Pengertian dan Jenis Penyerbukan atau Polinasi pada Kelompok Tumbuhan Berbunga

- Selasa, 28 Juni 2022 | 13:31 WIB
Bunga Daisy, ilustrasi tanaman berbunga (Alexos Fotos)
Bunga Daisy, ilustrasi tanaman berbunga (Alexos Fotos)

Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah berkembang biak. Nah, kali ini kita akan membahas tentang perkembangbiakan pada tumbuhan, khususnya tumbuhan berbunga. Pada tumbuhan berbunga, perkembangbiakannya disebut dengan penyerbukan. Untuk penjelasan lebih lanjut, simak penjelasan tentang penyerbukan berikut ini.

Pengertian Penyerbukan (Polinasi)
Penyerbukan atau bisa juga disebut sebagai polinasi yaitu istilah yang berasal dari Bahasa Inggris, pollination dan pollen yang artinya serbuk sari. Proses ini merupakan proses jatuhnya serbuk sari di permukaan putik. Di berbagai macam bunga, proses ini sering “jatuh pada bagian kepala putik”. Penyerbukan adalah bagian yang cukup penting dari proses reproduksi tumbuhan berbiji.
Proses penyerbukan yang sukses akan dibarengi dengan tumbuhnya buluh serbuk yang masuk ke dalam saluran putik dan menuju ke bakal biji. Di dalam bakal biji, akan terjadi proses yang cukup penting, yaitu pembuahan.
Pengertian penyerbukan merupakan sebuah proses penyerbukan pada kepala putik oleh serbuk sari yang berasal dari bunga lain atau bunga itu sendiri di tumbuhan yang sama.
Penyerbukan berbeda dengan pembuahan. Penyerbukan merupakan proses peleburan gamet betina dan jantan. Penyerbukan pada tumbuhan terbagi menjadi dua jenis, yaitu penyerbukan silang dan penyerbukan sendiri. 
Proses Penyerbukan atau Polinasi pada Bunga
Sebelum mengetahui proses penyerbukan, kamu dapat mengetahui beberapa bagian bunga yang penting untuk proses penyerbukan, antara lain serbuk sari yang terdiri dari kepala sari, tangkai sari, dan serbuk sari serta putih yang terdiri dari kepala putik dan tabung.

