga di kampus saya jadi lebih sering menyapanya ketika berpapasan.

Perhatian saya terhadap Bunga tak terbatas sampai di situ saja. Teman saya tiba-tiba kemudian bercerita bahwa Bunga kini telah menikah. Saat itu ia tengah disibukkan dengan praktek lapangan mengajar di sebuah sekolah– mata kuliah praktek bagi mahasiswa jurusan kependidikan.

Belum usai menuntaskan kegiatannya di sekolah, ia terpaksa mesti menikah saat itu juga karena desakan orang tua, keluarga calon suami, dan mamak (paman laki-laki di Minang) yang menilai ia sudah layak umur. Katanya, sih jika sudah selesai resepsi maka perkuliahan bisa dipikirkan kemudian, pinta keluarganya. Yang paling penting dulu adalah menikah, begitu cerita Bunga kepada teman saya.

Namun, sesaat kemudian Bunga hamil, ia yang sempat cuti kuliah kemudian dipusingkan dengan urusan rumah tangga– melayani suami, mengurus pekerjaan rumah, kemudian kini hamil dan terpaksa memilih untuk fokus pada bayi yang dikandungnya.  

Baca Juga: Wujudkan Keadilan dan Kesetaraan Gender, DSPPKBPPPA Padang Panjang Gelar Rakor PUG

Waktu berjalan, ia kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah. Lingkungan yang selama ini mendesaknya untuk menikah tak cukup suportif dalam mendukung cita-citanya. Peran sebagai istri dan ibu telah ia peroleh dengan paksaan, namun tak ada yang peduli dengan perannya sebagai mahasiswa yang ingin bekerja dan mandiri. Menjalani semua tuntutan baru yang kini dilimpahkan kepadanya, membuat ia merasa bingung pada diri sendiri hingga kemudian menyerah dengan keadaan yang ada.

Cerita Bunga merupakan kisah dilematis yang sampai saat ini, masih sering kita dengar menimpa banyak perempuan di era modern sekarang. Seakan perempuan tak memiliki banyak pilihan karena keterbatasan yang distreotipkan padanya. Hal ini tumbuh dari sudut pandang patriarki yang masih langgeng sampai sekarang, bahwa perempuan ditempatkan berada di bawah posisi laki-laki. Maka posisi setara antara perempuan dan laki-laki sulit dicapai jika streotip gender masih saja melemahkan peran perempuan dalam banyak aspek. Oleh karena itu, melawanan ketimpangan gender dan patriarki adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan saat mengupayakan pemberdayaan yang setara terhadap perempuan.

Jejak juang perempuan dalam menyamakan nasib dengan kaum laki-laki, telah dimulai jauh saat ketimpangan itu disadari dan dirasakan oleh perempuan sendiri. Jika melihat kembali, kapan jejak itu dimulai dalam memperjuangkan hak yang dirampas dari mereka yang ingin berdaya, barangkali saat kita mengenang Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tahun 1928– hak perempuan atas pendidikan dan isu seputar pernikahan disuarakan untuk diperjuangkan saat itu.

Memang, posisi perempuan untuk bebas mengambil peran di sosial kita terasa tak semudah laki-laki, bahkan hingga saat ini. Kita melihat bagaimana kisah tak adil yang menimpa Bunga atas keyakinan tak masuk akal orang-orang di sekitarnya yang merasa khawatir jika Bunga tak segera menikah. Sesaat setelah didesak menikah, bukannya bisa fokus mengejar pendidikan yang tertinggal, ia kemudian disibukkan dengan urusan rumah tangga yang malah menjadi alasan bagi dirinya untuk memilih menyerah melanjutkan pendidikan.

Halaman:

Editor: Rahma Livia

Tags

Terkini

Nama Ruangan dan Tempat Umum dalam Bahasa Inggris

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:54 WIB

Cara Menulis Abstrak Dalam Karya Ilmiah

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:51 WIB

Cara Memperkenalkan Diri Dalam Bahasa Jepang

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:48 WIB

Apresiasi: Pengertian dan Fungsinya

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:14 WIB

Memahami Mitologi Di Belahan Dunia

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:11 WIB

Mengenal Proses Terjadinya Banjir

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:10 WIB
X