Dosen Upertis Lakukan Pengabdian Masyarakat Terkait Edukasi Kesehatan Cegah Stroke Berulang di Bukittinggi

- Minggu, 28 Agustus 2022 | 23:13 WIB
Dosen UPERTIS melakukan pengabdian masyarakat di Bukittinggi.
Dosen UPERTIS melakukan pengabdian masyarakat di Bukittinggi.

HARIAN HALUAN - Stroke berulang (sekunder), merupakan salah satu komplikasi yang sering timbul setelah pasien pulang dari perawatan di rumah sakit. Pasien yang pernah menderita stroke memiliki risiko untuk terkena serangan stroke sekunder.

Serangan stroke sekunder ini bisa lebih fatal dari stroke pertama, karena bertam-bah luasnya kerusakan otak yang terjadi akibat serangan stroke sebelumnya.

Baca Juga: Tim Dosen dan Mahasiswa Upertis Laksanakan Pengabdian Masyarakat di SMA 13 Padang

Rendahnya kesadaran akan faktor risikostroke, kurang dikenalinya gejala stroke, belum optimalnya pelayanan stroke dan ketaatan terhadap program terapi untuk pencegahanstroke ulang yang rendah merupakan permasalahan yang muncul pada pelayanan stroke diIndonesia.

Keempat hal tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kejadian stroke baru, tingginya angka kematian akibat stroke, dan tingginya kejadian stroke ulang di Indonesia.

Baca Juga: Dosen Upertis Latih UMKM Kota Bukittinggi Berbisnis Secara Online

Pengadian Masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Keperawatan Universitas perintis Indonesia yang mana Ketua TIM Pengabmas adalah Ns. Yaslina M.Kep Sp. Kom dan anggota Tim Ns. Lisa Mustika Sari M.Kep dan Drs. Nofriadi serta 2 orang mahasiswa Sarjana Keperawatan melakukan Kegiatan Pengadian masrakat di Kelurahan Kubu Gulai Bancah
Ketua TIM Pengabmas adalah Ns. Yaslina M.Kep Sp. Kom ini mengatakan kegiatan pengabmas bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentangan pencegahan stroke berulang dan perubahan perilaku modifikasi gaya hidup.

Metode kegiatan pengabdian masyarakat meliputi pendidikan kesehatan, pemeriksaan kesehatan untuk mengidentifikasi faktor risiko hipertensi/ stroke, pemberdayaan keluarga untuk mengenali tanda dan gejala stroke, pengendalian faktor risiko stroke dan modifikasi gaya hidup Pendidikan kesehatan diarahkan untuk membantu pasien dan keluarganya melakkan perawatan diri terhadap keluarga sendiridan bertanggung jawab terhadap kesehatan mereka sendiri.

Pendidikan kesehatan ini dapat mencakup beberapa bidang, termasuk promosi kesehatan dan pencegahan penyakit, masalah kesakitan/disabilitas dan dampaknya pada klien dan keluarga. Pemeriksaan kesehatan kepada keluarga/ masyakat untuk mengidetifikasi factor risiko hipertensi/stroke, seperti pemeriksaan tekanan rah, gula darah, kolesterol, beratbadan/IMT dan pemberdayaan keluarga untukmengenali tanda dan gejala stroke, pengenda-lian faktor risiko stroke dan modifikasi gayahidup.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Redaksi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apa Bedanya Miss, Mrs, dan Ms dalam Bahasa Inggris?

Jumat, 27 Januari 2023 | 13:45 WIB
X