Baca Juga: 111 Kumpulan Kosakata Nama Bunga (Flower) dalam Bahasa Inggris

Berikut proses penyerbukan pada bunga.
1. Pembuahan sel telur atau penyerbukan serta perkembangannya hanya akan terjadi apabila serbuk-serbuk sari jatuh di stigma.
2. Serbuk sari sampai ke kepala putik dengan cara alami atau dengan menggunakan bantuan manusia. Perantara yang menyebabkan terjadinya proses penyerbukan disebut pollinator.
3. Serbuk sari yang berhasil beradaptasi di stigma akan mengalami germinasi dan membentuk tabung polen.
4. Tabung polen tumbuh melewati stilus dan menuju ovarium.
5. Tabung polen melepaskan dua sperma ke dalam gametofit betina (kantong embrio) di dalam ovul.
6. Salah satu sperma membuahi atau memfertilisasi sel telur dan membentuk zigot.
7. Sperma lainnya berkombinasi dengan dua nukleus polar dari kantong embrio membentuk sel triploid yang akan membentuk jaringan nutritif disebut endosperma.
Jenis-Jenis Penyerbukan atau Polinasi
Berdasarkan Asal Serbuk Sari
1. Autogami atau Penyerbukan Sendiri
Autogami atau penyerbukan sendiri merupakan sebuah proses penyerbukan atau berpindahnya serbuk sari dari kepala sari menuju ke kepala putik dalam satu tanaman. Tanaman yang melakukan proses penyerbukan ini disebut tanaman yang menyerbuk sendiri.
Biasanya, proses penyerbukan tersebut terjadi saat bunga belum mulai mekar atau masih dalam kondisi tertutup. Dimana kondisi tersebut seringkali disebut sebagai penyerbukan tertutup atau kleistogami. Misalnya saja bunga telang dan juga bunga turi.
Keuntungan
a. Tidak terdapat keragaman di dalam gen sehingga kemurnian ras sangat dipertahankan.
b. Tanaman tidak bergantung pada faktor eksternal untuk melakukan penyerbukan.
c. Jenis biji-bijian mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih baik dalam memperoleh penyerbukan.
d. Menghilangkan karakter resesif.
Kerugian
a. Tidak akan ada karakter ataupun fitur baru yang bisa diturunkan ke garis keturunan selanjutnya
b. Mengurangi kekuatan dan vitalitas yang diperoleh.
c. Kekebalan keturunan tidak bisa membantu dalam mengurangi penyakit.
2. Geitonogami atau Penyerbukan Tetangga
Geitonogami, penyerbukan bebas, penyerbukan terbuka, atau persarian bebas merupakan sebuah proses penyerbukan pada bunga yang sudah mekar oleh serbuk dari dari berbagai macam bunga secara terbuka atau bebas. Perkawinan yang dilakukan melalui penyerbukan terbuka biasanya disebut dengan istilah kasmogami atau chasmogamy dalam Bahasa Latin.
Proses penyerbukan bisa terjadi baik itu antara serbuk sari dan putik dari bunga yang sama, atau dari bunga yang berbeda. Mayoritas penyerbukan terbuka memiliki efek samping atau berakibat pada penyerbukan silang atau cross-pollination. Ini adalah sebuah proses ketika serbuk sari dari sebuah bunga pindah ke putih di bunga lain.
Contoh tanaman yang mengalami penyerbukan ini adalah gandum. Proses penyerbukan terjadi ketika kepala sari pecah sebelum bunga mekar. Sehingga serbuk sari yang beterbangan akan sangat kecil jumlahnya. Secara morfologi, bunga pada tanaman gandum termasuk ke dalam kasmogami. Namun karena adanya karakteristik pada benang sarinya, maka lebih sering terjadi penyerbukan tertutup, antara serbuk sari dan putik di dalam satu bunga.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Rafflesia Arnoldii, Bunga Terbesar di Dunia
3. Alogami atau Penyerbukan Silang
Penyerbukan silang atau alogami adalah penyerbukan yang terjadi ketika menempelnya serbuk sari dari sebuah bunga di kepala putik bunga lain yang ada di tumbuhan lain yang masih sejenis. Contoh tanaman yang menggunakan penyerbukan silang, yaitu pohon gandarusa, jagung, rumput, zaitun, bawang, labu, bayam, dan brokoli.
Saat dua tanaman mengalami proses penyerbukan silang, maka biji yang akan dihasilkan mengandung karakteristik dari kedua tanaman tersebut. Namun, penyerbukan silang tidak bisa mempengaruhi buah maupun sayuran yang diproduksi. Tapi ada satu pengecualian yaitu tanaman jagung. Dimana biji yang dihasilkan umumnya mengandung aspek dari kedua tanaman yang mengalami penyerbukan silang.
Keuntungan
a. Penyerbukan silang sangat bermanfaat bagi ras tanaman, dimana hasil persilangan akan memperkenalkan gen baru kepada garis keturunan sebagai hasil dari pembuahan antara gamet yang memiliki genetik yang berbeda.
b. Meningkatkan resistensi keturunan pada penyakit dan juga perubahan lingkungan.
c. Benih memiliki kekuatan serta vitalitas dan kuat.
d. Karakter resesif dapat dihilangkan dengan rekombinasi genetik.
e. Penyerbukan silang adalah satu-satunya cara tanaman yang memiliki tanaman tunggal bisa melakukan reproduksi.
Kerugian
a. Pemborosan serbuk sari.
b. Ada kemungkinan kualitas baik dihilangkan dan karakteristik yang tidak dibutuhkan bertambah karena rekombinasi gen.
4. Hibridiogami atau Penyerbukan Bastar
Penyerbukan bastar atau hibridogami merupakan proses penyerbukan yang terjadi apabila serbuk sari yang jatuh di atas kepala putik berasal dari bunga tumbuhan lain dan memiliki jenis yang berbeda. Misalnya, serbuk sari dari tanaman buah jambu biji berdaging merah jatuh ke kepala putik tanaman jambu berdaging putih. Jadi, penyerbukan bastar merupakan proses menempelnya serbuk sari dari satu bunga ke bunga lain dari tumbuhan yang berbeda. Hal tersebut hanya bisa dilakukan pada tumbuhan yang masih dekat hubungan kekerabatannya.
Berdasarkan Perantara Penyerbukan
1. Penyerbukan oleh Angin

Penyerbukan oleh bantuan angin (Nita)

