Pengertian dan Akibat Mikroplastik

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 21:43 WIB
Ilustrasi mikroplastik
Ilustrasi mikroplastik


Melansir dari laman ITB, Dr.rer.nat. Dwi Amanda Utami, peneliti dari Pusat Riset Geoteknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional menyatakan bahwa Rasio jumlah plastik terhadap ikan di laut pada 2025 adalah 1:3. Akan tetapi, pada 2050 diperkirakan jumlah sampah akan lebih banyak dibandingkan jumlah ikan di laut. Hal ini dapat diperparah dengan tindakan overfishing.
Plastik merupakan polimer yang akrab ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, sebagian besar akan menjadi sampah dan berakhir di laut. Keberadaan sampah plastik di laut ini dapat membunuh berbagai biota, merusak ekosistem, bahkan membahayakan kegiatan navigasi perkapalan apabila sampah-sampah tersebut tersangkut di baling-baling.
Apa itu Mikroplastik?
Mikroplastik merupakan partikel plastik atau fiber dengan ukuran kurang dari 5 mm atau 2 inci. Mikroplastik diproduksi sebagai plastik kecil, seperti mikrobead yang ditambahkan ke pasta gigi dan pengelupas, atau dibuat ketika plastik yang lebih besar terurai di lingkungan.
Serat mikroplastik dapat berupa serat sintetis, seperti polyester, nylon, fiber, dan fragmen. Nylon dan polyester banyak digunakan sebagai pakaian, furnitur, senar pancing, dan jaring ikan. Bahkan, ketika kita mencuci 6 kg baju dari serat sintetis, secara tidak langsung kita telah membuang sekitar 700.000 serat mikroplastik ke saluran air dan akan berakhir di laut.
Mikroplastik terbagi menjadi 2 tipe, yakni primer dan sekunder.
1. Mikroplastik primer diproduksi dalam ukuran yang sangat kecil, contohnya polyethylene microbeads yang banyak terdapat pada produk kecantikan, sabun, deterjen, kosmetik, dan pakaian.
2. Mikroplastik sekunder berasal dari degradasi plastik sekali pakai yang berukuran lebih besar atau mikroplasti yang berasal dari penguraian sampah plastik di lautan.
Mikroplastik dapat ditemukan di berbagai tempat, khususnya perairan, mulai dari perairan tropis hingga Arktik. Selain itu, mikroplastik juga dapat ditemukan di sekitar kita, seperti makanan dan minuman kemasan debu, bahan bangunan, dan lingkungan yang luas. Di Indonesia, mikroplastik dapat ditemukan di perairan laut, sedimen sungai, estuari, sedimen di lingkungan terumbu karang, bahkan dalam perut ikan. Selain itu, mikroplastik juga telah diteliti berada di tubuh ikan. Berdasarkan penelitian, ikan di Indonesia yang mengandung mikroplastik 5 kali lebih banyak dibandingkan di Amerika.
Selain mikroplastik, ada juga nanoplastik. Nanoplastik merupakan plastik yang memiliki ukuran sangat kecil, 1 nm – 100 nm, seukuran dengan DNA dan virus. Karena ukurannya yang lebih kecil dari mikroplastik, ia sangat sulit diamati dan dapat dengan mudah masuk ke jaringan tubuh.
Akibat Mikroplastik Bagi Manusia

Sampah plastik

Keberadaan mikroplastik di dalam perut ikan dan sumber air tawar dapat menjadi jalan masuk ke tubuh manusia. Mikroplastik mengandung berbagai zat aditif yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut beberapa akibat mikroplastik bagi manusia dan lingkungannya.
1. Polusi udara yang mengandung mikroplastik berukuran 10 – 25 m dapat terakumulasi di saluran pernafasan dan paru-paru sehingga akan mengganggu sistem pernapasan.
2. Mengganggu kesehatan manusia, seperti memicu pertumbuhan tumor, penghambat sistem imun, dan mengganggu sistem reproduksi.
3. Mengganggu hormon dengan adanya kandungan Bisphenol A (BPA) sebagai bahan kimia yang digunakan untuk membuat botol plastik. BPA ini memiliki aktivitas hormon esterogen sehingga jika masuk ke dalam tubuh dapat mengganggu aktivitas hormon alami pada manusia. Kondisi ini bisa berdampak negatif pada saluran reproduksi, mengurangi jumlah sperma, dan testis.
4. Meningkatkan risiko bayi lahir cacat. Hal ini dapat dikaitkan dengan dampak BPA yang menurunkan kadar testosteron pada janin laki-laki.
5. Mengganggu sistem kekebalan tubuh dengan menyebabkan perubahan pada DNA dan stres oksidatif.
6. Mengganggu perkembangan otak janin ketika mikroplastik melewati membran kuat yang melindungi otak dari banyak benda asing yang masuk ke aliran darah.
7. Jika tertelan oleh mamalia laut karena menyerupai mangsa alaminya, mikroplastik dapat mengakibatkan rusaknya organ pencernaan karena sulit atau tidak bisa dicerna, mengurangi cadangan energi pada tubuh, dapat mengganggu sistem reproduksi, bahkan menyebabkan kematian. Untuk potongan yang lebih besar, ada beberapa bukti bahwa plastik yang terakumulasi di perut hewan dapat menekan nafsu makan mereka yang dikenal sebagai "efek pengenceran makanan" dan bisa berdampak buruk.

Baca Juga: Jenis Plastik dan Bahayanya bagi Kesehatan
Langkah Mengurangi Risiko Mikroplastik
Kita telah mengetahui bahayanya dari mikroplastik di alam. Berikut langkah-langkah untuk emngurangi risiko mikroplastik.
1. Minum air galon karena air kemasan memiliki sekitar dua kali lipat tingkat mikroplastik air non kemasan. Lebih baik lagi, jika kita meminum air keran.
2. Hindari penggunaan wadah plastik yang mengandung ftalat, stirena, dan bisphenol. Kandungan ini dapat mengganggu kesehatan tubuh.
3. Konsumsi mkanan segar dibandingkan makanan kemasan. karena, banyak makanan kemasan yang terbukti mengandung mikroplastik.
5. Meminimalkan debu rumah tangga dengan membersihkan atau menyedot debu secara teratur dapat membantu mengurangi paparan debu rumah tangga.
Sampah plastik tidak hanya mengancam kesehatan manusia, tetapi juga memengaruhi perubahan iklim dunia. Meskipun saat ini, keberadaan mikroplastik belum berada di tingkat yang mengancam. Namun, seiring berjalannya waktu jumlahnya akan meningkat dan bahanya akan semakin nyata. Langkah sederhana yang dapat kita lakukan adalah mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai dan melakukan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Editor: Ruswanti

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cerita Dongeng: Jenis, Ciri, dan Fungsinya

Senin, 15 Agustus 2022 | 21:31 WIB

4 Cerita Dongeng Pendek tentang Hewan (Fabel)

Senin, 15 Agustus 2022 | 20:12 WIB

Desain Grafis: Pengertian, Jenis-Jenis, Dan Fungsinya

Senin, 15 Agustus 2022 | 15:59 WIB

Adhesi dan Kohesi: Pengertian, Contoh dan Dampaknya

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 03:22 WIB
X