Mengenal Siklus Air: Evaporasi, Kondensasi, Presipitasi dan Infiltrasi

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 03:26 WIB
Evaporasi, Kondensasi, Presipitasi, dan Infiltrasi
Evaporasi, Kondensasi, Presipitasi, dan Infiltrasi

Harian Haluan - Semua makhluk hidup tentu membutuhkan air. Manusia membutuhkan air untuk berbagai keperluan rumah tangga, industri, transportasi, dan lain sebagainya. Air akan mengalami siklus air sehingga ketersediaannya tetap terjaga.

Tahapan Siklus Air

Siklus air atau daur air ialah perputaran air dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi. Proses ini terjadi secara terus menerus melalui beberapa tahapan. Setiap tahapan tersebut menyebabkan perubahan wujud pada air. Berikut tahapan dari siklus air, antara lain:

  1. Evaporasi

Ialah peristiwa berubahnya air dalam bentuk cairan menjadi gas. Proses ini disebut juga dengan istilah penguapan. Dalam evaporasi, air di permukaan bumi menuju ke atmosfer. Evaporasi terjadi ketika air menguap dikarenakan panas. Proses evaporasi pada tumbuhan disebut sebagai transpirasi.

  1. Kondensasi

Ialah kebalikan dari proses evaporasi, yaitu perubahan air dalam bentuk gas menjadi cair. Proses ini bisa terjadi melalui 2 cara yaitu saat udara didinginkan sampai ke titik embunnya seperti pada pembentukan awan. Kemudian cara kedua yaitu ketika udara menjadi sangat jenuh.

Udara yang jenuh serta proses evaporasi yang terus terjadi membuat udara tidak mampu menahan uap air sehingga kembali menjadi bentuk cair. Dalam hal ini berbeda dengan evaporasi yang mengandalkan pemanasan untuk mengubah bentuk zat. Pda kondensasi mengandalkan proses pendinginan untuk mengubah bentuk zat.

  1. Presipitasi

Proses ini terjadi ketika semua partikel air cair dan padat yang jatuh dari awan lalu mencapai tanah. Maksudnya ialah proses pergerakan air dari awan ke tanah. Tahapan presipitasi terjadi karena kondensasi uap air di awan.

Uap air di atmosfer cukup besar dan berat untuk kemudian turun ke bumi dalam bentuk cair atau padat seperti es dan salju. Contoh dari proses ini adalah turunnya hujan, gerimis, salju, hujan es, hingga kristal es.

  1. Infiltrasi

Setelah proses presipitasi terjadi, maka air yang jatuh ke permukaan kemudian akan mengalami infiltrasi. Yaitu masuknya air ke dalam tanah. Lajunya sendiri berbeda-beda tergantung pada jenis tanah, kondisi geografis, dan jumlah air.

Semakin tinggi laju infiltrasinya, maka semakin cepat pula air diserap oleh tanah, begitu juga sebaliknya. Laju infiltrasi yang lambat biasanya akan mengakibatkan genangan air.

Halaman:

Editor: Rafi Darwis

Tags

Terkini

28 SMK Negeri di Sumbar Bertransformasi Jadi BLUD

Kamis, 29 September 2022 | 06:14 WIB
X