Ciri-ciri bunga yang diserbukkan oleh angin, antara lain:
a. Tidak memiliki kelenjar madu dan tidak berwarna.
b. Jumlah serbuk sari tergolong banyak dan ringan.
c. Kepala dari berukuran besar dan tangkai sari berbentuk panjang serta mudah bergoyang saat ditiup angin.
d. Bagian putik bunga terlentang keluar, berbulu, dan panjang.
Contoh tanaman adalah rumput, bunga kelapa, dan tanaman jagung.
2. Penyerbukan oleh Hewan
Hewan polinator merupakan hewan yang membantu penyerbukan, seperti serangga, burung, kelelawar, dan siput. Serangga yang biasa membantu proses polinasi adalah lebah atau kupu-kupu.
Ciri-ciri bunga yang diserbukkan hewan, yaitu:
1. Mahkota bunga dengan warna-warni menarik, memiliki bau yang harum, dan memiliki kelenjar madu.
2. Serbuk sari yang berlendir bisa melekat di tubuh hewan yang hinggap di bunganya.
3. Putik yang tersembunyi dan berlendir.
3. Penyerbukan oleh Air
Penyerbukan jenis ini terjadi pada tanaman yang bunganya terendam oleh air, seperti Hydrilla. Proses penyerbukan terjadi ketika serbuk sari dibawa oleh aliran air dan masuk ke kepala putik.
4. Penyerbukan oleh Manusia
Sebelumnya merupakan penyerbukan alami. Selain itu, manusia juga dapat membantu penyerbukan yang disebut penyerbukan buatan. Tanaman yang dibantu adalah salak dan vanili. Bunga vanili dan bunga salak memiliki kelamin tunggal. Sehingga mereka memiliki bunga jantan dan juga bunga betina. Untuk mempermudah proses penyerbukannya, maka bunga jantan yang dipenuhi serbuk sari dipetik, lalu ditempelkan di bunga betina yang sudah matang.
Jenis-Jenis Penyerbukan
1. Penyerbukan Abiotik
Jenis penyerbukan abiotik adalah penyerbukan tanpa adanya keterlibatan organisme lain, seperti angin dan air. Contoh tanaman, antara lain rumput, konifer, pohon deciduous, dan Hydrilla. Ciri-ciri penyerbukan abiotik, yaitu:
a. Terjadi pada jenis tumbuhan pangan seperti padi, gandum, dan juga jagung.
b. Tidak memiliki kelenjar manis madu.
c. Memiliki mahkota bunga yang berwarna pucat dan tidak memiliki sel warna.
d. Mempunyai serbuk sari yang kering dan mudah rontok.
e. Kepala putik pada bunga menyembul keluar.

Baca Juga: 5 Tanaman Pengusir Nyamuk di Rumah, Bunda Coba Nih!
2. Penyerbukan Biotik
Penyerbukan biotik adalah penyerbukan dimana polinator adalah organisme. Ciri-ciri tanaman dengan penyerbukan ini adalah bunga yang diferensial serta kombinasinya menarik satu jenis penyerbuk. Itu biasanya dikenal sebagai sindrom penyerbukan. Di dalam air sendiri terdapat 200.000 jenis hewan penyerbuk yang sebagian besar adalah serangga.
Proses penyerbukan yang dilakukan oleh serangga biasanya terjadi pada saat tanaman sudah berkembang, memiliki kelopak yang berwarna, serta aroma yang cukup kuat untuk menarik para serangga. Mulai dari kumbang, tawon, lebah, dan juga semut, lalat, serta kupu-kupu.
Dalam zoophilia, proses penyerbukan dilakukan oleh hewan vertebrata seperti jenis burung dan kelelawar, khususnya, Kolibri, sunbirds, spiderhunters, honeyeaters, dan kelelawar pemakan buah. Tanaman yang mengalami penyerbukan dengan menggunakan kelelawar dan ngengat umumnya mempunyai kelopak berwarna putih dan aroma yang kuat.
Sementara tanaman yang mengalami penyerbukan menggunakan burung cenderung memiliki warna kelopak merah dan jarang menghasilkan aroma (namun ada juga burung yang bergantung pada indra penciuman untuk menemukan makanan nabati).

Editor: Ruswanti

Sumber: Gramedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Ruangan dan Tempat Umum dalam Bahasa Inggris

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:54 WIB

Cara Menulis Abstrak Dalam Karya Ilmiah

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:51 WIB

Cara Memperkenalkan Diri Dalam Bahasa Jepang

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:48 WIB

Apresiasi: Pengertian dan Fungsinya

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:14 WIB

Memahami Mitologi Di Belahan Dunia

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:11 WIB

Mengenal Proses Terjadinya Banjir

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:10 WIB
X