Efek Fotolistrik: Definisi, Proses Terjadi, dan Faktor yang Memengaruhinya

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 14:01 WIB
Efek Fotolistrik:  Definisi, Proses Terjadi, dan Faktor yang Memengaruhinya
Efek Fotolistrik: Definisi, Proses Terjadi, dan Faktor yang Memengaruhinya

Harian Haluan - Pernahkah Anda mendengar istilah efek fotolistrik? Nah, efek fotolistrik merupakan suatu konsep dalam ilmu fisika dimana cahaya bisa mendorong elektron dalam suatu logam keluar. Penemuan tersebut diciptakan oleh ahli fisikawan terkenal yaitu Albert Einstein. Lantas, bagaimana proses terjadinya efek fotolistrik tersebut? 

Proses Terjadinya Efek Fotolistrik

Perlu Anda ketahui bahwa di dalam efek fotolistrik diterapkan konsep dualisme cahaya, yaitu konsep cahaya berbentuk gelombang yang bersifat kontinu. Nah, menurut Einstein, cahaya terdiri atas paket-paket atau partikel cahaya (foton).

Sebuah foton sendiri memiliki energi yang besarnya sama dengan konstanta Planck (h) dikalikan dengan frekuensinya. Selain itu, konstanta Planck (h) merupakan konstanta yang nilainya selalu tepat. Dengan begitu, energi di dalam foton akan selalu meningkat sesuai dengan frekuensinya.

Nah, mekanisme terjadinya efek fotolistrik pada suatu logam dimulai dengan cahaya yang mengenai logam tersebut. Kemudian, cahaya akan menembus materi logam tersebut. Di mana, foton akan bertemu dengan elektron yang ada di dalam logam tersebut.

Nah, setiap paket cahaya atau foton bisa menyebabkan satu elektron keluar dari logam tersebut. Tentunya, karena foton mentransfer energi yang dimilikinya pada elektron ke dalam logam tersebut. Sehingga, elektron yang keluar dari logam disebut dengan Fotoelektron. Itulah proses terjadinya efek fotolistrik pada logam.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Efek Fotolistrik

  1. Frekuensi Ambang Batas

Nah, frekuensi ambang batas merupakan frekuensi minimum terlepasnya elektron dalam materi logam tersebut. Apabila cahaya yang dikenakan pada logam berada di bawah frekuensi ambang batas, maka tidak akan ada elektron yang lepas. Sehingga, frekuensi cahaya harus ada di atas frekuensi ambang batas agar terjadi peristiwa efek fotolistrik.

  1. Frekuensi Cahaya

Sama seperti yang disinggung sebelumnya, energi foton merupakan hasil kali konstanta Planck dan frekuensi. Nah, frekuensi juga menentukan energi kinetik foton tersebut. Apabila makin besar frekuensinya, maka makin besar pula energi kinetik yang dimiliki foton tersebut.

  1. Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya juga memengaruhi banyaknya elektron yang dapat terlepas dari logam. Semakin tinggi intensitas cahayanya, maka makin banyak pula elektron yang dapat dilepaskan. Nah perlu Anda ingat, kalau jumlah elektron yang dilepaskan tidak bergantung pada energi kinetik ataupun frekuensinya melainkan bergantung pada intensitas cahayanya.

  1. Amplitudo Cahaya

Amplitudo cahaya juga memengaruhi jumlah elektron yang dapat dilepaskan selama efek fotolistrik tersebut. Cahaya yang memiliki amplitudo lebih tinggi berarti lebih banyak foton yang mengenai permukaan logamnya.

Halaman:

Editor: Rafi Darwis

Tags

Terkini

Cerita Dongeng: Jenis, Ciri, dan Fungsinya

Senin, 15 Agustus 2022 | 21:31 WIB

4 Cerita Dongeng Pendek tentang Hewan (Fabel)

Senin, 15 Agustus 2022 | 20:12 WIB

Desain Grafis: Pengertian, Jenis-Jenis, Dan Fungsinya

Senin, 15 Agustus 2022 | 15:59 WIB

Adhesi dan Kohesi: Pengertian, Contoh dan Dampaknya

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 03:22 WIB
X