4 Prinsip Kerja Pesawat Sederhana

- Senin, 27 Juni 2022 | 21:12 WIB
Bidang miring (ilustrasi pesawat sederhana)
Bidang miring (ilustrasi pesawat sederhana)

Pada gambar di atas merupakan jalan berkelak-kelok yang berada di gunung. Jalan tersebut menggunakan prinsip dari pesawat sederhana, khususnya bidang miring. Apa itu pesawat sederhana?

Pesawat sederhana merupakan alat bantu yang dapat memudahkan pekerjaan manusia dan susunannya sederhana. Dalam ilmu Fisika, pesawat sederhana berbeda dengan kata pesawat yang merupakan kendaraan terbang. Dalam bahasa Inggris sendiri, pesawat sederhana disebut simple plane, sedangkan pesawat terbang adalah airplane atau aircraft

Menurut salah satu fisikawan dan matematikawan yang terkenal, yaitu Archimedes, pesawat sederhana adalah alat mekanik yang dapat memindahkan suatu benda. Pesawat sederhana terbagi menjadi 3 jenis, yaitu pengungkit, katrol dan sekrup.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan pesawat sederhana di alat yang biasa kita jumpai, seperti tang, palu, pisau, gunting, dan sekrup. Lalu, gabungan dari beberapa pesawat sederhana bisa membentuk pesawat rumit, yaitu mobil, sepeda, mesin cuci, hair dryer, dan mixer.

Baca Juga: Pesawat Sederhana: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Kehidupan Sehari-Hari
Melansir dari Kumparan.com, pesawat sederhana dirancang untuk menghemat tenaga manusia. Misalnya untuk mengambil paku yang menancap di kayu dengan mudah menggunakan palu. Pesawat ini juga diterapkan untuk mempersingkat waktu dalam bekerja.
4 Prinsip Kerja Pesawat Sederhana
1. Tuas
Tuas merupakan perkakas yang dibuat untuk memudahkan pekerjaan mengangkat beban. Tuas dirancang sedemikian rupa, sehingga hanya perlu sedikit gaya untuk mengangkat beban yang berat.
Prinsip kerja dari tuas adalah membagi bagian menjadi 3 titik, yaitu titik tumpu, titik beban, dan titik kuasa. Jarak dari titik tumpu ke beban dan kuasa masing-masing disebut lengan beban dan lengan kuasa. Dari panjang lengan tersebut dapat dihitung pula keuntungan mekanisnya dengan rumus berikut.

Keuntungan mekanis = Gaya Beban : Gaya Kuasa

Tuas dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, antara lain:
1. Tuas Jenis I

Tuas dengan titik tumpu di antara titik kuasa dan titik beban. Urutannya adalah titik kuasa-titik tumpu-titik beban. Posisi dari titik kuasa dan beban dapat ditukar. Contohnya, yaitu jungkat-jungkit, linggis, pembuka tutup botol, dan pencabut paku.
2.Tuas Jenis II

Tuas dengan titik beban di antara titik tumpu dan titik kuasa. Urutannya, yakni kuasa-beban-titik tumpu. Contohnya adalah pemecah kemiri dan kereta roda satu.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Ruangan dan Tempat Umum dalam Bahasa Inggris

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:54 WIB

Cara Menulis Abstrak Dalam Karya Ilmiah

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:51 WIB

Cara Memperkenalkan Diri Dalam Bahasa Jepang

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:48 WIB

Apresiasi: Pengertian dan Fungsinya

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:14 WIB

Memahami Mitologi Di Belahan Dunia

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:11 WIB

Mengenal Proses Terjadinya Banjir

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:10 WIB
X