Sejarah Singkat Veerenigde Oostindische Compagnie (VOC ) di Indonesia 

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 04:56 WIB
Bendera VOC
Bendera VOC


Belanda merupakan negara yang menjajah Indonesia dengan jangka waktu yang lama. Hal itu membuat mereka melakukan berbagai kebijakan untuk mengambil dan memanfaatkan sumber daya alam maupun manusia di Indonesia. Nah, salah satunya adalah pembentukan VOC. Apa itu VOC? Berikut penjelasan lebih lanjut yang dilansir dari Tirto.id.
Apa itu VOC?
VOC merupakan singkatan dari Veerenigde Oostindische Compagnie yang berarti Perserikatan Dagang Hindia Timur Belanda. Perserikatan dagang ini berdiri pada 20 Maret 1602. VOC merupakan gabungan dari enam perusahaan kecil Belanda yang diprakarsai oleh pemerintah Belanda (Staten-Generaal). Ketika berdiri, terdapat sejumlah 17 tuan yang memimpinnya.
Keberadaan perusahaan dagang Belanda sebelum VOC sudah ada beberapa yang melakukan perdagangan di Nusantara. Salah satunya Compagnie van Verre asal Amsterdam, Belanda, yang melakukan pelayaran ke Asia pada 1595-1597. Mereka melihat bahwa ada prospek cerah dalam perdagangan di Nusantara. Hal ini memicu beberapa orang Belanda untuk membuat dan melepaskan layar kapal untuk bisa memperoleh keuntungan di wilayah Asia pada masa tersebut.
Akibat banyaknya perusahaan-perusahaan dagang tersebut saling bersaing untuk mendapatkan komoditas di Nusantara. Lantaran kondisi ini keuntungan yang diperoleh oleh masing-masing perusahaan menjadi kecil. Artinya bahwa jumlah modal yang harus dikeluarkan ketika berlayar tidak sepadan dengan keuntungan yang didadapatkan. Menyadari hal itu, beberapa perusahaan dagang di Belanda memutuskan untuk bekerja sama secara lokal (kota) mulai tahun 1600.
Situasi itu juga didukung oleh kondisi konflik politik antara Belanda, Spanyol, dan Portugis. Pada 1600, Belanda sedang berperang dengan Raja Spanyol dan Portugal yang tengah bersatu menguasai perdagangan di Asia. Lantaran itu Belanda menyadari bahwa persatuan bisa mengalahkan segala hal, baik militer maupun ekonomi.

Baca Juga: VOC: Tujuan Pembentukan VOC, Hak Istimewa, dan Dampak Kebijakannya terhadap Indonesia
Tujuan VOC
Nah, tujuan dari VOC sendiri untuk menguasai jalur perdagangan ke Asia. Kongsi dagang ini ingin mengatasi kerugian seluruh pedagang Belanda yang bersaing dengan Portugis dan Spanyol di Asia. Lalu, meraup laba setinggi-tingginya demi keperluan perang Belanda melawan Spanyol.
VOC berupaya melakukan monopoli perdagangan di kawasan Asia pada era kolonialisme Eropa. Selain itu, tujuan pendirian VOC adalah mencegah kerugian akibat persaingan dagang dengan Portugis di Nusantara.
Posisi VOC makin kuat setelah pada 20 Maret 1602, pemerintah Belanda mengeluarkan hak istimewa (oktroi) kepada VOC yang baru terbentuk. Di dalamnya, tercantum bahwa hanya perusahaan VOC yang boleh berlayar ke daerah timur, Tanjung Harapan dan barat, Selat Magalan.
Isi lain dari oktroi, yaitu tata cara kompeni (militer dan kolonialisasi), kedudukan para direktur (pemimpin masing-masing daerah), partisipan dagang (mata uang), dan cara pengumpulan modal (pajak).
Sejarah VOC dari Ambon Pindah ke Jakarta

Foto beberapa kapal dari perusahaan dagang Belanda, VOC (Ruswanti )

Di Nusantara Indonesia, Gubernur Jenderal pertama VOC, Pieter Both, menetapkan Ambon sebagai pusat pemerintahan kongsi dagang Belanda tersebut. Selain itu, pada 1611, di Jayakarta (Batavia), ia juga membangun rumah dagang kecil yang digunakannya sebagai kantor cabangnya.
Sesudah masa kepemimpinan Pieter (1618), Jan Pieterszoon Coen bertugas sebagai Gubernur Jendral VOC barunya. Ketika awal, ia langsung membangun benteng setinggi 7 meter di Jayakarta. Bangunan tersebut dilengkapi meriam sebagai pertahanan untuk persiapan perang merebut Jayakarta.
Dalam Pengurus Pusat VOC dan Lembaga-Lembaga Pemerintahan Kota Batavia (1619-1811) – Sebuah Pendahuluan, Hendrik E. Niemeijer mengungkapkan, pada 30 Mei 1619, VOC berhasil mengambil alih pelabuhan di Jayakarta.
Setelah medapatkan wilayah tersebut, VOC menjadikannya sebagai pelabuhan permanen, tempat galangan kapal, gudang pusat perdagangan, serta pusat pemerintahan dan administrasi. Bahkan, Batavia saat itu juga dijadikan pusat pemerintahan dari wilayah Asia, bukan hanya Nusantara.
VOC yang awalnya bertujuan hanya untuk mengumpulkan dana perang serta memenangkan persaingan dagang, ternyata juga ikut andil dalam berbagai aspek kehidupan di Nusantara. Faktanya, semua yang dilakukan termuat dalam oktroi yang telah dibuat oleh pemerintah Belanda.
Perusahaan ini kemudian mengalami kebangkrutan yang mulai terlihat pada akhir abad ke-18. Mc Ricklefs menjelaskan dalam Sejarah Indonesia Modern 1200-2008 (2009), VOC menemui kemundurannya. Hal tersebut ditandai dengan letihnya berperang melawan daerah-daerah Nusantara yang tidak bersedia dieksploitasi serta korupsi yang menyebabkan krisis keuangan perusahaan.

Baca Juga: Pahlawan Nasional Sebelum Kebangkitan Nasional 1908
Pada 31 Desember 1799, VOC bangkrut dan kemudian dibubarkan. Seluruh utang dan aset yang ada diambil alih oleh pemerintah Belanda.
Nah, berikut penjelasan singkat tentang perserikatan dagang VOC yang terkenal melakukan monopoli besar-besaran di Indonesia. Hal ini jelas memicu berbagai pemimpin daerah di Nusantara untuk melawan. Sebab, beberapa orang di VOC sendiri melakukan penyimpangan yang mengakibatkan rakyat menderita.

Editor: Ruswanti

Sumber: Tirto.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lulus dengan IPK 3,78, Candrianto Raih Gelar Doktor

Kamis, 22 September 2022 | 15:42 WIB

STMIK Indonesia Padang Gelar Kegiatan PKKMB

Kamis, 22 September 2022 | 15:19 WIB

Sumbar Kembangkan Pendidikan Berbasis Syariah

Kamis, 22 September 2022 | 06:22 WIB
X